LombokPost - Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Mataram Timur menggencarkan edukasi perpajakan kepada kalangan pelajar melalui program Tax Goes to School. Kegiatan yang digelar di aula SMAN 1 Kediri, Lombok Barat, Rabu (12/8), diikuti 30 siswa dan sejumlah guru.
Kepala KPP Pratama Mataram Timur Ruseno Hadi mengatakan, edukasi perpajakan sejak dini penting untuk menyiapkan generasi muda menghadapi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, para pelajar yang saat ini duduk di bangku SMA akan menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional pada dua dekade mendatang.
“Pembangunan tidak bisa disokong oleh satu sektor saja. Semua elemen masyarakat harus mengambil peran dan berkontribusi, termasuk melalui kepatuhan membayar pajak,” ujarnya.
Baca Juga: Gubernur NTB dan Komisi VII DPR RI Perkuat Transformasi Ekonomi NTB
Ruseno menjelaskan, pajak menjadi tulang punggung penerimaan negara. Pada 2026, penerimaan pajak ditargetkan mencapai Rp 2.357,57 triliun atau sekitar 75 persen dari total pendapatan negara. Dana tersebut digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur hingga berbagai program peningkatan kualitas pendidikan.
Dalam kegiatan bertema Pajak yang Adil untuk Masa Depan Generasi Muda itu, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta peran pajak sebagai bentuk gotong royong masyarakat dalam mendukung pembangunan.
Materi edukasi disampaikan langsung oleh penyuluh pajak KPP Pratama Mataram Timur melalui topik “Apa Itu APBN?” dan “Mengapa Kita Harus Membayar Pajak?”. Selain penyampaian materi, siswa juga mengikuti berbagai permainan edukatif, termasuk tebak istilah perpajakan.
Kepala SMAN 1 Kediri Abdul Khalik mengapresiasi dipilihnya sekolah yang dipimpinnya sebagai lokasi pelaksanaan Tax Goes to School 2026. Menurut dia, kegiatan tersebut memberikan wawasan penting bagi siswa agar lebih siap menghadapi tantangan global sekaligus memahami perannya sebagai warga negara.
Baca Juga: KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Angkut 131 Penumpang dan 79 Kendaraan
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya pajak dalam pembangunan dan masa depan bangsa,” katanya.
Sementara itu, KPP Pratama Mataram Timur yang membawahi wilayah Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Utara mencatat target penerimaan pajak 2026 sebesar Rp 441,1 miliar. Hingga Agustus 2026, realisasi penerimaan telah mencapai Rp 210,2 miliar atau 47,66 persen dari target.
Kontribusi terbesar penerimaan pajak berasal dari sektor administrasi pemerintahan sebesar 32,3 persen, disusul sektor jasa akomodasi yang meliputi hotel dan restoran sebesar 29,28 persen.
Dari sisi pertumbuhan, sektor jasa mencatat kenaikan tertinggi hingga 842,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor real estate tumbuh 110,65 persen, sedangkan sektor jasa akomodasi meningkat sekitar 83,3 persen.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan pemberian apresiasi kepada peserta yang aktif selama mengikuti rangkaian edukasi. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang sadar pajak dan siap berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Editor : Marthadi