LombokPost-Kedatangan para pembalap MotoGP mulai terasa di Lombok menjelang MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, pada 9 – 11 Oktober.
Sejumlah riders tiba melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Senin (5/10).
Mereka langsung disambut nuansa budaya NTB, mulai dari alunan Genggong khas Sasak hingga tabuhan Gendang Beleq yang membuat suasana kedatangan terasa lebih semarak.
Penyambutan itu juga melibatkan masyarakat yang mengenakan pakaian adat Lombok dan Sumbawa. Mereka berdiri menyambut para riders sebagai bentuk penghormatan sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya NTB kepada para pembalap dan kru yang datang dari berbagai negara.
Baca Juga: Genjot Konektivitas MotoGP Mandalika 2026, ITDC Gandeng Maskapai dan Agen Travel
Sejumlah riders yang tiba di Lombok di antaranya Alex Rins, Enea Bastianini, Francesco Bagnaia, Jack Miller, Jorge Martin, Marco Bezzecchi, Maverick Vinales, Raul Fernandez, dan Toprak Razgatlioglu.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB Ahmad Nur Aulia mengatakan, penyambutan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya daerah di tengah gelaran olahraga internasional.
Menurutnya, MotoGP bukan sekadar ajang balap, tetapi juga menjadi kesempatan bagi NTB menunjukkan kekayaan budaya dan keramahan masyarakatnya kepada dunia.
“Melalui momentum MotoGP ini, kita ingin menunjukkan bahwa NTB tidak hanya memiliki sirkuit berkelas dunia, tetapi juga memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang menjadi daya tarik tersendiri,” ujarnya.
Aulia mengatakan, para riders, kru, dan tamu yang datang diharapkan tidak hanya merasakan atmosfer balapan, tetapi juga mendapatkan pengalaman mengenai budaya Lombok dan Sumbawa.
Baca Juga: Klasemen Moto3 2026: Quiles Gagal Juara di Jepang, Almansa Naik ke Posisi Kedua
Karena itu, unsur kesenian dan pakaian adat ikut ditampilkan sejak kedatangan mereka di Lombok.
“Kita ingin para riders, kru, dan seluruh tamu yang datang tidak hanya merasakan atmosfer balap MotoGP, tetapi juga mendapatkan pengalaman tentang budaya dan keramahan masyarakat Lombok dan Sumbawa. Ini menjadi bagian dari promosi pariwisata kita,” bebernya.
Momentum tersebut, lanjutnya, juga diharapkan memberi dampak lebih luas bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kehadiran ribuan pengunjung selama gelaran MotoGP dapat menggerakkan berbagai sektor, mulai dari akomodasi, kuliner, transportasi, UMKM hingga atraksi dan destinasi wisata di Lombok dan Sumbawa.
“Momentum ini harus kita manfaatkan sebaik mungkin. MotoGP menjadi etalase bagi NTB untuk memperkenalkan destinasi wisata, budaya, kuliner, serta produk ekonomi kreatif kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara,” jelasnya.
Penyambutan dengan Genggong, Gendang Beleq, serta pakaian adat Lombok dan Sumbawa menjadi bagian dari upaya memadukan gelaran sport tourism dengan kekayaan budaya lokal.
Baca Juga: Wagub Umi Dinda Ajak Masyarakat Sukseskan MotoGP 2026, NTB Siap Sambut Dunia di Mandalika
Dengan mulai berdatangannya para pembalap, atmosfer MotoGP 2026 di Lombok pun semakin terasa. Selain persaingan di lintasan Pertamina Mandalika International Circuit, gelaran tersebut diharapkan menjadi ruang bagi NTB untuk menunjukkan potensi pariwisata, budaya, tradisi, dan ekonomi kreatif kepada para tamu dari berbagai negara.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan