Kebakaran di Kawasan Rinjani Belum Padam, Api Bergerak ke Sangkareang

Yuyun Kutari • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 21:44 WIB
Petugas gabungan berjibaku memadamkan kebakaran hutan di kawasan Bukit Setampol, Puncak Sangkareang dan sekitarnya, di Resor Torean, TNGR, Jumat (25/9). (DOK. BALAI TNGR)
Petugas gabungan berjibaku memadamkan kebakaran hutan di kawasan Bukit Setampol, Puncak Sangkareang dan sekitarnya, di Resor Torean, TNGR, Jumat (25/9). (DOK. BALAI TNGR)

LombokPost-Kebakaran di kawasan Bukit Setampol, Puncak Sangkareang dan sekitarnya, Resor Torean, Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), telah berdampak pada areal yang diperkirakan mencapai 723,7 hektare hingga 25 September 2026.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kassubag TU) Balai TNGR Astekita Ardiarsito mengatakan, angka tersebut masih merupakan estimasi sementara.

Perhitungan luas areal terdampak akan terus diperbarui berdasarkan hasil pemantauan lapangan, dokumentasi udara menggunakan drone, serta verifikasi batas areal setelah kondisi memungkinkan. 

“Kebakaran pertama kali terdeteksi pada 22 September. Penanganan terus dilakukan melalui pemadaman langsung, pemantauan, patroli, pengamanan jalur pendakian, pemantauan udara menggunakan drone, serta penambahan personel,” kata Astekita, melalui keterangan resmi yang dirilis, Jumat (25/9).

Baca Juga: Kebakaran di Bukit Setampol, Jalur Pendakian Torean Rinjani Ditutup Total

Lokasi awal kebakaran berada pada koordinat 116°25'30.194'' BT dan 8°21'49.368'' LS. Itu merupakan kebakaran permukaan dengan bahan bakar berupa hutan pinus, semak belukar, perdu, rumput, savana pegunungan, dedaunan kering, serta vegetasi bawah lainnya. 

Hingga Jumat (25/9), sebagian titik di Bukit Setampol sisi timur telah berhasil dipadamkan dan dilakukan mop-up. Namun, di lokasi lainnya api masih terpantau dan berkembang ke arah Puncak Sangkareang dan kawasan sekitarnya.

 Penanganan kebakaran diperkuat tim gabungan dari berbagai unsur. Personel yang terlibat terdiri atas satu Polisi Kehutanan, satu Pengendali Ekosistem Hutan, 14 personel Manggala Agni, 26 personel Masyarakat Peduli Api (MPA), tujuh personel Polri/Brimob, dua personel TNI, serta delapan porter dari masyarakat. 

“Total personel yang tercatat dalam rangkaian penanganan mencapai 59 orang, di luar dukungan logistik yang diberikan TO,” bebernya.

Personel ditempatkan di sejumlah lokasi sesuai kebutuhan penanganan, antara lain Bukit Setampol sisi timur, Jalur Pendakian Torean, akses Setampol, dan Jalur Pendakian Senaru. 

Baca Juga: Penyebab Kebakaran 358 Hektare Lahan Kawasan TN Tambora Diselidiki

Pada Jumat (25/9), tim pemadaman yang berada di Bukit Setampol sisi timur melakukan mop-up untuk memastikan titik api dan bara yang masih tersisa benar-benar padam. Setelah pemeriksaan dan lokasi dinyatakan aman, tim kembali ke Resor Torean.

Tim Balai Dalkarhut Mataram yang sebelumnya bergabung di Bukit Setampol sisi timur juga melakukan mop-up pada lokasi yang telah dipadamkan sebelum meninggalkan lokasi. 

Sementara itu, tim gabungan di sekitar Jalur Pendakian Torean tetap melanjutkan pemadaman dan pengendalian untuk mencegah perkembangan kebakaran menuju jalur pendakian dan kawasan sekitarnya. 

Pada pukul 09.00 WITA, tambahan dukungan dari unsur Brimob Polda NTB bergerak menuju lokasi melalui akses Setampol.

Tim tersebut didukung personel Balai TNGR dan porter masyarakat untuk membawa peralatan serta logistik. Sejak pukul 08.00 WITA, tim patroli juga kembali dikerahkan menuju Jalur Pendakian Senaru.

Patroli dilakukan untuk memantau perkembangan kebakaran sekaligus mengantisipasi kemungkinan penyebaran api ke arah jalur pendakian tersebut. 

Baca Juga: Tisu dan Kotoran Manusia Cemari Rinjani, TNGR Tekankan Pengunjung Jaga Kebersihan Rinjani

Tim Setampol memastikan lokasi pertama yang menjadi sasaran pemadaman telah padam. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan manual terhadap material yang terbakar. 

“Hasil pemeriksaan tidak menemukan lagi asap maupun bara tersembunyi,” kata dia.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan, tidak ada panas atau bara yang berpotensi kembali memicu api. 

Namun, pergerakan tim menuju sasaran berikutnya dihentikan sementara setelah memasuki sore hari. Jarak menuju titik berikutnya membutuhkan waktu sekitar dua jam.

Faktor keselamatan personel juga menjadi pertimbangan. “Penanganan selanjutnya direncanakan diarahkan menuju titik api atau hotspot di sebelah barat aliran sungai dan di atas dua bukit dari lokasi tim,” ujar Astekita. 

Pergerakan menuju titik tersebut, tetap menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan dan keselamatan petugas. Diakuinya, penanganan kebakaran masih menghadapi kondisi medan dan cuaca yang menyulitkan.

“Angin yang bertiup sangat kencang membuat api dapat bergerak dan meluas dengan cepat,” ujarnya.

Baca Juga: Karhutla Kalteng Belum Padam, Kasus ISPA Tembus 91 Ribu dan Hotspot Masih Capai 350 Titik

Begitu juga savana pegunungan, semak, rumput, serta material organik lainnya dalam kondisi sangat kering, sehingga mudah terbakar. 

Lokasi kebakaran yang berada di medan pegunungan, jauh, terjal, dan sulit dijangkau turut memperlambat mobilisasi personel, peralatan, dan logistik. 

“Keselamatan personel tetap menjadi pertimbangan utama dalam penentuan waktu pergerakan, akses menuju titik api dan metode pemadaman yang dilakukan,” jelasnya. 

Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Balai TNGR, Balai Dalkarhut Mataram, BPBD NTB, Manggala Agni, MPA, TNI, Polri/Brimob, serta unsur terkait lainnya. 

Balai TNGR juga mengatur pergantian personel, memperkuat regu pemadam menuju Bukit Setampol dan Jalur Torean, serta menempatkan petugas pemantauan di Jalur Pendakian Senaru. 

Pemantauan udara menggunakan drone terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan areal terbakar, kondisi vegetasi, arah penyebaran kebakaran, dan menentukan lokasi yang menjadi prioritas penanganan.

Di tengah penanganan kebakaran, Jalur Pendakian Torean masih ditutup sementara. Penutupan dilakukan untuk keselamatan pengunjung sekaligus memberikan ruang bagi tim gabungan melakukan pemadaman dan pengendalian kebakaran. 

Baca Juga: Pendaki Diminta Bijak Gunakan Api

Pengunjung yang berada di kawasan Danau Segara Anak diarahkan tidak menggunakan Jalur Torean dan menggunakan jalur pendakian lain yang dinyatakan aman sesuai arahan petugas. 

Balai TNGR mengimbau masyarakat dan pengunjung tidak mendekati lokasi kebakaran maupun melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran baru. 

“Informasi mengenai perkembangan kebakaran di Bukit Setampol, Puncak Sangkareang dan sekitarnya akan diperbarui berdasarkan hasil pemantauan serta laporan resmi tim di lapangan,” tandasnya.

Editor : Jelo J
Sumber : Balai TNGR
Balai TNGR Torean Pemadaman api Kebakaran