LombokPost - Polda NTB mengerahkan 896 personel dan 243 kendaraan roda empat dalam Patroli Rinjani Presisi, Sabtu malam (8/8). Patroli digelar untuk memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mencegah tindak kriminal di sejumlah wilayah rawan.
Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho memimpin langsung pelaksanaan patroli di wilayah hukum Polresta Lombok Tengah.
Ratusan personel tersebut disebar ke 236 titik strong point yang dinilai rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Sasaran patroli meliputi tindak pidana 3C, yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Baca Juga: Peringatan HKG PKK ke-54, Wali Kota Mataram: Kini Giliran Kader yang Dilayani
Selain kriminalitas, polisi juga menyasar kecelakaan lalu lintas, kemacetan, balap liar, serta berbagai potensi gangguan kamtibmas lainnya.
Khusus di wilayah hukum Polresta Lombok Tengah, Polda NTB mengerahkan 225 personel dan 30 kendaraan. Mereka ditempatkan di 19 titik strong point untuk memperkuat kehadiran polisi di lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Saat memimpin apel kesiapan, Hari Nugroho menyampaikan empat tujuan utama Patroli Rinjani Presisi.
Pertama, menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Kedua, mencegah tindak pidana serta gangguan kamtibmas.
Baca Juga: Sulap Limbah Jadi Cuan, Sabut Kelapa Bentek Disulap Jadi Spons
Ketiga, menghadirkan polisi yang dekat dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Keempat, melakukan deteksi serta pencegahan dini terhadap potensi kerawanan dan konflik sosial.
“Patroli Rinjani Presisi ini bertujuan untuk mewujudkan Harkamtibmas sehingga masyarakat merasakan keamanan dan kenyamanan baik saat beraktivitas maupun saat beristirahat,” ujar Hari.
Patroli dilakukan di sejumlah lokasi strategis dan rawan, mulai dari pusat keramaian, pasar, terminal, sekolah, jalan protokol, kawasan perbatasan hingga tempat hiburan.
Pola patroli yang diterapkan meliputi patroli kendaraan roda empat, patroli terpadu lintas fungsi, serta patroli berbasis pemetaan kerawanan.
Baca Juga: Pantai hingga Kawasan Perbukitan Jadi Spot Menikmati Sunrise dan Sunset di Lombok Utara
Hari menegaskan, kehadiran polisi secara langsung di lapangan diharapkan mampu menekan angka kriminalitas dan mencegah gangguan keamanan sejak dini.
“Kehadiran polisi di lapangan diharapkan dapat menekan kriminalitas, mencegah gangguan keamanan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” tegasnya.
Polda NTB juga mengimbau masyarakat ikut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan. Warga diminta segera melaporkan hal mencurigakan, paket tidak dikenal, keributan, tindak kriminalitas, maupun potensi gangguan keamanan kepada polisi terdekat atau melalui layanan darurat 110.
Kepada seluruh personel, Wakapolda meminta tugas patroli dilaksanakan dengan penuh semangat dan tetap mengutamakan keselamatan serta kesehatan.
“Patroli Rinjani Presisi merupakan upaya Polda NTB untuk memperkuat kehadiran polisi di tengah masyarakat, mencegah kriminalitas dan gangguan kamtibmas sejak dini, sekaligus membangun kolaborasi dengan masyarakat dalam menciptakan situasi NTB yang aman dan kondusif,” pungkasnya.
Editor : Marthadi