Jelang Muswil VIII, LDII NTB Perkuat Komunikasi Publik dan Hadirkan Solusi Masalah Lingkungan

Hamdani Wathoni • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:53 WIB
SILATURAHIM MEDIA: Ketua DPW LDII NTB Abdullah A. Karim (tengah) memaparkan arah kebijakan dan program prioritas organisasi saat acara Media Gathering menjelang Muswil VIII LDII NTB di Sunset Land, Sekarbela, Mataram, Senin (24/8). (Foto: Toni/Lombok Post)
SILATURAHIM MEDIA: Ketua DPW LDII NTB Abdullah A. Karim (tengah) memaparkan arah kebijakan dan program prioritas organisasi saat acara Media Gathering menjelang Muswil VIII LDII NTB di Sunset Land, Sekarbela, Mataram, Senin (24/8). (Foto: Toni/Lombok Post)


LombokPost – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Media Gathering bersama wartawan di Sunset Land, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Senin (24/8). 

Ajakan silaturahim ini dilaksanakan sebagai rangkaian menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII LDII NTB.

Muswil VIII LDII NTB dijadwalkan berlangsung pada 24–25 Agustus di Gedung Sangkareang, Kompleks Kantor Gubernur NTB, Jalan Pejanggik No. 12, Mataram.

Seluruh perwakilan pengurus LDII dari 8 kabupaten dan 2 kota se-NTB telah hadir untuk merumuskan arah kebijakan organisasi lima tahun ke depan.

Ketua DPW LDII NTB Abdullah A. Karim menjelaskan, Muswil kali ini mengusung tema "Membangun Sumber Daya Manusia Profesional Religius melalui Kolaborasi dan Sinergi Bersama Menuju NTB Makmur Mendunia".

LDII memfokuskan pengabdian pada delapan klaster program utama, yakni kebangsaan, dakwah dan keagamaan, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan alami, ketahanan pangan dan lingkungan, teknologi digital, serta energi baru terbarukan.

​"Hal ini menjadi bentuk upaya kontribusi nyata LDII dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Untuk itu LDII NTB berupaya melaksanakannya, salah satunya tentang kebangsaan dan lingkungan hidup," jelas Abdullah.

Baca Juga: BTN Salurkan Bantuan untuk 320 Warga Terdampak Kebakaran Sade

​Isu lingkungan hidup, khususnya persoalan darurat sampah di NTB, menjadi sorotan utama. Ketua Panitia Pengarah Muswil LDII NTB, M. Ramadhani, menegaskan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan. LDII telah menggagas Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masjid (PPSBM).

​Melalui gerakan tersebut, setiap masjid, majelis taklim, hingga pondok pesantren binaan LDII didorong menjadi pelopor 'Masjid Bebas Sampah' dan menggerakkan bank sampah.

"Penyelesaian masalah sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Harus dimulai dari rumah, dari masjid, dari komunitas. Kita gerakkan warga agar memilah dan mengolahnya," ujar Ramadhani yang juga menjabat Sekretaris DPW LDII NTB.

​Senada dengan hal itu, Ketua Umum DPP LDII H. Dody Taufiq Wijaya menegaskan, LDII terus mengembangkan dakwah bil hal (keteladanan dan aksi nyata) yang berlandaskan moderasi beragama serta komitmen kebangsaan menjaga Pancasila dan NKRI.

Menurutnya, peduli terhadap lingkungan dan pelestarian ekologi merupakan bagian dari manifestasi dakwah rahmatan lil alamin.
​Dody juga menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa kawasan Desa Adat Sade, Lombok Tengah, pada Sabtu (22/8/2026) malam lalu.

Musibah yang menghanguskan sejumlah bangunan tradisional beratap ilalang dan berdinding bambu tersebut dinilainya sebagai duka bersama.

Baca Juga: Sambut Milad ke-49, BKPRMI NTB Bersih-Bersih Masjid di Sembalun

​"Duka ini adalah duka nasional karena Kampung Adat Sade merupakan warisan budaya yang memiliki keunikan tersendiri.  Rekonstruksi Desa Adat Sade ke depan harus menjadi momentum menghadirkan pariwisata berkelanjutan yang berbasis pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, serta mitigasi bencana," tegas Dody seraya mengajak seluruh pihak berkolaborasi memulihkan ikon budaya NTB tersebut.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
LDII NTB dakwah islam NTB