Polda NTB Matangkan Cipta Kondisi Jelang MotoGP Mandalika 2026

Marthadi • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 20:55 WIB
Rakor Cipta Ops Mandalika di ruang Presisi Polda NTB, Selasa (22/9).
Rakor Cipta Ops Mandalika di ruang Presisi Polda NTB, Selasa (22/9).

 

LombokPost – Polda NTB mulai mematangkan strategi cipta kondisi menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026. Pengamanan menjadi perhatian utama untuk memastikan seluruh rangkaian ajang balap internasional tersebut berlangsung aman dan tertib.

Persiapan itu dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Cipta Ops Mandalika di Ruang Presisi Polda NTB, Selasa (22/9).

Rakor dipimpin Karo Ops Polda NTB Kombes Pol Erwin Rachmat didampingi Dir Samapta Kombes Pol Joko Adi Nugroho dan Dansat Brimob Kombes Pol Nadi Chaidir.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid mengatakan, rakor digelar untuk mematangkan langkah pengamanan sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif menjelang MotoGP Mandalika.

Baca Juga: Sekda Lotim Jadi Pemateri di PKKMB Universitas Hamzanwasi

"Kami terus mematangkan kesiapan personel dan langkah cipta kondisi, agar seluruh rangkaian MotoGP Mandalika berjalan aman, tertib dan lancar," ungkapnya.

Dalam rakor tersebut, jajaran Polda NTB juga menetapkan sejumlah tahapan persiapan. Simulasi pengamanan dijadwalkan berlangsung pada 28 September 2026.

Operasi Cipta Kondisi akan mulai dilaksanakan pada 5 Oktober 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan pengamanan MotoGP Mandalika 2026.

"Simulasi akan dilaksanakan 28 September dan operasi cipta kondisi dimulai 5 Oktober 2026. Penggunaan HT bagi para Padal dalam Operasi Mandalika juga mulai diaktifkan, untuk memperkuat komunikasi di lapangan," ujar Kholid.

Baca Juga: Dugaan Pelecehan Santriwati di Lombok Tengah, Orang Tua Ramai-ramai Jemput Anak di Ponpes

Selain kesiapan personel dan komunikasi di lapangan, rakor juga membahas potensi gangguan yang perlu diantisipasi sejak awal. Salah satunya pembakaran lahan di sekitar kawasan lokasi MotoGP.

Pembakaran lahan dinilai berpotensi menimbulkan asap yang dapat mengganggu aktivitas selama pelaksanaan event. Karena itu, langkah deteksi dan pencegahan diminta dilakukan lebih awal.

"Dir Samapta menekankan pencegahan, termasuk mengantisipasi pembakaran lahan di sekitar lokasi MotoGP. Jangan sampai asap mengganggu jalannya event," kata Kombes Kholid.

Untuk memperkuat koordinasi pengamanan, rakor turut melibatkan jajaran Polresta Mataram, Polres Lombok Barat dan Polresta Lombok Tengah.

Keterlibatan jajaran kewilayahan tersebut menjadi bagian dari penyatuan langkah pengamanan menjelang pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026.

Editor : Marthadi
cipta kondisi polda ntb Pengamanan MotoGP kamtibmas NTB MotoGP Mandalika 2026