LombokPost-Nama AMMAN begitu lekat dengan aktivitas pertambangan di Batu Hijau, Sumbawa Barat. Namun, di balik geliat produksi mineral, perusahaan tambang tersebut turut menggerakkan denyut perekonomian NTB.
Berawal dari udara sejuk kaki Rinjani, geliat ekonomi tercipta dari tangan Ibu Saehun yang mengubah bawang putih Sembalun menjadi lebih dari sekadar produk olahan.
Dari kemasan sederhana yang dirintis dengan keterbatasan, Black Garlic buatannya kini menempati rak supermarket. Momen mengharukan terjadi saat wisatawan dari Meksiko dan Rusia mencicipi langsung produk ini dan seketika menawarkan kerja sama.
Respons positif mereka menjadi bukti bahwa bawang putih lokal Sembalun memiliki nilai tambah yang sangat tinggi di mata dunia.
“Mimpi besar saya adalah melalui Black Garlic ini, bawang putih Sembalun dapat kembali berjaya dan memakmurkan petani lokal. Jika jatuh satu kali, bangkitlah sepuluh kali,” pesan Ibu Saehun dengan penuh semangat.
Baca Juga: UPTD PLUT KLU Fokus Dampingi Sertifikasi Halal UMKM
Harapan itu sejalan dengan geliat perdagangan NTB yang semakin menunjukkan peran produk bernilai tambah, dalam menggerakkan ekonomi daerah.
Hingga Juni 2026. Nilainya mencapai USD 1.055,72 juta atau sekitar 82 persen dari total ekspor NTB. Pada periode yang sama, nilai ekspor NTB menembus USD 1.287,44 juta. Angka itu melonjak 620,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) NTB Ratih Hapsari Kusumawardani mengatakan, peningkatan itu turut mendorong neraca perdagangan NTB mencatat surplus USD 1.241,54 juta sepanjang Januari-Juni 2026.
“Khusus pada Juni 2026, neraca perdagangan NTB masih mencatat surplus sebesar USD 66,86 juta,” jelasnya, Jumat (31/7) lalu.
Kondisi itu tidak terlepas dari relaksasi dan pemberian izin ekspor konsentrat tembaga, serta katoda tembaga dari fasilitas smelter milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) yang beroperasi di NTB.
Besarnya nilai ekspor memperlihatkan, kuatnya peran sektor pertambangan mineral dalam struktur perdagangan luar negeri NTB.
Di sisi lain, kebutuhan impor NTB masih didominasi barang modal dan barang operasional yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan dan pemurnian mineral. Ban menjadi penyumbang terbesar dari lima komoditas impor utama dengan nilai USD 27,50 juta atau 65,41 persen.
Ban digunakan untuk mendukung operasional haul truck dan alat berat di kawasan Batu Hijau, serta kebutuhan konstruksi smelter. Impor juga mencakup suku cadang mesin senilai USD 5 juta atau 11,89 persen, disusul mesin USD 4,54 juta atau 10,80 persen. Suku cadang dan aksesori mobil untuk mendukung armada logistik mencapai USD 3,12 juta atau 7,42 persen.
Produk olahan kimia yang digunakan sebagai bahan penolong dalam proses pemurnian tercatat USD 1,88 juta atau 4,47 persen. Arus perdagangan itu menjadi salah satu bagian dari jejak ekonomi AMMAN.
Baca Juga: Desa Berdaya Jadi Jalan UMKM NTB Tembus Pasar Global
Dampaknya juga diukur melalui kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI). LPEM FEB UI merilis kajian bertajuk Analisis Dampak Makroekonomi dan Sosial Ekonomi PT AMMAN.
Kajian mengestimasi kontribusi kegiatan pertambangan, pembangunan smelter, dan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) AMMAN terhadap perekonomian nasional dan daerah sepanjang 2018 hingga 2024. Kajian menggunakan pendekatan economic multiplier berbasis Inter-Regional Input-Output (IRIO).
Metode itu mengestimasi dampak ekonomi dari belanja investasi, operasional, dan program pemberdayaan masyarakat AMMAN terhadap perekonomian nasional dan daerah.
Pendekatan itu tidak hanya menghitung dampak langsung, seperti belanja barang dan jasa kepada kontraktor, pemasok, atau sektor lain yang berkaitan dengan usaha AMMAN. Kajian juga menghitung dampak tidak langsung berupa aktivitas ekonomi yang muncul ketika pemasok berproduksi untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.
Melalui keterkaitan antarsektor dan antarwilayah, rangkaian aktivitas itu menciptakan efek berganda di wilayah lokasi AMMAN dan wilayah lain yang terhubung. Sepanjang periode kajian, kontribusi AMMAN terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai Rp 173,4 triliun.
Baca Juga: Sebelum Bahaya Menjadi Bencana, AMMAN Membaca Risiko dengan Teknologi
Rata-ratanya Rp24,8 triliun per tahun, setara sekitar 0,13 persen dari PDB Atas Dasar Harga Berlaku nasional tahun 2024. Menurut Kepala Kajian Natural Resources and Energy Studies LPEM FEB UI Uka Wikarya, kegiatan usaha AMMAN berperan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di berbagai daerah.
“Temuan kajian menunjukkan bahwa kontribusi AMMAN tidak hanya terlihat pada angka-angka makro, tetapi juga pada tingkat rumah tangga dan komunitas,” terang Uka.
Salah satu efek berganda muncul dari kebutuhan penyediaan makanan bagi ribuan karyawan. Kebutuhan itu ikut menghidupkan usaha petani, peternak, dan penyedia bahan pangan lokal. Kebutuhan logistik dan jasa lainnya juga membuka kesempatan kerja di berbagai sektor dan wilayah.
“Inilah yang membuat pertumbuhan ekonomi yang dipicu AMMAN berdampak dengan skala luas dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat,” jelasnya.
Kajian mencatat penciptaan pendapatan rumah tangga mencapai Rp 67,6 triliun selama periode 2018 hingga 2024. Peningkatan pendapatan itu diestimasi turut berkontribusi pada penurunan tingkat kemiskinan nasional sebesar 0,024 hingga 0,098 poin persentase atau sekitar 80 ribu hingga 206 ribu orang.
Kajian juga mengestimasi penurunan tingkat pengangguran nasional sebesar 0,012 hingga 0,069 poin persentase atau sekitar 29 ribu hingga 90 ribu orang.
Dalam aspek ketenagakerjaan, aktivitas AMMAN rata-rata menghasilkan sekitar 55 ribu lapangan kerja per tahun secara nasional. Angka itu mencapai puncaknya pada 2024 dengan lebih dari 105 ribu kesempatan kerja.
Penciptaan lapangan kerja tidak hanya berasal dari kegiatan operasional langsung perusahaan. Efek berganda juga muncul melalui sektor ekonomi lain yang terhubung secara langsung dan tidak langsung dalam rantai pasok domestik.
Baca Juga: Kanwil Kemenkum NTB Gencarkan Perlindungan Merek UMKM di Sumbawa Barat, Gandeng PT Amman dan Polres
Pada sisi fiskal, total kontribusi sepanjang 2018 hingga 2024 mencapai Rp 39,05 triliun. Nilai itu mencakup pembayaran langsung ke kas negara maupun kontribusi tidak langsung oleh wajib pajak yang terdampak aktivitas AMMAN.
Kontribusi fiskal itu mencakup pembayaran pajak, royalti, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), serta peningkatan penerimaan fiskal dari sektor terkait. Dari perspektif eksternal, total ekspor perusahaan mencapai USD 10,29 miliar selama periode kajian.
Aktivitas itu menghasilkan penghematan devisa bersih sebesar USD 7,66 miliar atau rata-rata USD 1,09 miliar per tahun.
Temuan itu mengindikasikan peran AMMAN dalam memperkuat stabilitas eksternal dan cadangan devisa Indonesia. Ke depan, LPEM FEB UI menilai beroperasinya smelter tembaga AMMAN diharapkan semakin meningkatkan nilai tambah domestik.
Operasi smelter juga dinilai dapat memperkuat hilirisasi industri mineral nasional dan mendorong perkembangan industri hilir berbasis logam, seperti elektronik, energi, dan manufaktur. Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan penguatan ekosistem industri hilir, LPEM FEB UI menilai AMMAN berpotensi menjadi salah satu pendorong struktur ekonomi nasional.
Perannya diharapkan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif.
Dampak fiskal juga mengalir ke daerah. Anak perusahaan AMMAN, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), mentransfer Dana Bagi Hasil (DBH) dari keuntungan bersih tahun 2025 sebesar Rp 60,36 miliar ke kas Pemprov NTB. Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) NTB Baiq Nelly Yuniarti membenarkan dana itu telah diterima pemerintah daerah. “Iya (benar), sudah masuk ke kas daerah,” terangnya.
Menurut Nelly, masuknya DBH menjadi tambahan bagi kapasitas fiskal daerah. Pemprov NTB mengapresiasi PT AMNT yang tetap memenuhi kewajibannya sesuai ketentuan di tengah dinamika operasional perusahaan. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada PT AMNT yang telah melaksanakan kewajibannya,” kata Nelly.
Besaran DBH yang diterima daerah mengikuti hasil produksi dan mekanisme pembagian yang telah ditetapkan. “Jadi memang yang terlapor di kita sekian, maka otomatis hak kita sekian,” kata dia.
Pemprov NTB berharap kontribusi sektor pertambangan, termasuk dari AMNT, dapat terus dioptimalkan. Peningkatan kontribusi dinilai penting untuk memperkuat pendapatan daerah sekaligus memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian masyarakat.
Baca Juga: Megawati Minta MotoGP Mandalika Beri Dampak Ekonomi Nyata
Vice President Corporate Communications AMMAN Kartika Octaviana mengatakan perusahaan berkomitmen membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat, sekaligus mendukung pengembangan industri hilirisasi nasional yang memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.
“Bagi kami, dialog yang berkelanjutan menjadi fondasi penting dalam mendukung operasional smelter yang aman dan bertanggung jawab agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi ekonomi daerah dalam jangka panjang,” ujar Kartika.
Melalui program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yang digagas oleh PT AMMAN, membuktikan dengan pendampingan yang tepat, potensi lokal bisa menjadi kekuatan global yang lebih lestari dan berdampak luas.
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan