LombokPost–Bencana gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Flores, NTT, Sabtu pagi (15/8), menyebabkan kerusakan sejumlah bangunan dan menelan korban jiwa.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan atas bencana tersebut. Sebagai daerah yang juga rentan terhadap gempa, NTB memahami kondisi sulit yang dihadapi masyarakat terdampak.
“Kita juga daerah yang sering terdampak oleh gempa seperti ini, jadi kita tahu bagaimana beratnya situasi yang dihadapi,” kata Iqbal, saat ditemui di Pendopo Gubernur NTB, Sabtu siang (15/8).
Baca Juga: Peringatan Dini Tsunami Pasca Gempa M 7,7: NTT, Sulsel, Sultra, dan NTB Berstatus Siaga-Waspada
Iqbal mengatakan NTB menyiapkan sejumlah bantuan sebagai bentuk solidaritas dari tetangga terdekat. Terlebih, hubungan antara NTB, NTT, dan Bali belakangan ini terus diperkuat melalui Kerja sama Regional Bali NTB NTT (KR BNN).
Ia mengaku telah berkomunikasi dengan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena untuk menyampaikan solidaritas NTB.
Komunikasi juga dilakukan dengan Gubernur Bali Wayan Koster. Di Sabtu sore ini, Pemprov NTB dan Bali dijadwalkan melakukan konsolidasi melalui pertemuan daring bersama sejumlah pihak, termasuk komunitas industri jasa keuangan, Himbara, dan Baznas.
Baca Juga: BMKG: Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Utara Nagekeo NTT, Berpusat di Kedalaman 10 Km
Pemprov NTB juga telah berkomunikasi dengan ASDP untuk mendukung pengiriman bantuan. Rencananya, tim bergerak melalui jalur darat menuju Sape, Bima. Dari Sape, ASDP menyiapkan kapal khusus untuk mengangkut bantuan menuju pelabuhan terdekat yang aman dari lokasi bencana.
"ASDP sudah menyiapkan kapal khusus untuk bantuan ini akan kita gerakkan ke pelabuhan terdekat yang aman dari lokasi untuk memberikan bantuan," jelas Gubernur.
Jenis bantuan masih dalam proses identifikasi. Namun, Pemprov NTB akan mengacu pada pengalaman penanganan bencana sebelumnya, termasuk menyiapkan peralatan seperti genset, ekskavator, kendaraan double cabin, serta kebutuhan lainnya.
“Yang jelas kita sudah punya pengalaman menghadapi situasi di sini. Tim di NTB, BPBD, Dinsos, kesehatan, semua sudah punya pengalaman. Berdasarkan pengalaman itu kita identifikasi apa saja kira-kira yang dibutuhkan,” ujarnya.
Jumlah personel yang akan diberangkatkan belum ditentukan, karena masih menunggu hasil konsolidasi bersama Bali.
"Belum-belum kita pastikan, ini masih menyusun, karena nanti sore kita akan konsolidasi lagi dengan Bali juga," kata dia.
Iqbal menegaskan bantuan tidak akan membedakan asal masyarakat yang terdampak. Warga NTB, NTT, Bali, maupun masyarakat dari daerah lain yang berada di lokasi bencana menjadi sasaran bantuan.
“Kita sudah nggak lagi membedakan orang NTB, orang NTT, orang Bali. Siapapun yang terdampak di sana adalah menjadi target bantuan yang akan kita berikan,” tegasnya.
Menurutnya, kecepatan penanganan menjadi penting pada pekan pertama pascabencana. Bantuan dari daerah yang jauh membutuhkan waktu untuk tiba, sementara kebutuhan masyarakat terdampak bersifat mendesak.
Baca Juga: Evakuasi Korban Gempa Jepang Berpacu dengan Batas 72 Jam
Karena itu, NTB ingin menjadi salah satu daerah yang hadir lebih awal membantu. Solidaritas tersebut, kata Iqbal, juga diharapkan menjadi hubungan timbal balik antardaerah ketika suatu saat NTB menghadapi bencana.
Berdasarkan komunikasi dengan sejumlah aparat di lokasi, Iqbal menyebut kerusakan bangunan cukup parah. Informasi sementara yang diterimanya menyebut sekitar 80 hingga 90 persen bangunan mengalami kerusakan.
Selain logistik, Pemprov NTB menyiapkan cadangan pangan dari Bulog di Bima karena lokasinya relatif lebih dekat dengan wilayah terdampak. Komunikasi dengan Bulog telah dilakukan dan persiapan cadangan pangan pemerintah mulai berjalan.
Pemprov NTB juga membuka ruang bagi masyarakat, untuk memberikan bantuan melalui kanal solidaritas yang disiapkan Baznas NTB.
Baca Juga: Polda NTB Hijaukan Mandalika, Aksi Serentak Tanam 10 Ribu Pohon
Mengingat jarak dan kondisi medan menuju lokasi, masyarakat lebih disarankan memberikan bantuan dalam bentuk uang agar dapat dibelanjakan sesuai kebutuhan di lapangan.
Pemprov NTB juga akan mengalokasikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebagai bentuk solidaritas. Nilainya diperkirakan tidak lebih dari Rp 1 miliar.
"Karena jaraknya juga relatif tidak terlalu jauh. Dan ini nanti akan ada sumbangan dari masyarakat dan sebagainya yang akan kita koordinasikan," tandasnya.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan