PIP Summit 2026 di Lombok, Kuatkan Kolaborasi Pemuda untuk Ambil Peran dan Beri Dampak

Yuyun Kutari • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 20:37 WIB
Foto bersama seluruh narasumber dan peserta PIP Impact Summit 2026 yang digelar di Mataram, Sabtu (3/10). (YUYUN/LOMBOK POST)
Foto bersama seluruh narasumber dan peserta PIP Impact Summit 2026 yang digelar di Mataram, Sabtu (3/10). (YUYUN/LOMBOK POST)

LombokPost - Perhimpunan Intelektual Pemuda (PIP) Indonesia membawa agenda kolaborasi pemuda hingga penguatan kebijakan dan budaya dalam PIP Impact Summit 2026 di Mataram, Sabtu (3/10). 

Kegiatan tersebut mengusung tema “Kemudi Generasi: Kolaborasi Muda, Reformasi Kebijakan & Budaya Berkelanjutan”.

Sekretaris Jenderal DPP PIP Indonesia Muhammad Irham Widyananda mengatakan, pemilihan tema tersebut tidak lepas dari karakter PIP yang diisi anak-anak muda dengan semangat kolaborasi. 

Baca Juga: Seleksi Pemuda Pelopor Desa NTB 2026 Sisir Inovasi Pemuda Dompu dan Bima

Menurutnya, kolaborasi tidak cukup berhenti pada kegiatan internal organisasi. Setiap kegiatan yang dilakukan harus memberikan dampak bagi wilayah dan masyarakat yang menjadi sasaran. 

“Anak muda itu semangat untuk berkolaborasi. Bagian nyatanya adalah harus berdampak,” kata Irham. 

Ia menjelaskan, Lombok dipilih sebagai lokasi PIP Impact Summit 2026 karena memiliki kekayaan budaya yang masih kuat, dan menjadi bagian penting dari identitas diri.

PIP Impact Summit 2026 merupakan rangkaian sekaligus puncak kegiatan PIP Indonesia selama satu tahun terakhir. Irham menegaskan, kegiatan tersebut tidak ingin sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi harus meninggalkan dampak bagi daerah yang menjadi lokasi pelaksanaan.

PIP Impact Summit 2026 menjadi pelaksanaan perdana dari agenda tersebut. PIP Indonesia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya, dengan mengambil lokasi serta fokus kegiatan yang berbeda. 

Ia mengatakan, selama ini kegiatan PIP di sejumlah wilayah, seperti Jakarta dan Banten, juga diisi dengan berbagai bentuk pengabdian masyarakat.

Baca Juga: Lantik Pengurus Lombok Barat, Ustad Rifki: Pemuda NWDI Harus Berkhidmat untuk Pembangunan Daerah 

Di antaranya sosialisasi hingga pemberian bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. PIP juga menjalankan peran sebagai wadah intelektual pemuda.

Organisasi tersebut melakukan kajian, dan berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan. “Semuanya ini kita lakukan untuk memberi masukan terkait berbagai persoalan yang berkembang,” tandasnya.

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah menegaskan, konsolidasi pemuda diperlukan untuk membaca situasi sekaligus menentukan sikap atas persoalan yang sedang dihadapi. 

Ia mengatakan, kehadiran pemuda dan mahasiswa kerap menjadi pemecah kebuntuan ketika kelompok yang lebih tua masih berada dalam keraguan menentukan sikap. Sikap tersebut kemudian dapat ditangkap publik dan berkembang menjadi dorongan perubahan. 

Karena itu, Fahri menekankan pentingnya kemampuan organisasi pemuda untuk terlebih dahulu merumuskan apa yang disebut sebagai momentum krusial. Setelah itu, organisasi harus memiliki gagasan yang jelas untuk menjawab momentum tersebut dan mampu mengonsolidasikan kekuatan pemuda. 

“Yang paling penting, Anda melihat momentum krusial atau tidak. Dan momentum krusial itu kita mau jawab pakai apa,” tegasnya.

Baca Juga: Pemuda Muhammadiyah Desak Pemprov NTB Perbaiki Jalan Rusak di Bima, Minta Dialokasikan di APBDP 2026

Fahri menilai, tiga hal tersebut menjadi dasar keberadaan sebuah organisasi. Pertama, berani menyatakan adanya momentum krusial dan merumuskannya.

Kedua, memastikan organisasi dibentuk untuk menjawab momentum tersebut. Ketiga, mengajak dan mengonsolidasikan pemuda untuk mengambil bagian.

Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung mendorong generasi muda berani mengambil peran dalam menentukan arah masa depan bangsa. Pemuda tidak cukup hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi harus tampil dan mengambil posisi strategis. 

“Saya kira memang benar bahwa masa depan bangsa ini ditentukan oleh anak muda. Anak muda harus berani untuk tampil dan memegang kemudi,” kata Tamsil. 

Harapannya, PIP Indonesia mampu mengambil peran strategis dalam mendorong perubahan positif. Peran tersebut diharapkan tidak hanya berdampak di tingkat daerah, tetapi juga turut berkontribusi pada pembangunan nasional.

Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB Jamaluddin Malady menilai pemuda memiliki peran penting dalam melanjutkan estafet pembangunan, seiring banyak pejabat dan generasi saat ini memasuki masa pensiun. 

“Anggota PIP, mahasiswa, hingga para sarjana perlu mulai mempersiapkan diri untuk mengambil peran di berbagai bidang, baik pemerintahan, legislatif, maupun dunia usaha,” ujarnya.

Baca Juga: Cetak 'Bung Hatta Muda' dari Kawasan Timur! BHACA Gembleng 20 Pemuda NTB-NTT di Mataram

Ia menilai, kemampuan membangun konektivitas dan jejaring menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan ke depan.

Pemprov NTB, lanjutnya, siap mendukung kegiatan yang mendorong peran pemuda dalam pembangunan. Karena forum seperti PIP Impact Summit, dinilai menjadi ruang untuk memperkuat jejaring sekaligus membangun kerja sama antarpemuda. 

“Kalau tidak ikut membangun konektivitas seperti ini, membangun jejaring, teamwork, maka susah ke depannya untuk bersaing,” kata dia. 

Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Liputan
Mahasiswa kolaborasi Pembangunan pemuda organisasi