LombokPost – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menanam 3.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Penanaman tersebut menjadi tahap awal dari total 5.000 bibit mangrove yang disiapkan PLN untuk merehabilitasi ekosistem pesisir sekaligus menghidupkan kembali potensi ekowisata mangrove di wilayah ring 1 pembangunan PLTU Lombok FTP-2 Sambelia.
Ribuan bibit mangrove itu ditanam di sekitar badan Sungai Padak Guar dengan melibatkan masyarakat setempat. Program rehabilitasi tersebut selanjutnya akan dilanjutkan dengan penataan kawasan wisata mangrove.
Kepala Dusun Padak Guar Riyan Pebriyansah mengatakan kawasan mangrove di wilayahnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Namun, pengelolaan kawasan selama ini belum maksimal karena terkendala biaya.
Baca Juga: Polda NTB Matangkan Pengamanan MotoGP Mandalika 2026, BIZAM Jadi Titik Awal Perhatian
“Kami bersyukur ada program ini. Kawasan mangrove di sini sebenarnya punya potensi untuk wisata, tetapi selama ini kurang diperhatikan karena keterbatasan biaya,” ujar Riyan.
Dia berharap dukungan PLN dapat membuat kawasan mangrove kembali terawat sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat, baik untuk kepentingan lingkungan maupun kegiatan wisata.
Selain memulihkan ekosistem pesisir, keberadaan mangrove dinilai penting untuk menjaga fungsi ekologis kawasan, termasuk menjadi pelindung alami dari gelombang laut. Pengembangan ekowisata juga diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Program tersebut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB, praktisi dan ahli lingkungan, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pemerintah desa, serta masyarakat Padak Guar.
Baca Juga: Pengiriman J&T Express Tumbuh 65 Persen, Ini Strategi di Usia ke-11
Assistant Manager Komunikasi dan TJSL PT PLN (Persero) UIP Nusra Riyan Dharma Putra mengatakan, program tersebut tidak berhenti pada penanaman bibit.
“Selain penanaman bibit, ke depan kami juga merencanakan penataan kawasan wisata mangrove yang dapat dikelola dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.
Menurut Riyan, rehabilitasi lingkungan diharapkan berjalan beriringan dengan pengembangan potensi wisata sehingga manfaat program dapat dirasakan langsung masyarakat Padak Guar.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra RDW Manurung mengatakan, rehabilitasi mangrove merupakan bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN di sekitar wilayah pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
“PLN memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan di sekitar area pembangunan. Program ini kami jalankan selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), dengan fokus pada keberlanjutan dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Resmi Tinggalkan Manchester United, Pemain Muda Ini Menuju Arsenal
Manurung menambahkan, rehabilitasi mangrove tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi PLN terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) ke-14 terkait ekosistem laut.
Dia berharap kawasan mangrove Desa Padak Guar tidak hanya kembali pulih secara ekologis, tetapi juga berkembang menjadi destinasi ekowisata yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Harapannya, kawasan mangrove Desa Padak Guar dapat kembali hidup sebagai destinasi ekowisata dan menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat,” tandasnya.
Editor : Marthadi