LombokPost - Kebakaran melanda rumah adat Sasak di kawasan Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Minggu (23/8) dini hari. Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal bersama Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi warga dan penanganan pascakebakaran.
Keduanya tiba sekitar pukul 01.00 Wita. Gubernur dan kapolda mengecek bangunan yang terdampak serta kondisi kawasan permukiman adat Sade yang menjadi salah satu destinasi wisata budaya di Lombok Tengah.
Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja mengatakan, kepolisian bersama pemerintah daerah langsung melakukan pengecekan untuk memastikan situasi di sekitar lokasi tetap aman.
“Kami bersama gubernur NTB datang untuk melihat langsung kondisi rumah adat yang terdampak kebakaran, serta memastikan situasi di sekitar lokasi tetap aman,” kata Kalingga.
Baca Juga: Terang Benderang, Ini Tanda-tanda Rafael Leao Segera Disingkirkan AC Milan
Polisi, lanjutnya, siap mendukung penanganan pascakebakaran, termasuk pengamanan lokasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk penanganan selanjutnya,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal tiba di lokasi setelah sebelumnya meninjau lokasi gempa NTT. Ia melihat langsung petugas pemadam kebakaran, aparat TNI-Polri, dan warga masih melakukan penanganan kebakaran.
Iqbal menegaskan, keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan musibah tersebut. Pemerintah juga harus segera memastikan kebutuhan dasar warga yang terdampak terpenuhi.
“Yang paling penting saat ini adalah bagaimana seluruh masyarakat dan warga dalam keadaan selamat,” ujar Iqbal.
Baca Juga: PSC 119 RSUD Ruslan Siapkan Generasi Tanggap Darurat
Menurutnya, penanganan warga terdampak tidak cukup hanya dengan menyediakan tempat pengungsian. Kebutuhan sandang, pangan, rasa aman, hingga keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat harus dipastikan.
“Yang pertama sekarang dan harus cepat adalah bagaimana kebutuhan dan rasa aman masyarakat yang rumahnya terbakar kita perhatikan. Kebutuhan sandang, pangan, dan aktivitas sosial ekonomi mereka harus kita pastikan,” katanya.
Iqbal juga meminta agar pendidikan anak-anak dari keluarga terdampak tidak terganggu akibat kebakaran.
“Anak-anak kita pastikan pendidikannya tidak terganggu,” imbuhnya.
Baca Juga: Menenun Hijau di Tanah Bekas Tambang Amman: Jalinan Ijuk, Komitmen dan Keringat Pekerja (3/Habis)
Untuk tahap berikutnya, pemerintah provinsi akan berkoordinasi dengan Bupati Lombok Tengah dan pihak terkait untuk menentukan langkah penanganan. Termasuk menyiapkan rencana pemulihan hingga rekonstruksi kawasan Desa Adat Sade.
“Saya akan segera berkomunikasi dengan Bupati Lombok Tengah untuk mengambil langkah cepat dan tepat. Nanti kita pikirkan bagaimana merekonstruksi kembali Desa Adat Sade,” pungkasnya.
Desa Adat Sade dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan Lombok Tengah. Permukiman tradisional masyarakat Sasak tersebut memiliki rumah adat dengan bentuk dan arsitektur khas yang menjadi daya tarik wisatawan.
Pemerintah berharap kebakaran tersebut tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan ke kawasan Desa Adat Sade.
Editor : Marthadi