Kekeringan di NTB Meluas ke 66 Kecamatan, 3,4 Juta Liter Air Disalurkan

Yuyun Kutari • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 05:48 WIB
KEBUTUHAN DASAR: Petugas BPBD Kabupaten Bima mendistribusikan air bersih, ke warga terdampak kekeringan, beberapa waktu lalu. (BPBD NTB FOR LOMBOK POST)
KEBUTUHAN DASAR: Petugas BPBD Kabupaten Bima mendistribusikan air bersih, ke warga terdampak kekeringan, beberapa waktu lalu. (BPBD NTB FOR LOMBOK POST)

LombokPost-Sebanyak 66 kecamatan di sembilan kabupaten/kota di NTB kini terdampak kekeringan. Kondisi itu mencakup 227 desa, dengan distribusi air bersih yang telah mencapai 3.405.400 liter.

Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin mengatakan, kekeringan terjadi hampir di seluruh wilayah NTB. Hanya Kota Mataram yang sejauh ini belum mencatatkan wilayah terdampak. “Seluruh wilayah di NTB saat ini telah resmi berada pada periode musim kemarau yang diperkuat oleh fenomena El Nino,” tegasnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak guna mengantisipasi krisis air bersih. Berdasarkan data penanganan kekeringan per 14 September, Lombok Utara mencatat lima kecamatan dan 18 desa terdampak dengan status Siaga Darurat. Distribusi air bersih di wilayah tersebut mencapai 200 ribu liter. 

Baca Juga: Pemkab Lobar Tetapkan Status Darurat Kekeringan

Di Lombok Barat, kekeringan melanda enam kecamatan dan 21 desa dengan status Siaga Darurat. Air bersih yang telah didistribusikan mencapai 55.400 liter.

Lombok Tengah menjadi salah satu daerah dengan sebaran terdampak cukup luas, yakni sembilan kecamatan dan 45 desa. Wilayah tersebut berstatus Siaga Darurat dengan distribusi air mencapai 460 ribu liter. 

Kondisi serupa terjadi di Lombok Timur yang mencakup tujuh kecamatan dan 41 desa berstatus Siaga Darurat. Distribusi air bersih di daerah itu mencapai 40 ribu liter. 

Bergeser ke Pulau Sumbawa, tiga daerah telah menetapkan status Tanggap Darurat Kekeringan. Sumbawa Barat mencatat tiga kecamatan dan delapan desa terdampak, dengan distribusi air bersih mencapai 1.350.000 liter.

Sumbawa meliputi 13 kecamatan dan 25 desa dengan distribusi 640 ribu liter. Di Bima, kekeringan menjadi yang paling luas berdasarkan jumlah kecamatan terdampak. Tercatat 14 kecamatan dan 43 desa berstatus Tanggap Darurat, dengan distribusi air bersih mencapai 320 ribu liter. 

Sadimin melanjutkan, Dompu mencatat empat kecamatan dan 10 desa terdampak dengan status Siaga Darurat. Distribusi air bersih di wilayah tersebut mencapai 340 ribu liter.

Baca Juga: Polda NTB Salurkan Air Bersih untuk 35 KK Terdampak Kekeringan di Senggigi

Sedangkan Kota Bima meliputi empat kecamatan dan sembilan desa terdampak. “Secara keseluruhan, enam kabupaten/kota telah menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan, sedangkan tiga daerah lainnya berstatus Tanggap Darurat,” ungkapnya.

Kondisi tersebut diperkuat dengan penetapan status Siaga Darurat Kekeringan di tingkat Provinsi NTB. Selain krisis air bersih, Sadimin mengingatkan kekeringan juga meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran secara sembarangan dan memastikan sumber api tidak ditinggalkan tanpa pengawasan. 

“Saat ini, masyarakat terus kita imbau untuk sangat waspada terhadap potensi karhutla, maupun pemukiman dengan tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan atau meninggalkan sumber api tanpa pengawasan,” tandasnya.

Di sisi lain, Plt Kepala BBWS NT I Mataram Antonius Suryono menegaskan timnya telah menyalurkan 10 ribu liter air bersih, menggunakan dua unit truk tangki.

Baca Juga: Kasus Kebakaran Melonjak Tajam Selama Kemarau

Masing-masing truk memiliki kapasitas 5.000 liter. Bantuan tersebut diberikan ke 486 jiwa atau 161 kepala keluarga (KK) di Dusun Asaq Siwaq, Desa Mareje, Lembar, Lombok Barat. “Distribusi air bersih dilakukan sebagai upaya membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan,” terangnya.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan
air bersih desa Kekeringan Siaga Darurat tanggap darurat