LombokPost-Wakil Gubernur (Wagub) NTB Indah Dhamayanti Putri melepas Kontingen Kwartir Daerah Gerakan Pramuka NTB yang akan mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta.
Pelepasan berlangsung di Gedung Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Senin (10/8). Jamnas dijadwalkan berlangsung pada 13-20 Agustus 2026.
Baca Juga: Dua Siswa MTsN 2 Lombok Barat Lolos Jamnas Pramuka 2026, Siap Harumkan Nama NTB
Kontingen NTB berjumlah 465 orang. Mereka terdiri atas delapan pimpinan kontingen daerah, 20 pimpinan kontingen cabang, 49 pembina pendamping, serta 388 peserta didik. Dari jumlah peserta didik tersebut, 190 merupakan putra dan 198 putri. Seluruhnya merupakan perwakilan dari 10 kabupaten/kota di NTB.
Salah satu peserta didik yang akan membawa nama NTB dalam ajang tersebut adalah Lalu Kenzi Al Aqsha, siswa kelas VIII SMP IT YARSI Mataram.
Bagi Kenzi, terpilih menjadi bagian dari kontingen Jamnas menjadi pengalaman yang membanggakan. Terlebih, mengikuti Jamnas memang sudah menjadi cita-citanya sejak sekolah dasar (SD). “Sebetulnya senang dan bangga. Sudah cita-cita dari SD,” kata Kenzi.
Kenzi bercerita, ketertarikannya terhadap kegiatan kepramukaan tumbuh karena kegiatan yang dilakukan tidak hanya di dalam ruangan, tetapi juga banyak berlangsung di luar ruangan.
Baginya, kegiatan tersebut seru sekaligus menantang. Selain mendapatkan pengalaman baru. “Pramuka membuat saya bisa bekerja sama dengan teman-temannya, dan memperluas pertemanan saya,” tegasnya.
Selama mengikuti berbagai kegiatan, ia juga mendapatkan banyak pengalaman dan lebih banyak melakukan aktivitas fisik.
Baca Juga: Kwarcab Mataram Ajak Pembina Nonton Film Pramuka, Perkuat Karakter dan Dasa Dharma
Dari berbagai keterampilan yang dipelajari dalam Pramuka, semapur menjadi salah satu kegiatan yang paling disukai Kenzi. “Kalau saya sendiri paling suka bagian semapur. Karena kayak gampang dihafal,” ujarnya.
Keinginan mengikuti Jamnas kemudian diwujudkan melalui proses seleksi. Kenzi mempersiapkan diri dengan menjaga kondisi fisik dan mental serta memperdalam pengetahuan tentang kepramukaan.
Persiapan tersebut tidak membuat Kenzi kehilangan kesenangannya mengikuti Pramuka. Meski kegiatan luar ruangan cukup menguras tenaga, kebersamaan dengan teman-teman justru menjadi salah satu alasan ia tetap menikmati setiap kegiatan.
“Karena bareng sama teman-teman itu bikin seru. Daripada di rumah diam-diam,” katanya.
Kenzi juga mengaku tidak merasa kegiatan Pramuka mengganggu aktivitas belajarnya. Ia tetap menjalani kegiatan sekolah sambil mengikuti berbagai agenda kepramukaan.
Menjelang keberangkatan ke Cibubur, Kenzi mendapat sejumlah pesan dari guru dan pembina. Ia diminta menjaga kondisi fisik dan mental, cukup tidur, serta tidak terlalu memaksakan diri selama mengikuti seluruh rangkaian Jamnas.
“Jangan sampai begadang di sana, jaga mental, jaga fisik, makan buah juga,” ujarnya.
Baca Juga: Curhat Masa Muda Cita-Cita Tak Kesampaian! Ini Pesan Wawali Mataram saat Lepas Kontingen Jamnas
Di Jamnas nanti, Kenzi akan mengikuti berbagai kegiatan bersama peserta dari daerah lain. Diketahui, Jamnas XII Tahun 2026 akan diisi dengan berbagai kegiatan yang dikelompokkan dalam bidang keagamaan, upacara, permainan, forum diskusi, dinamika kelompok, petualangan, teknologi.
Kemudian, ada Festival Nusantara seperti budaya, kuliner, pangan, edukasi pangan, hingga bela negara. Seluruh kegiatan dirancang untuk membangun karakter, keterampilan, serta wawasan kebangsaan peserta.
Kenzi mengaku sudah beberapa kali datang ke Jakarta. Namun, keberangkatan kali ini terasa berbeda karena ia datang bersama teman-temannya sebagai bagian dari kontingen NTB.
Persiapan menuju Jamnas juga dilakukan melalui Training Center (TC). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan Kenzi dan peserta lainnya sebelum berangkat ke Cibubur.
“Sebagai anak pramuka, harus bisa beradaptasi dengan lingkungan baru dan mengikuti seluruh kegiatan bersama kontingen NTB,” pungkasnya.
Perjalanan Kenzi hingga akhirnya terpilih mengikuti Jamnas XII Tahun 2026 tidak berlangsung singkat. Sang ibu, drg Siti Zaidah, mengatakan Kenzi terlebih dahulu mengikuti Jambore Ranting.
Setelah itu, ia kembali melalui tahapan seleksi untuk mengikuti Jambore Daerah dan Jambore Cabang. “Kenzi melewati sejumlah jenjang tersebut dan harus mengikuti seleksi khusus untuk Jamnas,” jelasnya.
Baca Juga: TC Jamnas XII 2026 Digelar, Pramuka Kota Mataram Matangkan Persiapan ke Cibubur
Seleksi dilakukan melalui tes tertulis dan tes praktik. Hasil tes kemudian dinilai dan diurutkan untuk menentukan peserta yang dinyatakan lolos.
“Tes itu ada tes tulisan, benar-benar dinilai. Setelah tes itu nanti diurutkan namanya, nilainya, jadi ketahuan siapa yang lulus dan siapa yang enggak,” jelas Zaidah.
Pada tes praktik, kemampuan peserta dalam berbagai keterampilan kepramukaan ikut diuji. Di antaranya membuat simpul, membuat menara, semapur dan morse. Dari seluruh proses tersebut, Kenzi berhasil masuk lima besar berdasarkan hasil tes tertulis dan praktik.
Menurutnya, kemampuan Kenzi tidak terlepas dari pembinaan yang diperolehnya di sekolah. Di sekolah, Kenzi mengikuti Pramuka Khusus (Pasus).
Dukungan kepala sekolah dan pembina Pramuka disebut sangat membantu dalam mempersiapkan Kenzi menghadapi berbagai tahapan seleksi.
“Dukungan dari kepala sekolah dan dari pembina Pramuka di sekolah benar-benar luar biasa,” katanya.
Selain lolos seleksi Jamnas, Kenzi juga telah mengikuti seleksi untuk mencapai Pramuka Garuda. Dalam proses tersebut, peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan, mulai dari portofolio dan prestasi, kemampuan olahraga dan bahasa, membuat hasta karya, hingga memenuhi ketentuan SKU dan TKK.
Kenzi akhirnya dinyatakan lulus dan telah dilantik menjadi Pramuka Garuda bersama teman-temannya dari sekolah. Sebagai orang tua, keberhasilan Kenzi mengikuti Jamnas sekaligus menjadi Pramuka Garuda menjadi kebanggaan tersendiri.
Baca Juga: Mohan Tegaskan Mataram Siap Dukung NTB Makmur Mendunia
Apalagi proses tersebut membutuhkan pengorbanan waktu dan tenaga. Sepulang sekolah, Kenzi masih harus belajar untuk menghadapi seleksi dan mengikuti kegiatan Pramuka.
Dirinya tetap ikut mendampingi Kenzi, termasuk membantu menyiapkan berbagai kebutuhan yang diperlukan selama proses seleksi, bahkan membantu mencetak berbagai bahan yang dibutuhkan Kenzi karena anaknya harus membagi waktu dengan kegiatan sekolah.
“Usahanya benar-benar tidak sia-sia selama ini. Dia betul-betul mengorbankan waktu dan istirahat untuk belajar dan mengikuti Pramuka,” pungkas Zaidah.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan