LombokPost – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) meresmikan Centralized Command Center di lingkungan PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) NTB, Kamis (10/9).
Fasilitas tersebut menjadi pusat monitoring dan koordinasi operasional kelistrikan yang mengintegrasikan informasi dari berbagai unit. Kehadirannya ditujukan untuk mempercepat penerimaan informasi, koordinasi, hingga tindak lanjut terhadap kondisi sistem kelistrikan di NTB.
Peresmian dilakukan Direktur Distribusi PT PLN (Persero) Arsyadany G. Akmalaputri bersama Executive Vice President Operasi Distribusi Sugeng Widodo dan General Manager PLN UIW NTB Yondri Zulfadli. Sejumlah jajaran manajemen PLN Pusat turut hadir.
Arsyadany mengatakan, Centralized Command Center tidak sekadar menghadirkan fasilitas berbasis teknologi. Lebih dari itu, pusat kendali tersebut diharapkan mampu memperkuat proses pengambilan keputusan dan respons operasional PLN.
Baca Juga: Dewan Dorong Pasang Pipa Bawah Laut ke Gili Trawangan
“Centralized Command Center bukan hanya mengenai fasilitas dan teknologi, tetapi bagaimana data dan informasi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan respons operasional yang lebih cepat, tepat, dan terukur,” katanya.
Menurut dia, pengelolaan informasi secara terintegrasi akan membuat koordinasi antarunit semakin efektif. Hal tersebut sekaligus diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan.
Untuk menjalankan fungsi tersebut secara berkelanjutan, Centralized Command Center UIW NTB didukung 36 personel. Rinciannya, 28 pegawai Centralized Command Center dan delapan pegawai callback.
Puluhan personel itu bekerja dalam sistem empat shift dengan pola tiga shift bertugas dan satu shift libur. Pola tersebut memungkinkan kegiatan monitoring, penerimaan informasi, koordinasi, dan callback berlangsung secara berkesinambungan.
Baca Juga: Murid dari Tiga Sekolah di Batukliang Keracunan MBG, Diduga Menu Kebab dan Daging Ayam
Manager PLN UP2D NTB Faris Fitrianto mengatakan, keberadaan Centralized Command Center memperkuat fungsi pengaturan distribusi melalui integrasi sistem, informasi, dan sumber daya manusia.
“Centralized Command Center sebagai penguatan proses kerja, bukan sekadar penambahan fasilitas. Dengan dukungan sistem yang terintegrasi, personel yang kompeten, serta pola kerja shift yang terstruktur, kami dapat mempercepat alur informasi dan koordinasi,” jelas Faris.
Dia menambahkan, setiap kondisi operasional yang membutuhkan penanganan dapat segera diterima dan diteruskan kepada unit terkait. Dengan begitu, tindak lanjut dapat dilakukan secara lebih cepat dan terukur.
Sementara itu, General Manager PLN UIW NTB Yondri Zulfadli mengatakan, peresmian Centralized Command Center menjadi bagian dari transformasi PLN dalam membangun tata kelola kelistrikan yang lebih adaptif.
Baca Juga: Kuasa Hukum Gus Alex Minta Jokowi Bersaksi di Sidang Kuota Haji, KPK Tunggu Majelis Hakim
“Dengan dukungan 28 personel Centralized Command Center, 8 personel callback, serta sistem kerja empat shift, kami ingin memastikan informasi dapat dikelola secara cepat, koordinasi berjalan efektif, dan setiap kebutuhan operasional mendapatkan tindak lanjut yang tepat,” ujarnya.
Yondri menegaskan, penguatan sistem tersebut pada akhirnya diarahkan untuk meningkatkan keandalan dan responsivitas layanan kelistrikan bagi masyarakat NTB.
Melalui Centralized Command Center, PLN UIW NTB mengintegrasikan data, teknologi, dan sumber daya manusia dalam satu mekanisme kerja. Sistem tersebut diharapkan memperkuat monitoring kondisi kelistrikan sekaligus mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Editor : Marthadi