LombokPost – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) merombak sejumlah posisi manajemen. Penyegaran organisasi ini ditandai dengan serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat, Jumat (4/9).
Pergantian salah satunya terjadi di posisi Manager Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 1. Jabatan tersebut kini dipercayakan kepada Lutfi Mustakim.
Lutfi menggantikan Yogi Yohannes Siburian yang mendapat penugasan baru sebagai Manager Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Tenggara pada PT PLN (Persero) UIP Sulawesi.
Selain manager UPP Nusra 1, sejumlah posisi strategis lainnya di lingkungan PLN UIP Nusra juga mengalami perubahan.
Baca Juga: Pemanasan PON 2028: Tim Hoki NTB Tampil Impresif di Kejurnas Hoki Indoor
Awal Yudi Naryanto dipercaya sebagai Assistant Manager Pengendalian Proyek UPP Nusra 1. Kemudian, Maulana Indra Gunawan mendapat amanah sebagai Assistant Manager Pengendalian Konstruksi PLN UIP Nusra.
Posisi Assistant Manager Pengendalian Kontrak dan Risiko Proyek PLN UIP Nusra dipercayakan kepada Yazid Basthomi. Sementara Adiartha Prihananto ditugaskan sebagai Assistant Manager PMIS PLN UIP Nusra.
Perubahan juga terjadi pada posisi Senior Officer Kinerja dan Perencanaan. Jabatan tersebut selanjutnya diemban Asmar AR pada PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sulawesi.
General Manager PLN UIP Nusra RDW Manurung mengatakan, penyegaran tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus upaya memperkuat pelaksanaan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Nusa Tenggara.
Baca Juga: Putri Mahkota Swedia Tanam Terumbu Karang di Gili Meno
Dia menyampaikan apresiasi kepada para pejabat yang telah menjalankan tugas pada posisi sebelumnya. Manurung juga meminta pejabat yang mendapat penugasan baru segera beradaptasi dan memberikan kinerja terbaik.
"Setiap amanah dan penugasan baru adalah bagian dari dinamika organisasi sekaligus kesempatan untuk memberikan kontribusi yang lebih besar," ujar Manurung.
Menurut dia, soliditas organisasi menjadi salah satu kunci untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai target, standar, serta ketentuan yang berlaku.
Manurung juga menekankan pentingnya menjaga kolaborasi dan kesinambungan kinerja di tengah pembangunan berbagai infrastruktur ketenagalistrikan.
Baca Juga: 17 Kemenangan Beruntun! Sabalenka Singkirkan Townsend dan Jaga Mimpi Juara Tiga Kali
"Dengan kekuatan organisasi yang solid, kita dapat memastikan setiap proyek berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.
Sertijab tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari rotasi dan penyegaran organisasi. Penugasan baru juga diharapkan memperkuat koordinasi, efektivitas pengendalian proyek, serta mempercepat pencapaian target pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Nusa Tenggara.
Editor : Marthadi