Setahun Desa Berdaya Medana, PLN dan KBP Tumbuhkan Ekonomi serta Gerakkan Aksi Sosial

Marthadi • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 09:48 WIB
Usaha jamur tiram dan VCO yang dikembangkan KBP bersama PLN UIW NTB kini menghasilkan pendapatan sekaligus menopang berbagai kegiatan sosial masyarakat.
Usaha jamur tiram dan VCO yang dikembangkan KBP bersama PLN UIW NTB kini menghasilkan pendapatan sekaligus menopang berbagai kegiatan sosial masyarakat.

 

LombokPost – Pemberdayaan perempuan melalui Program Desa Berdaya Medana mulai menunjukkan hasil setelah berjalan selama setahun. Usaha jamur tiram dan Virgin Coconut Oil (VCO) yang dikembangkan Klub Baca Perempuan (KBP) bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) kini menghasilkan pendapatan sekaligus menopang berbagai kegiatan sosial masyarakat.

Program tersebut menyasar Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, yang masih menghadapi persoalan ekonomi dan ketenagakerjaan. Dari 1.801 kepala keluarga (KK), sebanyak 671 KK atau 37,25 persen masuk kategori miskin atau tidak mampu.

Sementara itu, tercatat 1.655 penduduk belum atau tidak bekerja. Dari jumlah tersebut, 838 di antaranya merupakan perempuan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar pengembangan usaha berbasis potensi lokal melalui Desa Berdaya Medana. Perempuan didorong menjadi penggerak ekonomi melalui usaha jamur tiram, VCO, dan Batik Sasak.

Baca Juga: Melihat Cara Puskesmas Sakra Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Ketua Klub Baca Perempuan Nursida Syam mengatakan pengembangan usaha tersebut kini memberikan dampak kepada sekitar 58 anggota kelompok.

Rumah jamur yang dikelola kelompok, misalnya, mampu menghasilkan panen hingga 900 kilogram per bulan. Dari produksi tersebut, pendapatan yang diperoleh mencapai sekitar Rp 20 juta hingga Rp 23 juta per bulan.

Sementara usaha VCO mampu menjual sekitar 68 botol per bulan dengan pendapatan sekitar Rp1,9 juta. Pemasarannya tidak hanya menjangkau Lombok dan sejumlah wilayah di Indonesia, tetapi juga telah menembus Singapura.

“Melalui intervensi pengembangan UMKM ini, dampaknya sangat signifikan bagi kurang lebih 58 orang anggota kami,” ujar Nursida.

Baca Juga: Semangat Hari Kesaktian Pancasila, PLN ULP Sape Perkuat Edukasi Bahaya Listrik kepada Masyarakat

Hasil usaha itu kemudian tidak seluruhnya dibagikan kepada anggota. KBP bersama kelompok menyepakati 70 persen hasil usaha digunakan kembali untuk menjaga keberlanjutan produksi. Sedangkan 30 persen dialokasikan untuk kegiatan sosial.

Salah satunya melalui pasar gratis yang digelar menggunakan sebagian hasil penjualan jamur. Kegiatan tersebut menjangkau sekitar 50 hingga 70 orang setiap pekan, terutama orang tua tunggal, anak yatim piatu, dan penyandang disabilitas.

Manfaat usaha juga dirasakan masyarakat saat musim kemarau. Kelompok menyisihkan sebagian hasil usaha untuk membeli dan menyalurkan air bersih ke desa-desa yang mengalami kekeringan.

Selain itu, hasil usaha turut mendukung kampanye gemar membaca serta distribusi bahan bacaan kepada anak-anak di sekolah dan perpustakaan komunitas.

Baca Juga: NTB Perkuat Kerja Sama Antardaerah dengan Lampung

General Manager PLN UIW NTB Yondri Zulfadli mengatakan, Desa Berdaya Medana dirancang agar dukungan PLN tidak berhenti pada pemberian bantuan. Program tersebut diarahkan untuk menciptakan kegiatan ekonomi yang mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan manfaat lebih luas.

“Kami ingin masyarakat menjadi pelaku utama dari perubahan di desanya sendiri. Ketika usaha tumbuh, pendapatan masyarakat meningkat dan sebagian manfaatnya kembali untuk membantu masyarakat lainnya. Inilah semangat pemberdayaan yang ingin terus kami bangun bersama di Desa Medana,” ujar Yondri.

Dampak program tersebut juga telah diukur secara independen melalui Social Return on Investment (SROI). Hasil pengukuran menunjukkan nilai SROI sebesar 2,56.

Artinya, setiap Rp 1 investasi sosial yang diberikan menghasilkan manfaat sosial dan ekonomi terukur sekitar Rp 2,56.

Baca Juga: Warga Lombok Barat Mulai Sanggah Perubahan Desil Bansos

Memasuki tahun kedua, PLN UIW NTB bersama KBP akan melanjutkan pengembangan Desa Berdaya Medana. Fokusnya antara lain memperkuat Sentra UMKM Medana, meningkatkan kapasitas produksi jamur tiram dan Batik Sasak, serta mengembangkan Tenun Bayan.

Program juga diarahkan pada diversifikasi dan sertifikasi produk, sekaligus memperluas promosi dan pemasaran.

Pengembangan tersebut diharapkan semakin memperkuat kemampuan kelompok masyarakat dalam mengelola usaha secara mandiri. Di sisi lain, kegiatan sosial yang telah tumbuh dari hasil usaha dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak warga.

Editor : Marthadi
Desa Berdaya Medana Klub Baca Perempuan Jamur tiram dan VCO UMKM Lombok Utara PLN UIW NTB