LombokPost-Momen perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW turut mendorong peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok (bapok), dan berpotensi memicu kenaikan harga di pasaran.
Mengantisipasi kondisi tersebut, Pemprov NTB menyiapkan strategi untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB Wiranata mengatakan, pasar murah akan digelar secara serentak pada 21-22 Agustus. Masing-masing kabupaten/kota akan memiliki satu titik kegiatan.
“Kita mau menggelar pasar murah serentak seluruh kabupaten kota,” kata Lalu Wiranata, Senin (17/8).
Baca Juga: Perkuat Ekosistem Halal, Empat RPH NTB Didorong Segera Bersertifikat
Komoditas yang menjadi fokus dalam pasar murah, adalah kebutuhan pokok masyarakat atau sembako. Kabupaten Bima rencananya menjadi lokasi utama pelaksanaan kegiatan.
Wakil Gubernur (Wagub) NTB Indah Dhamayanti Putri juga dijadwalkan hadir. Pelaksanaan pasar murah di seluruh daerah, nantinya akan terhubung secara daring.
Masing-masing kabupaten/kota menyiapkan satu titik untuk kegiatan simbolis, sementara pasar murah di titik lainnya akan mengikuti. “Di setiap kabupaten satu titik. Tapi nanti itu simbolis saja sebetulnya. Nah nanti pasar yang lain akan mengikuti,” ujarnya.
Di sisi lain, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB memperketat pengawasan sekaligus menyiapkan penambahan kuota gas LPG.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi selama momen perayaan Maulid Nabi SAW, sekaligus mencegah kelangkaan di masyarakat.
Kepala Dinas ESDM NTB Samsudin mengatakan, pihaknya telah bersurat secara resmi dan melakukan koordinasi intensif dengan Pertamina serta Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) untuk mengamankan stok energi di NTB.
“Kemarin juga ada kami sudah lakukan koordinasi dengan Hiswana Migas dan Pertamina untuk ada penambahan kuota,” jelasnya.
Baca Juga: Jelang Maulid, Harga Bapok Masih Terkendali
Dinas ESDM NTB memetakan permintaan LPG di sejumlah titik sentral, seperti Lombok Timur dan Lombok Tengah, cenderung melonjak signifikan pada momen-momen krusial tersebut.
Kendati volume permintaan secara garis besar relatif mirip dengan tahun lalu, mekanisme distribusi kini difokuskan pada penyesuaian jadwal dropping agar pasokan tiba tepat waktu.
Proses distribusi tambahan kuota tersebut bahkan sudah mulai berjalan di lapangan, untuk menjaga stabilitas ketersediaan barang.
Meski tidak menyebut angka pasti, berapa jumlah permintaan yang diajukan, Samsudin optimistis pasokan yang dialokasikan mampu menutupi lonjakan kebutuhan warga.
“Kalau ini yang jelas melebihi apa yang diminta, pokoknya yang penting pada saat nanti, semua stok tersedia,” tegasnya.
Selain menambah suplai gas, Pemprov NTB juga menaruh perhatian terhadap potensi permainan harga di tingkat hilir.
Lonjakan permintaan dikhawatirkan dimanfaatkan oknum pengecer tidak bertanggung jawab, untuk melambungkan harga jual eceran di luar ketentuan pangkalan resmi.
Baca Juga: Pemda KSB Surati Kementerian ESDM Minta Kuota Gas Elpiji Subsidi Ditambah
Untuk meredam potensi spekulasi harga dan kelangkaan, Dinas ESDM NTB bersama Pertamina dan aparat penegak hukum (APH), melakukan pengawasan ketat hingga operasi pasar jika diperlukan.
“Biasanya kita lakukan operasi pasar lah, sama-sama ngecek agar situasi ini bisa kita kendalikan,” pungkas Samsudin.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan