LombokPost--Republik Tunisia menyatakan ketertarikannya untuk melakukan investasi pada sejumlah bidang strategis di Provinsi NTB.
Peluang kerja sama NTB dan Tunisia ini pun mulai diarahkan pada agenda yang lebih konkret. Mulai dari investasi dan pariwisata hingga pendidikan dan riset kesehatan.
Potensi kerja sama ini mengamuka dalam pertemuan Duta Besar Republik Tunisia untuk Indonesia, H.E. Mohamed Trabelsi dengan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Ruang Kerja Gubernur NTB, Rabu (23/9).
Kunjungan Mohamed Trabelsi ke Mataram secara khusus menjajaki kesiapan NTB menerima investor Tunisia.
Sementara Pemerintah Provinsi NTB menawarkan NTB Capital sebagai instrumen untuk mendampingi investasi yang masuk ke daerah.
Gubernur NTB Miq Iqbal mengatakan, salah satu hal yang secara khusus ditanyakan Dubes Tunisia adalah kesiapan NTB menyambut investor dari Tunisia yang berminat menanamkan modalnya.
Menjawab peluang tersebut, Gubernur Miq Iqbal menjelaskan kesiapan pemerintah daerah melalui NTB Capital.
Baca Juga: Kemendikdasmen Siapkan Anggaran Rp 23 Triliun, Penataan Guru Dimulai 2027
Holding company daerah ini dirancang untuk membantu dan memudahkan investor dalam proses masuk serta mengembangkan usahanya di NTB.
“Ini (NTB Capital) memang diniatkan untuk membantu para investor yang masuk,” kata Gubernur Miq Iqbal.
Bagi NTB, peluang investasi tersebut tidak berdiri sendiri.
Pemerintah daerah ingin memastikan investasi yang masuk dapat terhubung dengan potensi daerah sekaligus memperoleh dukungan yang diperlukan agar proses investasi berjalan lebih mudah.
Selain investasi, dalam pertemuan tersebut Mohamed Trabelsi juga mengungkapkan terkait kerja sama sektor pendidikan.
Kerja sama tersebut meliputi peluang pemberian 80 beasiswa bagi mahasiswa Indonesia dan keinginan untuk meningkatkan kerja sama pertukaran mahasiswa.
Hal ini membuka ruang bagi NTB untuk memperluas akses pendidikan internasional sekaligus membangun jejaring akademik dengan Tunisia.
“Beliau (Dubes Tunisia) juga mengajak berbicara mengenai beasiswa dan keinginan beliau memfasilitasi beasiswa ke Tunisia,” katanya.
Gubernur Miq Iqbal menambahkan, NTB juga menawarkan peluang kerja sama di bidang riset kesehatan.
Saat ini NTB memiliki kapasitas di bidang kedokteran, khususnya isu penyakit tropis dan kemaritiman, yang dapat menjadi ruang kolaborasi penelitian dengan Tunisia.
Dari sisi Tunisia, Mohamed Trabelsi melihat NTB memiliki sejumlah bidang yang potensial dikembangkan bersama. Antara lain pertambangan, pariwisata, dan pengembangan sumber daya manusia.
Baca Juga: Rekonstruksi Desa Adat Sade, Pemprov NTB Kebut Penyusunan Master Plan
Mohamed Trabelsi juga menyampaikan komitmen untuk memperkuat kerja sama pendidikan, terutama melalui pertukaran mahasiswa.
Sebelum bertemu Gubernur Miq Iqbal, Dubes Tunisia Mohamed Trabelsi menyempatkan diri melihat sejumlah destinasi wisata di Pulau Lombok. Antara lain Senggigi, Gili Trawangan, Gili Kendis, Gili Kondo dan kawasan Sembalun.
Kunjungan lapangan tersebut memberi kesempatan bagi pihak Tunisia melihat langsung potensi pariwisata NTB sekaligus membuka perspektif kerja sama yang lebih luas.
Untuk menindaklanjuti pembicaraan, Mohamed Trabelsi mengundang Gubernur NTB berkunjung ke Jakarta untuk membahas potensi kerja sama secara lebih teknis bersama tim Kedutaan Besar Tunisia.
Rangkaian pembicaraan tersebut menunjukkan bahwa hubungan NTB dan Tunisia mulai diarahkan dari perkenalan potensi menuju penjajakan kerja sama yang lebih konkret dengan investasi, pendidikan, pariwisata dan riset sebagai ruang yang dapat dikembangkan bersama.
Bagi NTB, peluang ini bukan semata tentang menarik modal dari luar negeri. Investasi harus bertemu dengan potensi daerah, pendidikan harus melahirkan jejaring dan sumber daya manusia, sementara kerja sama riset harus menjawab kebutuhan nyata.
Baca Juga: Hasil Seleksi Anggota KPID NTB Dipersoalkan, Timsel Berikan Klarifikasi
Di titik itulah hubungan NTB dan Tunisia dapat berkembang dari kunjungan diplomatik menjadi kerja sama yang menghasilkan manfaat bagi kedua pihak.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post