LombokPost- Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan komitmen NTB, untuk hadir membantu masyarakat NT) yang tengah menghadapi bencana gempa bumi.
Hal itu disampaikannya saat melepas Tim Tanggap Darurat sekaligus penyaluran logistik bantuan bencana gempa NTT di Kantor BPBD NTB, Minggu sore (16/8).
Gubernur Iqbal mengatakan, pengalaman NTB menghadapi gempa besar pada 2018, membuat masyarakat Bumi Gora memahami beratnya situasi yang dihadapi masyarakat NTT saat ini.
Baca Juga: NTB Gerak Cepat Kirim 79 Personel dan Bantuan Logistik untuk Korban Gempa NTT
Pengalaman tersebut menjadi alasan NTB bergerak cepat memberikan bantuan. “Tahun 2018 kita menghadapi gempa yang luar biasa besar di NTB. Jadi, kita salah satu daerah yang paling tahu rasanya menghadapi situasi yang berat seperti itu,” terang dia.
Menurutnya, saat NTB dilanda gempa, solidaritas tidak hanya datang dari pemerintah dan masyarakat di dalam negeri. Bantuan juga mengalir dari berbagai daerah hingga masyarakat internasional.
Karena itu, ketika bencana kini menimpa NTT sebagai daerah tetangga terdekat, NTB ingin menunjukkan solidaritas yang sama. Iqbal menegaskan masyarakat NTT tidak sendirian menghadapi cobaan tersebut. “
Kita yang paling paham bagaimana pentingnya dan kuatnya solidaritas yang ditunjukkan oleh saudara-saudara kita pada saat itu,” ujarnya.
Gubernur Iqbal mengungkapkan, sekitar satu jam setelah gempa terjadi, dirinya langsung berkomunikasi dengan Gubernur NTT Melki Laka Lena.
Dalam komunikasi tersebut, ia menyampaikan kesiapan NTB untuk segera memberikan bantuan. “Saya langsung komunikasi dengan Pak Gubernur Melki di NTT. Saya langsung sampaikan, Pak Gub tidak sendiri. Kami tetangga terdekat, saudara terdekat, kami akan segera hadir dan bantu,” katanya.
Selain berkomunikasi dengan Gubernur NTT, Iqbal juga langsung menghubungi Gubernur Bali I Wayan Koster.
Baca Juga: PMI NTB Gercep Kirim 300 Paket Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Respons positif dari Bali semakin memperkuat semangat solidaritas antardaerah di kawasan tersebut.
Menurut Iqbal, kebersamaan ketiga provinsi ini, tidak hanya diwujudkan dalam kerja sama pemerintahan, yakni Kerja sama Regional Bali-NTB-NTT (KR BNN), tetapi juga melalui kepedulian, ketika salah satu daerah menghadapi musibah.
Ia menyebut semangat tersebut sejalan dengan KR BNN. Forum tersebut diharapkan tidak berhenti pada kerja sama formal, tetapi mampu memperkuat rasa persaudaraan masyarakat di tiga provinsi.
“Ketika kita bicara mengenai forum tiga provinsi ini, salah satu wujudnya adalah untuk menunjukkan solidaritas bersama,” jelasnya.
Gubernur menggambarkan hubungan tersebut, sebagai semangat untuk saling merasakan setiap kondisi yang dialami. Ketika satu daerah sakit, daerah lainnya ikut merasakan.
Begitu pula ketika salah satu daerah berduka maupun merasakan kebahagiaan. “Satu yang sakit, yang lain ikut merasakan sakitnya. Yang satu berduka, yang lain ikut merasakan dukanya. Yang satu happy, yang lain juga ikut merasakan happy-nya,” kata dia.
Semangat tersebut penting untuk terus dibangun agar hubungan Bali, NTB, dan NTT semakin kuat. Solidaritas dalam menghadapi bencana menjadi salah satu bentuk nyata, bahwa ketiga provinsi tersebut memiliki ikatan sebagai saudara dan tetangga terdekat.
Baca Juga: Peringatan Dini Tsunami Gempa M 7,7 Resmi Berakhir, BMKG Catat Tsunami Tertinggi 0,94 Meter di Mauro
NTB pun berupaya menjadi salah satu daerah yang cepat hadir memberikan dukungan kepada NTT. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus menunjukkan bahwa solidaritas antardaerah tetap kuat ketika bencana datang.
“Ini yang ingin kita bangun, yakni rasa persaudaraan di antara tiga provinsi ini,” tandasnya.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan