LombokPost-- Sebanyak 180 peserta dari kalangan generasi Hindu di Kota Mataram menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam seni, sastra, hingga pemahaman ajaran keagamaan dalam Utsawa Dharmagīta (UDG) XVI Tingkat Kota Mataram Tahun 2026, Sabtu (12/9).
Tak sekadar menjadi ajang perlombaan, UDG tahun ini membawa pesan yang lebih luas. Melalui tema “Saṁwacana Sarwa Bhawa Ekatwa: Penguatan Literasi Ekoteologi (Green Dharma) Menuju Harmonisasi Kehidupan”, peserta diajak memahami bahwa nilai-nilai dharma juga harus diwujudkan dalam kepedulian terhadap alam dan lingkungan.
Ketua Lembaga Pengembangan Dharmagita (LPDG) Kota Mataram, Ida Wayan Putra Ekantara, SSTP., MH., mengatakan UDG menjadi ruang pembelajaran bagi umat Hindu, khususnya generasi muda, untuk memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus mengimplementasikan nilai dharma dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, literasi keagamaan tidak boleh berhenti pada kemampuan membaca, menghafal, atau menyampaikan ajaran agama. Lebih penting, nilai yang dipelajari harus mampu diterapkan dalam kehidupan nyata.
“Melalui UDG ini, kami ingin literasi keagamaan tidak berhenti pada kemampuan membaca, menghafal, maupun menyampaikan ajaran agama. Nilai-nilai tersebut harus mampu diwujudkan dalam kehidupan nyata, termasuk dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.
Baca Juga: Abaikan Surat Peringatan, 63 Jukir di Mataram Kena Sanksi Tegas
Konsep Green Dharma dipilih sebagai upaya membangun kesadaran bahwa kehidupan manusia, alam, dan nilai spiritual memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan.
Pesan itu dinilai penting untuk terus ditanamkan, terutama kepada generasi muda Hindu.
“Yang kita bangun bukan hanya kompetisi, tetapi juga proses pembelajaran. Anak-anak dan generasi muda Hindu harus memiliki keberanian tampil, kemampuan berkomunikasi, serta pemahaman yang baik terhadap ajaran dan seni keagamaan,” kata Ida Wayan Putra Ekantara.
Dalam UDG XVI ini, para peserta berkompetisi dalam sembilan cabang lomba. Mulai dari Membaca Śloka, Membaca Palawākya, Membaca Kakawin, Dharmawacana Bahasa Indonesia, Dharmawacana Bahasa Inggris, Nyanyian Keagamaan Hindu, Menghafal Śloka, Dharmawiwada atau Debat Keagamaan Hindu, hingga Dharmacarita atau Seni Bercerita.
Untuk menjaga kualitas dan objektivitas penilaian, panitia melibatkan 33 dewan juri dari kalangan akademisi dan tokoh umat Hindu di Kota Mataram.
Kehadiran para juri dari berbagai latar belakang diharapkan tidak hanya menghasilkan penilaian profesional, tetapi juga memberi dorongan kepada peserta untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka.
Ida Wayan Putra Ekantara berharap UDG XVI Kota Mataram mampu melahirkan generasi Hindu yang tidak hanya unggul dalam seni dan sastra keagamaan, tetapi juga memiliki karakter serta kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.
“Harapannya, semangat harmonisasi kehidupan yang menjadi pesan utama tema UDG ini benar-benar tumbuh dalam diri peserta dan seluruh umat. Dharma harus menjadi nilai yang hidup, termasuk dalam cara kita memperlakukan alam dan sesama,” pungkasnya.
Baca Juga: Dinas PUPRPKP NTB Dominasi Temuan BPK, Tunggakan Capai Rp 5 Miliar
Pelaksanaan UDG XVI Tingkat Kota Mataram Tahun 2026 dibiayai melalui LPDG Kota Mataram sebagai bagian dari upaya pengembangan dan pembinaan dharmagita serta generasi muda Hindu di Kota Mataram.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post