LombokPost-Penunjukan kawasan Samara Lombok sebagai lokasi pembangunan Rafa Nadal Tennis Center pertama di Asia Tenggara, mendapat sambutan positif dari Pemprov NTB.
Kehadiran fasilitas olahraga berkelas dunia tersebut dinilai bakal memperkuat daya tarik investasi, sekaligus mempertegas posisi Lombok sebagai destinasi sport tourism unggulan di kancah global.
“Pasti ya, pasti kami dukung,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB Irnadi Kusuma.
Irnadi memastikan apabila proyek tersebut nantinya direalisasikan melalui skema Penanaman Modal Asing (PMA), maka proses perizinan utama akan ditangani pemerintah pusat.
Pemprov NTB umumnya hanya akan dimintai rekomendasi sesuai ketentuan yang berlaku. "Kalau PMA nanti kan di pusat semua. Biasanya kita hanya diminta memberikan rekomendasi dari provinsi," katanya.
Ia menjelaskan, pembangunan yang berada di dalam kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika juga memiliki mekanisme tersendiri.
Otoritas pengembangan investasi di kawasan tersebut, berada di pengelola KEK Mandalika sehingga terdapat perlakuan khusus dalam proses investasi, dengan tetap menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Pemprov NTB. “Tidak lost contact dengan kita, tetap ada komunikasi,” ujar Irnadi.
Lebih jauh, ia menilai apabila Rafa Nadal Tennis Center benar-benar dibangun di Lombok, maka proyek tersebut akan menjadi magnet baru bagi investor lain untuk menanamkan modal di NTB.
Kehadiran fasilitas olahraga berkelas dunia diyakini akan semakin memperkuat posisi Bumi Gora, sebagai destinasi investasi, pariwisata internasional serta mendukung pengembangan sektor sport tourism.
“Dengan keberadaan KEK Mandalika saja sudah luar biasa, apalagi kalau ada investasi seperti ini. NTB akan semakin mendunia,” kata dia.
Baca Juga: Revisi Perda RTRW, Pemkab KSB Siapkan Tata Ruang Baru untuk Dukung Investasi
Menurutnya, kondisi Lombok juga dinilai sangat mendukung pengembangan investasi berskala internasional.
Dari sisi sosial maupun iklim investasi, NTB telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi pariwisata nasional yang terus berkembang.
Memang ada dinamika sosial dan itu menurutnya sesekali terjadi, namun hal tersebut dinilai sebagai sesuatu yang wajar dan tidak mengganggu iklim investasi selama seluruh proses dijalankan sesuai aturan.
“Kalaupun ada riak-riak sedikit itu normal, di mana pun pasti ada," katanya.
Irnadi menegaskan, selama investasi memiliki tujuan yang jelas dan seluruh tahapan ditempuh sesuai standar operasional serta prosedur yang berlaku, maka kehadiran investor justru akan memberikan dampak positif bagi daerah.
“Sepanjang investasi ini punya tujuan yang jelas dan melalui proses-proses yang memang sudah ada dalam SOP maupun alurnya, saya pikir justru bagus. Tidak ada masalah,” pungkasnya.
Sebelumnya, Deputy General Manager Rafa Nadal Academy, Maribel Nadal, mengatakan Lombok dipilih karena memiliki potensi besar sebagai destinasi berkelas internasional.
Baca Juga: Kepastian Tata Ruang Menguat, NTB Bidik Arus Investasi Lebih Besar
Menurutnya, kehadiran Rafa Nadal Tennis Center di Samara Lombok diharapkan menjadi wadah untuk memperkenalkan metodologi pelatihan khas Rafa Nadal Academy kepada generasi baru pemain tenis, sekaligus menarik keluarga dan pecinta olahraga dari berbagai negara.
Ia meyakini proyek tersebut akan memperkuat posisi Lombok, sebagai destinasi sport tourism dunia.
“Lombok adalah destinasi dengan potensi internasional yang luar biasa. Kami yakin proyek ini akan membantu membawa metodologi serta semangat kami terhadap olahraga kepada generasi baru pemain dan keluarga dari seluruh dunia,” bebernya.
Nantinya, kompleks olahraga berjarak 25 menit dari Bandara Internasional Lombok ini akan dilengkapi dengan empat lapangan tenis berstandar dunia dan empat lapangan padel.
Fasilitas olahraga kelas dunia tersebut, dijadwalkan mulai beroperasi berbarengan dengan pembukaan fase awal Samara Lombok pada kuartal pertama (Q1) 2028.
Editor : Redaksi Lombok PostSumber : Liputan