Produk Industri Perikanan NTB Semakin Diminati Pasar Global, PT HPF Ekspor Tuna ke AS

Kimda Farida • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 10:23 WIB
INDUSTRI PERIKANAN: Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal saat mengunjungi warga kawasan pantai di wilayah KLU, beberapa waktu lalu.
INDUSTRI PERIKANAN: Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal saat mengunjungi warga kawasan pantai di wilayah KLU, beberapa waktu lalu.

 

LombokPost--Produk industri perikanan Provinsi NTB semakin diminati pasar internasional.

Hal ini semakin mempertegas potensi NTB sebagai salah satu daerah pengembangan industri perikanan berorientasi ekspor yang bernilai tambah dan berkelanjutan.

Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal menegaskan untuk mengembangkan kekayaan sumber daya laut menjadi industri perikanan hanya dapat dikelola secara berkelanjutan apabila didukung data yang akurat, kolaborasi multipihak, dan tata kelola yang berpihak kepada nelayan.

Sebagai provinsi yang berada pada dua Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP), yakni WPP 573 di Samudra Hindia dan WPP 713 di Laut Flores, NTB memiliki potensi kelautan yang sangat besar.

Untuk mengelola potensi tersebut dibutuhkan kerja sama dan koordinasi dengan seluruh sektor, baik pemerintah, civil society, akademisi, maupun para pelaku usaha.

“Kita memiliki visi bersama untuk membangun pengelolaan perikanan NTB yang lebih baik," katanya.

Bagi Pemerintah Provinsi NTB, masa depan sektor perikanan tidak hanya ditentukan oleh melimpahnya sumber daya laut, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan kebijakan yang tepat, berbasis data, dan didukung kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Dengan fondasi tersebut, NTB berkomitmen membangun tata kelola perikanan yang berkelanjutan, meningkatkan daya saing komoditas perikanan, memperkuat kesejahteraan nelayan, serta menjaga kelestarian sumber daya laut sebagai warisan bagi generasi mendatang.

 Baca Juga: PLN NTB Pastikan Listrik MotoGP Mandalika 2026 Siap, 200 Personel Disiagakan

 

Ekspor Tuna ke AS

Sementara itu, salah satu negara dengan permintaan tertinggi produk industri perikanan dari NTB adalah Amerika Serikat (AS).

Produk yang diminta seperti fillet tuna sirip kuning atau yellowfin tuna beku yang diolah dalam berbagai bentuk sesuai kebutuhan pasar seperti Saku, Cube Hand Cut, Ground Meat, dan Loin.

“PT High Point Fisheries (HPF) kembali merealisasikan ekspor produk tuna ke Amerika Serikat,” kata Kepala Balai Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Mataram Hafit Rahman.

Pernyataan tersebut diungkapkan Hafit Rahman bersama Kepala Laboratorium Pengujian dan Penerapan Mutu Hasil Perikanan dan Kelautan Baiq Yuliani Hidayati saat melepas secara simbolis ekspor produk tuna oleh PT HPF sebagai salah satu Unit Pengolahan Ikan (UPI) di Kahyangan, Labuhan Lombok, Kabupaten Lombok Timur, Senin (21/9).

Momentum ekspor tersebut tidak hanya menandai keberlanjutan penetrasi produk perikanan NTB ke pasar internasional. Tetapi juga mencerminkan semakin berkembangnya kapasitas industri pengolahan hasil perikanan daerah dalam memenuhi standar mutu, keamanan pangan, dan persyaratan pasar global.

PT HPF yang dibangun pada 2022 mulai memasuki pasar ekspor pada 2025.

Dalam tahun pertama merealisasikan pengiriman sebanyak 29 kontainer atau 597 ton dengan nilai produksi sekitar Rp 54,6 miliar. Hingga 21 September 2026, PT HPF telah ekspor sebanyak 18 kontainer atau sekitar 355 ton dengan nilai produksi sekitar Rp 43,4 miliar.

Capaian ini menunjukkan bahwa industri pengolahan hasil perikanan di NTB memiliki peluang besar untuk terus tumbuh, tidak hanya melalui peningkatan volume produksi, tetapi juga melalui penciptaan nilai tambah produk sebelum dipasarkan ke luar negeri.

PT HPF juga telah mengantongi sejumlah sertifikasi dan standar penting sehingga tetap mampuan mempertahankan pasar internasional. Di antaranya BRC (British Retail Consortium Global Standards), HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point), serta Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP).

Kepemilikan berbagai sertifikasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan pasar sekaligus menunjukkan komitmen perusahaan untuk memastikan seluruh proses pengolahan produk memenuhi prinsip keamanan pangan dan persyaratan mutu yang dibutuhkan pasar ekspor.

Bagi industri perikanan, mutu bukan semata persyaratan administratif.

Mutu merupakan bagian dari daya saing produk, reputasi usaha, dan keberlanjutan akses terhadap pasar internasional yang semakin menuntut standar keamanan pangan, konsistensi kualitas, serta ketertelusuran produk.

Selain itu, PT HPF juga mendorong penerapan prinsip perikanan yang bertanggung jawab.

Perusahaan mengedepankan penggunaan bahan baku hasil penangkapan yang dapat ditelusuri atau traceable, mendukung praktik penangkapan ikan yang lebih ramah lingkungan, serta memberikan perhatian terhadap perlindungan biota laut yang dilindungi.

Pendekatan tersebut menjadi semakin penting karena daya saing industri perikanan global kini tidak hanya ditentukan oleh harga dan kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha memastikan bahwa bahan baku berasal dari rantai pasok yang bertanggung jawab dan sumber daya perikanan dikelola secara berkelanjutan.

Pertumbuhan industri pengolahan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlanjutan sumber daya laut sebagai fondasi utama kegiatan ekonomi perikanan dalam jangka panjang.

 

Baca Juga: MPP Mataram Mulai Lirik Arsip Digital, Dokumen Kertas Bakal Dikurangi

 

Nilai Tambah bagi Masyarakat Lokal

 

Dampak keberadaan industri pengolahan hasil perikanan juga dirasakan secara langsung masyarakat di sekitar kawasan usaha. Saat ini, PT HPF telah menyerap lebih dari 80 tenaga kerja lokal.

Penyerapan tenaga kerja tersebut menunjukkan bahwa keberadaan UPI tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengolahan komoditas perikanan, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi baru, memperluas kesempatan kerja, dan menciptakan nilai tambah yang lebih besar di daerah asal bahan baku.

Perkembangan usaha yang relatif pesat, didukung penerapan standar mutu, orientasi ekspor, perhatian terhadap aspek keberlanjutan, serta keterlibatan tenaga kerja lokal menjadikan PT HPF salah satu contoh pengembangan UPI yang potensial untuk menjadi role model bagi industri pengolahan hasil perikanan di Provinsi NTB.

Model pengembangan industri seperti ini diharapkan dapat semakin diperluas, sumber daya perikanan tidak hanya diproduksi dan dipasarkan dalam bentuk bahan baku, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi, memenuhi standar internasional, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi daerah.

 

NTB Menuju Industri Agromaritim Berkelanjutan

 

Nusa Tenggara Barat memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang besar. Namun, potensi tersebut akan memberikan manfaat optimal apabila dikelola melalui rantai usaha yang kuat, mulai dari penangkapan dan penyediaan bahan baku, penerapan ketertelusuran, pengolahan, pengendalian mutu, hingga pemasaran produk ke pasar nasional maupun internasional.

Pengembangan industri pengolahan hasil perikanan yang berorientasi ekspor menjadi salah satu instrumen strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas daerah, memperluas lapangan pekerjaan, memperkuat aktivitas ekonomi lokal, sekaligus meningkatkan kontribusi sektor kelautan dan perikanan terhadap perekonomian NTB dan nasional.

Arah pengembangan tersebut selaras dengan Misi ke-3 Provinsi NT, yaitu: Membangun Ekosistem Industri Komoditas Unggulan Sektor Pertanian, Peternakan dan Kelautan Perikanan Menuju Terwujudnya Industri Agromaritim yang Berkelanjutan.

Karena itu, keberhasilan menembus pasar ekspor harus dipandang lebih luas dari sekadar keberhasilan mengirim produk ke luar negeri.

Di dalamnya terdapat proses membangun ekosistem industri yang mampu menghasilkan produk berkualitas, menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, memperkuat rantai pasok daerah, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya.

Melalui penguatan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan, penerapan prinsip ketertelusuran, pengelolaan sumber daya secara bertanggung jawab, serta peningkatan nilai tambah pada tingkat pengolahan, sektor kelautan dan perikanan NTB memiliki peluang semakin besar untuk tampil sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah yang berdaya saing global dan berkelanjutan.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Ekspor Tuna Potensi NTB Perikanan NTB Agromaritim Lombok Timur