Sejak fajar menyingsing, gelombang masyarakat yang mengenakan pakaian dan atribut bernuansa Merah Putih mulai memadati kawasan tersebut. Tanpa sekat, para pelajar, mahasiswa, aktivis organisasi kepemudaan, komunitas lokal, aparatur sipil negara, hingga warga umum berbaur padu dalam kehangatan suasana kebangsaan.
Pengibaran ribuan bendera di sepanjang jalan tidak hanya mempercantik lanskap kota, tetapi juga berhasil menyulut kembali rasa bangga dan nasionalisme masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB).
Baca Juga: Semarak Merah Putih, Kontingen SMAN 9 Mataram Ramaikan Gerakan Bendera NTB
Gelora antusiasme begitu terasa sepanjang acara. Pasca-menerima bendera, warga langsung mengibarkannya secara kompak, sembari berencana memasangnya di rumah, toko, maupun sudut pemukiman masing-masing.
Gemuruh sorak-sorai, lantunan lagu-lagu wajib nasional, serta yel-yel perjuangan membakar semangat ribuan massa yang hadir menjelang hari bersejarah bangsa.
Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, yang hadir di tengah-tengah warga menyerukan pesan mendalam agar momentum peringatan kemerdekaan ini dijadikan ajang merekatkan tali persatuan.
Baca Juga: Polisi Tangkap Warga Mataram Pemilik 5,6 Kg Ganja di Sebuah Kafe di Sumbawa Barat
“Alhamdulillah kita kembali bersama-sama menantikan perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Usia yang sudah cukup senja dan tua. Oleh karena itu, satu yang ingin saya sampaikan dalam momen ini dari Nusa Tenggara Barat, mari kita terus menggelorakan semangat kebangsaan kita, semangat untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Wagub yang akrab disapa Umi Dinda tersebut.
Lebih lanjut, Umi Dinda menekankan bahwa latar belakang masyarakat NTB yang kaya akan keberagaman suku, agama, dan budaya adalah fondasi utama yang wajib dirawat bersama demi kemajuan daerah.
“Dengan keberagaman suku dan agama yang ada di Nusa Tenggara Barat, mari kita semua tetap bersatu padu dan tidak mudah terpecah belah oleh berbagai isu dan upaya-upaya pihak yang tidak bertanggung jawab. Saya mengajak kita semua untuk terus menambah semangat kebersamaan dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 ini,” tuturnya.
Menurut Wagub, terbentangnya warna Merah Putih yang menyelimuti sepanjang Jalan Pejanggik menjadi bukti autentik bahwa kobaran api nasionalisme warga NTB tidak pernah padam dan senantiasa diwariskan ke generasi penerus.
Senada dengan hal itu, Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, menggarisbawahi bahwa menginjak usia ke-81 tahun, Indonesia telah melintasi rekam jejak sejarah yang panjang dan sarat tantangan, namun berhasil berdiri kokoh berkat persatuan rakyatnya.
“Usia kemerdekaan Indonesia ke-81 adalah fase perjalanan sejarah bangsa yang sangat panjang, yang dilalui dengan berbagai macam ancaman dan tantangan. Namun karena semangat patriotik kita semua, berbagai ujian itu dapat kita lalui dan kita masih berdiri hingga hari ini,” jelas Mohan.
Mohan menegaskan bahwa agenda pembagian bendera ini melampaui seremoni rutin tahunan, melainkan wujud riil komitmen dan cinta tanah air seluruh elemen masyarakat.
“Hari ini tidak semata-mata secara simbolik kita melaksanakan kegiatan sebagai wujud sukacita kepada bangsa Indonesia, tetapi ini adalah manifestasi dari semangat patriotisme, rasa cinta tanah air, wawasan kebangsaan, dan semangat kita untuk membela Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Ia menutup ajakannya dengan mengimbau warga Kota Mataram dan NTB pada umumnya untuk senantiasa memelihara kedamaian di atas keberagaman demi menyongsong masa depan daerah yang lebih cemerlang.
“Oleh karena itu mari kita rawat dan jaga keberagaman serta kedamaian bangsa Indonesia, Nusa Tenggara Barat khususnya, sebagai modal besar kita membangun bangsa dan daerah yang kita cintai ini menuju NTB yang Makmur Mendunia,” pungkas Mohan.
Puncak kemeriahan meletup saat puluhan ribu tangan mengibarkan bendera Merah Putih secara serentak di udara. Kibaran kain merah dan putih yang memenuhi garis pandang Jalan Pejanggik menciptakan momen haru yang menggetarkan dada, sekaligus membangkitkan ingatan atas perjuangan para pahlawan bangsa.
Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih tahun ini tidak sekadar menandai dimulainya rangkaian perayaan HUT Ke-81 RI di NTB, tetapi menjadi panggung nyata betapa kokohnya solidaritas warga.
Semangat yang memancar dari jantung Kota Mataram hari ini menjadi sinyal optimistis bahwa nilai-nilai kebangsaan dan kebersamaan akan terus menjadi pilar utama dalam mengawal pembangunan Indonesia menuju negara yang berdaulat, adil, dan makmur.
Editor : Siti Aeny MaryamSumber : Liputan