Kebakaran di Bukit Setampol, Jalur Pendakian Torean Rinjani Ditutup Total

Yuyun Kutari • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 06:10 WIB
Tangkapan layar visual dari udara menunjukkan kepulan asap tebal yang membubung tinggi, dari kebakaran hutan yang melanda lereng curam di kawasan Bukit Setampol, Resor Torean, TNGR, Selasa malam (22/9). (IST/LOMBOK POST)
Tangkapan layar visual dari udara menunjukkan kepulan asap tebal yang membubung tinggi, dari kebakaran hutan yang melanda lereng curam di kawasan Bukit Setampol, Resor Torean, TNGR, Selasa malam (22/9). (IST/LOMBOK POST)

LombokPost-Jalur favorit pendakian Gunung Rinjani via Torean, Lombok Utara, harus ditutup total. Keputusan darurat ini diambil Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), menyusul insiden kebakaran hutan yang melanda kawasan Bukit Setampol pada Selasa malam (22/9) pukul 18.50 WITA. 

Kepala Balai TNGR Budhy Kurniawan memastikan keselamatan pendaki serta penanggulangan titik api kini menjadi fokus utama instansinya di lapangan. 

“Jalur Wisata Pendakian Torean kami tutup sementara terhitung mulai hari ini, 23 September 2026, sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian setelah situasi benar-benar aman,” ujar Budhy melalui keterangan resminya di Mataram, Rabu (23/9). 

Baca Juga: Tisu dan Kotoran Manusia Cemari Rinjani, TNGR Tekankan Pengunjung Jaga Kebersihan Rinjani

Kebakaran yang melanda kawasan Resor Torean Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I tersebut langsung direspons cepat oleh petugas gabungan.

Budhy menjelaskan pihaknya telah menerjunkan tim dari unsur Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk melakukan pemadaman awal, sekaligus berkoordinasi intensif dengan jajaran TNI/Polri serta instansi terkait seperti BNPB dan BPBD NTB.

Selain fokus memadamkan api dan menilai luasan dampak kebakaran, pengawasan di pintu masuk kini diperketat.

Petugas meningkatkan patroli, memeriksa barang bawaan pendaki yang berpotensi memicu api, serta melarang keras penggunaan api sembarangan di dalam kawasan. 

Sementara itu, bagi para pendaki yang saat ini masih berada di dalam kawasan dan berencana turun lewat jalur Torean, Budhy mengimbau agar mereka segera mengalihkan rute perjalanan.

"Pendaki yang berada di jalur dan memilih Torean sebagai pintu keluar wajib mengalihkan rute melalui jalur Sembalun atau Senaru, tentu dengan mengikuti arahan langsung petugas di lapangan,” beber Budhy.

Baca Juga: Ketua Komisi II DPRD NTB Lalu Pelita Soroti Ornamen Segara Anak hingga Sampah Rinjani

Selanjutnya, bagi calon pendaki yang telah mengantongi tiket masuk (e-ticket) untuk pendakian via Torean, mulai 23 September 2026, pihak Balai TNGR memberikan dua opsi solusi: melakukan penjadwalan ulang (reschedule) atau mengalihkan pintu masuk dan keluar ke jalur resmi lainnya hingga jalur Torean kembali dibuka secara normal. 

Adapun status pembukaan kembali jalur Torean akan ditetapkan Balai TNGR, berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap penanganan kebakaran di Bukit Setampol.

"Perkembangan informasi penanganan ini akan terus kami perbarui secara berkala melalui saluran resmi TNGR,” pungkasnya.

Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : Balai TNGR
Balai TNGR pendaki Jalur pendakian rinjani Torean