Mutiara Sukma Bertransformasi jadi RS Umum, Siapkan Tiga Layanan Unggulan

Yuyun Kutari • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 12:57 WIB
SIAPKAN WAJAH BARU: Gedung poliklinik RS Mutiara Sukma yang menjadi bagian, dari rencana pengembangan fasilitas untuk mendukung pelayanan nonjiwa. (IVAN/LOMBOK POST)
SIAPKAN WAJAH BARU: Gedung poliklinik RS Mutiara Sukma yang menjadi bagian, dari rencana pengembangan fasilitas untuk mendukung pelayanan nonjiwa. (IVAN/LOMBOK POST)

LombokPost-Rumah Sakit (RS) Mutiara Sukma mulai mematangkan transformasi dari RS khusus jiwa menjadi RS umum dengan tiga layanan unggulan. “Intinya kita siap untuk mengembangkan diri,” kata Direktur RS Mutiara Sukma Wiwin Nurhasida.

Transformasi tersebut ditetapkan melalui Keputusan Gubernur NTB Nomor 100.3.3.1-655, mengacu Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024, serta Permenkes Nomor 6 Tahun 2026 tentang Rumah Sakit. 

Di regulasi terbaru, RS diklasifikasikan berdasarkan kemampuan pelayanan. Permenkes 6/2026 mengatur kemampuan pelayanan dalam empat tingkat, yakni dasar, madya, utama, dan paripurna. “Tidak ada lagi RS khusus,” kata dia.

Baca Juga: Tenaga Kesehatan Pesisir Diperkuat Tangani Cedera Penyelaman

Ia pun menceritakan, proses perubahan tersebut sebenarnya telah dimulai sejak 2025. Terlihat pada perubahan nama dari RSJ menjadi RS Mutiara, namun tetap mempertahankan kekuatan layanan jiwa sebagai salah satu keunggulannya. 

Berdasarkan roadmap yang disusun, RS Mutiara Sukma ditargetkan sudah beroperasi dengan konsep baru pada 2028. Namun, apabila terdapat penyesuaian dalam proses pembangunan dan pengembangan, batas waktu paling lama ditargetkan 2030.

“Targetnya 2028 sudah beroperasi RS Mutiara Sukma dengan konsep RS umum plus layanan unggulan,” ujarnya. 

Tiga layanan unggulan yang disiapkan yakni layanan unggulan jiwa terintegrasi, Women's Health Care Center, serta Medical Wellness Hospital. 

Menurut Wiwin, layanan jiwa terintegrasi tetap menjadi salah satu ciri khas Mutiara Sukma karena RS tersebut sebelumnya berangkat sebagai rumah sakit khusus jiwa.

Sementara Women's Health Care Center diarahkan menjadi pusat pelayanan bagi perempuan dan anak, termasuk menyasar keluarga muda.  “Bahkan target kita nanti keluarga muda. Jadi mungkin keluarga-keluarga muda nanti berobat ke Mutiara Sukma,” katanya.

Baca Juga: RS Mutiara Sukma Perluas Layanan Kesehatan, Tingkatkan Empat Aspek Strategis

Sedangkan Medical Wellness Hospital akan mengusung pendekatan wellness dalam pelayanan rumah sakit. Ketiga layanan tersebut nantinya menjadi bagian dari branding baru RS Mutiara Sukma. 

Di sisi lain, kemampuan pelayanan rumah sakit juga terus ditingkatkan. Wiwin menjelaskan, saat ini pengelompokan rumah sakit tidak lagi berdasarkan kelas, tetapi berdasarkan kemampuan layanan yang mencakup 24 kompetensi. 

“Di RS itu tidak ada kelas lagi, tapi berdasarkan kemampuan layanan,” jelasnya. 

Dari 24 kompetensi layanan tersebut, RS Mutiara Sukma pada Juni lalu tercatat telah memiliki 12 kompetensi. Dari jumlah itu, 10 kompetensi merupakan kompetensi dasar.

Dua lainnya mencakup kompetensi utama untuk layanan jiwa dan kompetensi madya untuk rehabilitasi medik. 

Dengan kompetensi yang ada, pihaknya siap untuk bertransformasi menjadi rumah sakit umum.

“Dengan keunggulan yang tiga tadi, plus pendekatan yang berbeda. Yang akan kita buat unik di RS Mutiara Sukma,” tandasnya.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
rehabilitasi medik RS Mutiara Sukma layanan rumah sakit (rs) kompetensi