Bersih-Bersih Digencarkan Jelang MotoGP Mandalika, 5,03 Ton Sampah Diangkut

Yuyun Kutari • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 08:10 WIB
CEK KESIAPAN: Suasana rapat koordinasi kesiapan penyelenggaraan Motogp Mandalika 2026, di Gedung Sangkareang, kompleks Kantor Gubernur NTB, Kamis (1/10). (YUYUN/LOMBOK POST)
CEK KESIAPAN: Suasana rapat koordinasi kesiapan penyelenggaraan Motogp Mandalika 2026, di Gedung Sangkareang, kompleks Kantor Gubernur NTB, Kamis (1/10). (YUYUN/LOMBOK POST)

LombokPost-Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, bersama Dinas Lingkungan Hidup (LH) Lombok Tengah, telah mengangkut 5,03 ton sampah dari sejumlah titik di sepanjang jalur Bypass.

Hal tersebut sebagai bagian dari persiapan MotoGP Mandalika 2026. “Pembersihan difokuskan pada timbulan sampah yang menumpuk serta sampah yang berceceran,” jelas Sekretaris Dinas LHK NTB Syamsiah Samad, Kamis (10/1). 

Pengangkutan pada Senin, 21 September sebanyak 0,89 ton, Rabu, 23 September 0,78 ton, Jumat, 25 September 2,39 ton, Senin, 28 September 0,45 ton, dan Rabu, 30 September 0,52 ton. Pembersihan dilakukan secara bertahap.

Baca Juga: Teka-Teki Terjawab! Agnez Mo hingga Judika Siap Guncang MotoGP Mandalika 2026

Tiga minggu sebelum pelaksanaan MotoGP Mandalika, Dinas LHK NTB terlebih dahulu mengangkut timbulan sampah yang menumpuk di sejumlah lokasi. Di antaranya Bundaran Labulia, Bundaran Batu Jai, sebelah utara BIZAM, sebelah selatan Bundaran BIZAM, depan SDN Tanak Awu, perbatasan Desa Ketangga, serta depan SMKN 1 Pujut.

“Ini sudah banyak timbulan sampah yang menumpuk, selama ini dibuang oleh masyarakat itu sudah kita bersihkan,” kata Syamsiah. 

Saat pelaksanaan MotoGP Mandalika, Dinas LHK akan memusatkan pembersihan di ring 3 kawasan ITDC. Sementara untuk ring 1 dan ring 2, kegiatan clean-up telah ditangani ITDC bersama mitranya.

Selain pembersihan, Dinas LHK juga menyiapkan pemasangan papan larangan membuang sampah sembarangan, dan menyediakan trash bag di sejumlah lokasi selama pelaksanaan MotoGP.

Tiga hari sebelum event, penyisiran kembali dilakukan untuk memastikan keadaan. Salah satu persoalan yang masih dihadapi berada di sepanjang jalan kawasan bandara. Sampah, terutama tisu dan botol, kerap ditemukan di sisi jalan karena kendaraan yang berhenti atau beristirahat di lokasi tersebut.

“Sepanjang jalan di bandara yang selalu dilihat, ada 100 meter sampai 200 meter itu menumpuk di situ,” kata dia. 

Baca Juga: 500 Relawan Tangani Sampah MotoGP Mandalika 2026

Dinas LHK meminta dukungan Dinas Perhubungan maupun Satpol PP baik provinsi maupun kabupaten, untuk membantu mengawasi kendaraan yang berhenti di lokasi tersebut, dan ditengarai membuang sampah.

“Karena ada kendaraan suka nongkrong di situ sehingga sampah jadi menumpuk di situ,” katanya. 

Penanganan sampah juga menghadapi keterbatasan sumber daya manusia. Karena itu, pembersihan dilakukan bersama dengan tim dari pemerintah kabupaten dan kota. “Ini kemampuan kami, tapi kami tetap terus berusaha,” tandasnya.

Asisten II Setda NTB Lalu Mohammad Faozal mengatakan, persoalan sampah menjadi perhatian serius pemerintah menjelang pelaksanaan MotoGP 2026. Sebab, event internasional tersebut akan mendatangkan banyak wisatawan ke NTB. 

Baca Juga: ITDC Siapkan 350 Petugas Tangani Lonjakan Sampah di Sirkuit Mandalika

Ia juga menyoroti masih ditemukannya sampah plastik dan berbagai barang bekas di median jalan, meskipun lokasi tersebut bukan jalur yang diperuntukkan bagi kendaraan maupun pejalan kaki.

“Tolong ini juga diperhatikan ya, dinas perhubungan dan satpol PP juga harus gencar patrolinya,” kata dia. 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
wisatawan sampah MotoGP Mandalika NTB BIZAM