PLN Siapkan PLTU Lombok FTP-2 Perkuat Listrik Jelang MotoGP Mandalika 2026

Marthadi • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 06:35 WIB
Rombongan PLN UIP Nusra berjalan di depan PLTU Lombok FTP-2 usai melakukan pengecekan langsung terhadap progres pembangkit dan rangkaian kesiapan commissioning menuju commercial operation date.
Rombongan PLN UIP Nusra berjalan di depan PLTU Lombok FTP-2 usai melakukan pengecekan langsung terhadap progres pembangkit dan rangkaian kesiapan commissioning menuju commercial operation date.

 

LombokPost – PT PLN (Persero) mempercepat kesiapan PLTU Lombok FTP-2 di Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, menjelang Commercial Operation Date (COD). Pembangkit berkapasitas 50 MW itu diharapkan memperkuat Sistem Kelistrikan Lombok, termasuk menopang kebutuhan listrik saat MotoGP Mandalika 2026 Oktober mendatang.

Kesiapan pembangkit tersebut dikawal langsung PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra). General Manager PLN UIP Nusra RDW Manurung turun meninjau progres proyek untuk memastikan seluruh rangkaian commissioning berjalan sesuai tahapan.

Dalam kunjungan itu, RDW meminta pemaparan dari Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 1 bersama kontraktor PT Rekayasa Industri (Rekind). Paparan tersebut mencakup perkembangan commissioning, kesiapan sistem pembangkit, hingga sejumlah pengujian yang harus dituntaskan sebelum unit memasuki tahapan COD.

Manager UPP Nusra 1 Lutfi Mustakim mengatakan, PLTU Lombok FTP-2 Unit 1 telah berhasil melakukan first synchronization pada 17 Juli 2026. Setelah terhubung untuk pertama kalinya dengan sistem, pembangkit kini menjalani rangkaian commissioning lanjutan.

Baca Juga: Hanya Satu Unit di Dunia! Rolls-Royce Phantom Hummingbird, Mahakarya Abalone Bernilai Tinggi

“Setelah first synchronization, kami bersama Rekind dan vendor terus mengawal setiap rangkaian commissioning. Saat ini fokus kami adalah memastikan seluruh pengujian berjalan sesuai prosedur dan memenuhi parameter teknis yang dipersyaratkan sebelum unit dapat melangkah ke tahapan berikutnya,” kata Lutfi.

Salah satu pekerjaan yang kini dipercepat yakni commissioning Coal Mill Hot Test. PLN bersama kontraktor dan vendor mengintensifkan pemantauan progres, pengujian, serta penyelesaian pekerjaan di lapangan.

Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan sistem coal mill berfungsi sesuai parameter yang dipersyaratkan. Setelah pengujian selesai, sejumlah tahapan commissioning lanjutan masih harus dilalui sebelum unit dinyatakan siap memasuki operasi komersial.

Lutfi menegaskan, seluruh proses tersebut tidak hanya mengejar percepatan waktu penyelesaian. Aspek teknis, keselamatan, dan keandalan pembangkit tetap menjadi bagian yang harus dipenuhi sebelum PLTU masuk ke dalam sistem kelistrikan secara komersial.

Baca Juga: Razia Lapas Lombok Barat, Tim Gabungan Temukan Barang Terlarang di Kamar Napi 

RDW Manurung mengatakan, fase commissioning harus dikawal secara disiplin. Menurutnya, penyelesaian proyek bukan satu-satunya ukuran karena pembangkit harus benar-benar aman dan andal saat beroperasi.

“Seluruh tahapan harus kita kawal dengan disiplin. Kami ingin memastikan setiap pengujian dilakukan sesuai standar, karena yang kita kejar bukan hanya penyelesaian proyek, tetapi pembangkit yang aman dan andal ketika masuk ke sistem,” tegas RDW.

Dia menyebut, percepatan kesiapan PLTU Lombok FTP-2 menjadi bagian dari langkah PLN memperkuat Sistem Kelistrikan Lombok. Kebutuhan tersebut semakin penting seiring berbagai aktivitas ekonomi dan pembangunan di NTB, termasuk penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.

“Event internasional seperti MotoGP membutuhkan dukungan sistem kelistrikan yang andal. Namun lebih dari itu, infrastruktur yang kita bangun hari ini harus mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi NTB,” ujarnya.

Baca Juga: Malam Minggu Romantis di Svarga, Ada Sunset dan Live Music di Serenade Night

PLTU Lombok FTP-2 nantinya diharapkan tidak hanya mendukung kebutuhan listrik pada momentum MotoGP. Kehadiran pembangkit tersebut juga diarahkan untuk menopang pertumbuhan beban listrik dan pembangunan NTB dalam jangka panjang.

Karena itu, PLN memastikan setiap tahapan menuju COD terus dikawal hingga pembangkit memenuhi seluruh persyaratan teknis dan dinyatakan siap beroperasi.

Editor : Marthadi
PLTU Lombok FTP-2 COD PLTU Lombok Sistem Kelistrikan Lombok MotoGP Mandalika 2026 PLN UIP Nusra