LombokPost – Yayasan Baitul Maal (YBM) PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menyalurkan bantuan sembako dan perlengkapan ibadah kepada warga terdampak kebakaran di Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Selasa (25/8).
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus respons cepat PLN terhadap warga yang tengah menghadapi kondisi darurat pascakebakaran.
Kebakaran menghanguskan sekitar 75 rumah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp 35 miliar.
Ketua YBM PLN UIP Nusra Eko Priyono mengatakan, bantuan yang disalurkan diharapkan dapat meringankan beban warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar setelah kebakaran.
Baca Juga: DJP Powerful Bantu UMKM Lombok Barat Naik Kelas, Gerobak Dagang Jadi Suntikan Modal Usaha
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak. Dalam kondisi seperti ini, kebutuhan dasar dan perlengkapan ibadah menjadi hal penting yang perlu segera dipenuhi,” ujar Eko.
Warga Sade mengapresiasi respons PLN yang hadir memberikan bantuan tanggap darurat. Bantuan tersebut dinilai membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang kehilangan tempat tinggal serta berbagai barang kebutuhan akibat kebakaran.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra RDW Manurung mengatakan, penanganan dilakukan secara terkoordinasi dengan pemerintah daerah. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan warga terdampak.
“Dalam situasi tanggap darurat, koordinasi menjadi penting agar bantuan dapat diberikan secara tepat dan sesuai kebutuhan yang teridentifikasi,” kata Manurung.
Baca Juga: Yayasan Cili Community House KLU Ikut Merasakan Duka Kebakaran Kampung Sade
Dia berharap dukungan PLN melalui YBM dapat membantu meringankan beban warga Sade yang terdampak kebakaran.
PLN UIP Nusra menyatakan akan terus menjalankan berbagai bentuk kepedulian sosial melalui YBM maupun program lainnya. Termasuk memberikan dukungan kepada masyarakat ketika terjadi kondisi darurat yang membutuhkan penanganan bersama.
Editor : Marthadi