LombokPost-Dinas Kesehatan (Dikes) NTB menyiapkan tenaga kesehatan untuk mendukung layanan medis selama MotoGP Mandalika 2026. “Kalau kita di kesehatan itu bicara pertama untuk medical-nya dulu, terutama medical support,” kata Kepala Dikes NTB L Hamzi Fikri, Senin (14/9).
Pada area ring 1 bagian risiko (risk), disiapkan 170 tenaga kesehatan. Untuk layanan intrahospital di dalam ring 1, disiapkan 28 tenaga kesehatan beserta fasilitas pendukung.
Dukungan kesehatan juga disiapkan di luar ring 1. Untuk kawasan non-risk atau ring 3, Dikes NTB juga menyiapkan 185 personel. “Jadi total SDM yang kita siapkan itu 383 orang,” ujarnya.
Baca Juga: Jelang MotoGP Mandalika 2026, Polda NTB Siapkan Ribuan Personel dan Puluhan Pos Pengamanan
Dukungan juga diperkuat dengan ambulans yang ditempatkan di sejumlah titik. Sebanyak 14 ambulans disiapkan di area risk, 32 ambulans untuk non-risk, serta 22 unit di ground post.
Selain itu, Dikes menyiapkan 14 tenda medis untuk mendukung penanganan di lapangan. Selanjutnya menyiapkan sejumlah pos kesehatan di jalur yang dilalui penonton. Penempatan pos disesuaikan dengan konsep kewilayahan.
“Di Lombok Barat kita siapkan tiga pos, Lombok Tengah lima pos, Lombok Timur dan Lombok Utara satu pos, dan Mataram juga,” terangnya.
Di Lombok Tengah, sejumlah puskesmas juga disiapkan sebagai bagian dari dukungan layanan kesehatan, di antaranya Puskesmas Kuta, Sengkol, Teruai, Mangkung, Penujak, dan Batujai.
Untuk penanganan kasus yang membutuhkan rujukan, RSUD NTB disiapkan menangani kasus yang dialami pembalap. “Rujukannya ke RSUD NTB menggunakan helikopter,” kata dia.
Sementara rujukan bagi penonton disiapkan melalui sejumlah rumah sakit, yakni RS Mandalika, RSUD Praya, RSUD Lombok Barat, serta RSUD Kota Mataram. Dikes juga berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan swasta.
Baca Juga: MotoGP Mandalika 2026, NTB Lebih Siap, Lebih Baik, dan Lebih Berdampak
Untuk jalur kedatangan penonton, pos kesehatan disiapkan di sejumlah lokasi. Di antaranya di Pelabuhan Bangsal, Pelabuhan Lembar, Gerung, Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Desa Sade, Sunggung, hingga Kayangan, Lombok Timur.
Dikes juga menggunakan jalur Public Safety Center (PSC) 119 untuk menggerakkan sumber daya kesehatan. Pasien yang pertama kali ditangani di pos kesehatan, mendapatkan penanganan kegawatdaruratan medis dan menjalani triase sebelum ditentukan lokasi rujukan.
“Ketika dia ditangani pertama di pos kesehatan, kemudian kegawatdaruratan medisnya ditangani awal, kemudian di-triase, baru disebar, dirujuk ke mana,” jelasnya.
Dari sisi dokter, Dikes NTB juga telah memiliki tenaga medis yang telah tersertifikasi. Ada juga dokter dari provinsi lain tetap tersedia, namun lebih sebagai tenaga pendukung.
Untuk layanan intrahospital, sejumlah dokter spesialis juga disiapkan, terutama spesialis yang berkaitan dengan penanganan kegawatdaruratan dan kecelakaan.
Terpisah, Asisten II Setda NTB Lalu Mohamad Faozal memastikan dukungan pembiayaan layanan kesehatan untuk MotoGP Mandalika 2026, menjadi bagian dari komitmen Pemprov NTB. “Pak gubernur sudah sampaikan bahwa itu adalah bagian dari komitmen provinsi,” ujarnya.
Baca Juga: ITDC Kejar Homologasi Sirkuit Mandalika untuk MotoGP 2026
Anggaran yang disiapkan juga menyangkut tenaga kesehatan, serta sejumlah fasilitas medis. Total sementara anggaran yang disampaikan mencapai Rp 3,5 miliar, dan dukungan pembiayaan semacam ini dari Pemprov NTB juga bukan kali pertama di lakukan. "Ini bagian dari kolaborasi," katanya.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan