LombokPost-Lebih dari 25 tahun data operasional di Batu Hijau, Sumbawa Barat, kini menjadi fondasi teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk membantu pengolahan mineral. Jutaan data historis itu dipadukan dengan data operasional secara real-time melalui Artificial Intelligence Dashboard Automation atau AIDA.
Sistem pendukung keputusan ini dikembangkan untuk membantu tim operasi dan metalurgi menentukan parameter proses yang lebih optimal di pabrik pengolahan Batu Hijau. Melalui kombinasi penyempurnaan proses dan optimalisasi berbasis AI, AMMAN mencatat peningkatan mineral recovery sekitar 2,5 persen.
Baca Juga: KLU Borong Tiga Penghargaan dari Kementerian Hukum
Peningkatan itu penting dalam proses pengolahan mineral. Setiap ton bijih yang ditambang menyimpan mineral berharga, tetapi tidak seluruh kandungannya dapat dipulihkan. Semakin besar mineral recovery, semakin banyak mineral berharga yang dapat dimanfaatkan dari bijih yang sudah ditambang. Pada saat yang sama, kandungan logam berharga yang tertinggal di tailings dapat dikurangi.
Di tengah karakteristik bijih yang semakin kompleks, peningkatan mineral recovery menjadi salah satu tantangan dalam menjaga nilai ekonomi sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya mineral. Di titik ini, teknologi digital dan AI digunakan untuk membantu membaca perubahan kondisi proses yang terus berlangsung.
Vice President Corporate Communications AMMAN Kartika Octaviana mengatakan, pengembangan AIDA menjadi bagian dari transformasi digital perusahaan untuk membangun operasional pertambangan yang semakin cerdas, efisien, dan berkelanjutan.
“AIDA mencerminkan budaya AMMAN yang selalu terdorong untuk terus menjadi lebih baik,” tegasnya.
Menurut Kartika, keberhasilan AIDA tidak hanya bertumpu pada teknologi. Data dan keahlian tim operasi tetap menjadi bagian penting dalam penerapannya.
“Keberhasilan inisiatif ini bukan hanya terletak pada teknologinya, melainkan pada sinergi antara data, inovasi, dan keahlian tim kami,” ujar Kartika.
Baca Juga: Kanwil Kemenkum NTB Fasilitasi Pembentukan Sentra KI di UMMAT Bima, Dorong Hilirisasi Inovasi Kampus
AIDA bekerja dengan mengolah jutaan data historis yang dikumpulkan selama lebih dari dua dekade. Data itu dipadukan dengan data operasional secara real-time untuk menganalisis kondisi proses dan menghasilkan rekomendasi yang mendukung peningkatan mineral recovery.
Salah satu fiturnya ialah Set Point Optimizer. Fitur ini memberikan rekomendasi penyesuaian sejumlah parameter penting dalam pengolahan, antara lain dosis reagen dan laju aliran air.
Jika sebelumnya metalurgis harus menelaah ribuan data yang terus berubah secara manual, AI membantu menyaring informasi paling relevan. Data tidak lagi berhenti sebagai kumpulan angka. Informasi itu diolah menjadi dasar pengambilan keputusan yang dapat segera ditindaklanjuti tim operasi.
Namun, AIDA tidak ditempatkan sebagai pengganti manusia. Teknologi berfungsi sebagai alat untuk memperkuat keahlian dan pengalaman para pekerja.
Setiap empat jam, tim operasi dan metalurgi bersama-sama meninjau rekomendasi yang dihasilkan AIDA. Analisis berbasis AI kemudian dikombinasikan dengan pengalaman operasional yang telah dibangun selama puluhan tahun sebelum keputusan penyesuaian proses diterapkan.
Hubungan antara mesin dan manusia menjadi bagian penting dalam penerapan AIDA. AI menyaring dan menganalisis jutaan data, sementara keputusan operasional tetap melalui penilaian tim yang memahami kondisi pengolahan di lapangan.
Pemanfaatan AI di Batu Hijau juga tidak berhenti pada pembangunan model teknologi. AMMAN melakukan penyempurnaan proses pengolahan secara menyeluruh, termasuk memastikan sensor, instrumen, dan sistem pengumpulan data mampu menghasilkan informasi yang akurat dan andal.
Baca Juga: BRIDA NTB Dorong Hilirisasi Riset Pariwisata Halal Lombok Lewat Policy Brief
Kualitas data menjadi faktor penting karena kemampuan AI menghasilkan rekomendasi bergantung pada informasi yang tersedia. Karena itu, transformasi digital tidak hanya berbicara tentang penggunaan teknologi baru, tetapi juga pembangunan fondasi data yang kuat.
Kombinasi penyempurnaan proses dan optimalisasi berbasis AI itu menghasilkan peningkatan mineral recovery sekitar 2,5 persen. Dalam operasi pertambangan berskala besar seperti Batu Hijau, tambahan recovery berarti semakin banyak mineral berharga yang dapat dimanfaatkan dari bijih yang sudah ditambang.
Pada saat bersamaan, kandungan logam berharga yang masih tertinggal di tailings dapat dikurangi. Teknologi pun tidak hanya menciptakan efisiensi ekonomi, tetapi juga memperkuat aspek konservasi sumber daya mineral.
AIDA menjadi salah satu bagian dari transformasi digital yang lebih luas di lingkungan AMMAN. Sejak 2020, perusahaan secara bertahap membangun fondasi digital untuk mendukung pertumbuhan bisnis.
Berbagai fungsi perusahaan, mulai dari keuangan, pengadaan, sumber daya manusia, hingga pengelolaan data dan analitik, diintegrasikan dalam sistem yang lebih terhubung. Integrasi juga diperlukan karena operasional tambang, smelter, pembangkit listrik, hingga fasilitas regasifikasi saling berkaitan.
Kecepatan memperoleh informasi dan mengambil keputusan menjadi semakin penting ketika bisnis berkembang dan tingkat kompleksitas operasional meningkat. Data yang sebelumnya tersebar di berbagai aktivitas kini dimanfaatkan untuk mendukung keputusan yang lebih cepat dan terukur.
Di pabrik pengolahan Batu Hijau, AI membantu tim memahami perubahan kondisi operasi dan menentukan penyesuaian proses. Pada tingkat bisnis, integrasi data membantu berbagai fungsi perusahaan bekerja dalam ekosistem yang lebih efisien, transparan, dan adaptif.
Baca Juga: Sumbawa dan Bima Pacu Realisasi Proyek Strategis Hilirisasi Ayam Terintegrasi
Upaya transformasi digital itu mengantarkan AMMAN meraih pengakuan dalam SAP Customer Excellence Awards for SEA 2026. Penghargaan diberikan atas pemanfaatan teknologi cloud untuk mempercepat transformasi bisnis melalui sistem kerja yang semakin terintegrasi dan berbasis data.
AMMAN memperoleh pengakuan pada kategori Autonomous Suite dan Data & AI. Kategori itu menilai kemampuan perusahaan membangun proses kerja digital yang lebih otomatis, saling terhubung, serta mampu mengubah data menjadi informasi untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis.
Kartika mengatakan, pemanfaatan teknologi menjadi bagian integral dari strategi bisnis perusahaan yang terus berkembang.
“Sejalan dengan visi AMMAN, kami terus memanfaatkan data, otomasi, dan teknologi untuk mendorong kinerja bisnis yang berkesinambungan,” tandasnya.
Chairman of The Indonesian Mining Institute (IMI) Prof Irwandy Arif mengatakan, penerapan AI di industri tambang mencakup berbagai aspek. Penggunaannya mulai dari analisis data geologi untuk memprediksi lokasi deposit hingga otomatisasi alat berat untuk keselamatan kerja.
“Selain itu, AI berperan penting dalam mitigasi dampak lingkungan melalui pemantauan kualitas air dan udara secara berkelanjutan,” jelasnya.
Irwandy mengingatkan, keberhasilan digitalisasi sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia dan kolaborasi lintas sektoral. Tantangan seperti ancaman siber dan biaya investasi awal yang tinggi tetap ada. Namun, menurut dia, manfaat jangka panjang berupa peningkatan profit serta operasi yang lebih ramah lingkungan jauh lebih signifikan.
“Praktik pertambangan berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui penerapan Good Mining Practice yang didukung oleh instrumen teknologi mutakhir,” jelasnya.
Di Batu Hijau, transformasi itu terlihat pada cara data digunakan dalam pengolahan mineral. Jutaan data yang dikumpulkan selama lebih dari dua dekade tidak lagi sekadar menjadi arsip operasional. Data dipadukan dengan informasi real-time dan kecerdasan buatan untuk membantu tim membaca kondisi proses.
Baca Juga: Pegadaian Salurkan Bantuan Rehab Diniyah dan Asrama Santri di Praya
AIDA dapat menghasilkan rekomendasi, tetapi manusia tetap meninjaunya setiap empat jam sebelum penyesuaian diterapkan. Dari hubungan antara data, teknologi, dan pengalaman itu, AMMAN mencatat peningkatan mineral recovery sekitar 2,5 persen.
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan