LombokPost-Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, NTT, Sabtu (15/8) pagi, juga berdampak hingga wilayah Bima, NTB.
Sejumlah rumah dan fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan, sementara sekitar 300 warga memilih mengungsi ke dataran tinggi.
Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin mengatakan, berdasarkan laporan sementara Pusdalops-PB BPBD NTB, dampak gempa tercatat di Kota Bima dan Kabupaten Bima. Pendataan dan verifikasi di lapangan masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh dampak yang ditimbulkan.
“Untuk sementara, kami terus melakukan pendataan dan pemantauan di lapangan. Tim BPBD bersama unsur terkait sudah bergerak untuk melakukan asesmen terhadap dampak gempa,” kata Sadimin, Sabtu siang (15/8).
Baca Juga: Pencarian Diperluas hingga Selatan Bali, Korban yang Belum Ditemukan Sisa Empat Orang
Di Kota Bima, tiga unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan. Rinciannya, satu rumah rusak sedang di Kelurahan Rabangodu Selatan, serta dua rumah rusak ringan masing-masing di Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda, dan Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba.
Selain rumah warga, kerusakan juga dilaporkan terjadi di Gudang Bulog. Bagian dinding mengalami kerusakan yang menyebabkan sejumlah karung beras berjatuhan. Sementara itu, bagian plafon Masjid Hotel Mutmainnah juga mengalami kerusakan.
Di Kabupaten Bima, tiga rumah terdampak dengan tingkat kerusakan berbeda. Satu rumah rusak ringan berada di Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, satu rumah rusak berat di Desa Soro, Kecamatan Lambu, dan satu rumah rusak sedang di Desa Tolotangga, Kecamatan Monta.
Kerusakan juga terjadi pada Kantor Camat Lambitu berupa retakan pada bagian dinding. Selain itu, seorang warga bernama Fajar, 60 tahun, dilaporkan mengalami luka ringan berupa lecet pada bagian kaki di Desa Sangiang, Kecamatan Wera.
Baca Juga: Peringatan Dini Tsunami Gempa M 7,7 Resmi Berakhir, BMKG Catat Tsunami Tertinggi 0,94 Meter di Mauro
“Korban luka yang kami terima laporannya satu orang dan kondisinya luka ringan. Tim di daerah masih melakukan pengecekan untuk memastikan apakah ada dampak lain yang belum terdata,” ujar Sadimin.
Dampak gempa juga membuat sekitar 300 warga Kabupaten Bima mengungsi ke wilayah dataran tinggi.
Mereka tersebar di Desa Bugis, Kecamatan Sape sebanyak 150 jiwa, Desa Sangiang, Kecamatan Wera sebanyak 50 jiwa, Desa Soro sebanyak 50 jiwa, serta Desa Lambu, Kecamatan Lambu sebanyak 50 jiwa.
BPBD NTB bersama BPBD Kabupaten Bima dan Kota Bima serta sejumlah stakeholder terus melakukan koordinasi dan pemantauan.
Tim Reaksi Cepat (TRC) juga diterjunkan untuk melakukan asesmen terhadap kerusakan dan kebutuhan masyarakat terdampak.
Baca Juga: Solidaritas untuk Flores, NTB Gerak Cepat Siapkan Bantuan
Kebutuhan mendesak saat ini berupa dukungan logistik bagi warga, terutama makanan siap saji, air mineral, selimut, terpal, matras, serta perlengkapan kebutuhan keluarga.
Sadimin mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan tetap mewaspadai kemungkinan gempa susulan. Hindari bangunan yang retak atau rusak dan ikuti informasi resmi dari pemerintah maupun BMKG,” tegasnya.
Sebelumnya, gempa terjadi pada pukul 05.58.23 WITA dengan episenter di koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur. Lokasi tersebut berada di laut, sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 15 kilometer.
BMKG menganalisis gempa tersebut sebagai gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.
Baca Juga: BMKG: Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Utara Nagekeo NTT, Berpusat di Kedalaman 10 Km
Peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan BMKG akibat gempa tersebut telah dinyatakan berakhir. Namun, hingga pukul 13.00 WITA, BMKG mencatat 186 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo berkisar M2,5 hingga M6,2.
BPBD NTB memastikan pemantauan terus dilakukan terhadap perkembangan kondisi masyarakat dan kemungkinan adanya tambahan kerusakan maupun dampak lain akibat gempa.
Terpisah, Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik mengatakan, perkembangan dampak gempa tersebut telah disampaikan kepada Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
“Saya sudah sampaikan ke Pak Gubernur, untuk kerusakan beberapa rumah di Kota Bima dan Kabupaten Bima, dikomunikasikan langsung oleh Pak Gubernur kepada Bupati dan Wali Kota, apa yang bisa ditangani oleh kabupaten/kota dari kerusakan tersebut,” jelasnya.
Baca Juga: Kekeringan Makin Parah, Bima Alami 84 Hari tanpa Hujan
Selain penanganan kerusakan, Dinas Sosial P3A NTB berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Bima dan Kabupaten Bima, untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat segera dipenuhi.
Khalik mengatakan, bantuan darurat berupa paket sandang dan pangan telah tersedia di gudang logistik Dinas Sosial di masing-masing daerah.
"Segera memberikan bantuan darurat dulu berupa paket sandang dan pangan yang sudah ditempatkan di gudang logistik Dinas Sosial kabupaten/kota Bima,” ujarnya.
Khalik menegaskan, pemerintah daerah akan terus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani, sembari menunggu hasil pendataan dan verifikasi lapangan secara menyeluruh.
“Yang paling penting sekarang adalah memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan darurat terlebih dahulu, sementara pendataan dan penanganan kerusakan terus dilakukan,” pungkas kepala Diskominfotik NTB tersebut.
Editor : Akbar SirinawaSumber : BPBD NTB