LombokPost – Upaya menjaga kawasan pesisir Kota Bima terus digencarkan melalui kolaborasi lintas sektor. PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bima bersama Pemerintah Kota Bima menanam 600 bibit mangrove di kawasan Pantai Lawata dan Niu bagian barat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dan Gerakan Kota Bima BISA (Bersih, Indah, Sehat, Asri).
Penanaman mangrove dipimpin Wakil Wali Kota Bima Feri Sofyan. Kegiatan itu melibatkan berbagai unsur, mulai dari pimpinan DPRD, Forkopimda, instansi vertikal, BUMN dan BUMD, perguruan tinggi, perangkat daerah, camat dan lurah, hingga organisasi kepemudaan, komunitas serta kelompok pemerhati lingkungan.
Feri Sofyan mengatakan, penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan penghijauan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjaga lingkungan dan memperkuat ketahanan kawasan pesisir.
Baca Juga: Napi Urunan Bangun ”Kluster Mewah”, Kalapas Cibinong Dipecat, 16 Pegawai Disanksi Disiplin
“Kegiatan pagi ini bukan sekadar kegiatan menanam pohon. Ini adalah bentuk nyata dari komitmen kita untuk menjaga lingkungan, memperkuat ketahanan wilayah pesisir, sekaligus membangun kesadaran bahwa menjaga Kota Bima adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Sebanyak 600 bibit mangrove ditanam di dua kawasan tersebut. Pemerintah dan para pihak yang terlibat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi melanjutkannya dengan pemeliharaan dan pengawasan.
Keberadaan mangrove dinilai penting bagi kawasan pesisir karena berfungsi sebagai pelindung alami pantai sekaligus menjadi habitat berbagai biota. Karena itu, keberlanjutan pemeliharaan bibit menjadi bagian penting agar manfaat ekologisnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Manager PLN UP3 Bima Hari Dwi Sulistyo mengatakan, keterlibatan PLN merupakan bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Kota Bima sekaligus wujud kepedulian perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan.
Baca Juga: Rinambora: Ketika Pertahanan Harus Mengikuti Ekonomi
“PLN UP3 Bima berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan kolaboratif yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Penanaman mangrove ini menjadi langkah nyata untuk menjaga kawasan pesisir sekaligus memperkuat kepedulian bersama terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, upaya menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, dunia usaha, komunitas, perguruan tinggi, generasi muda, dan masyarakat memiliki peran dalam memastikan gerakan lingkungan berjalan secara berkelanjutan.
General Manager PLN UIW NTB Yondri Zulfadli menegaskan PLN akan terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung program yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
“Bagi PLN, menjaga keberlanjutan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Kami mendukung Gerakan Indonesia ASRI dan Kota Bima BISA sebagai gerakan bersama yang perlu dijaga kesinambungannya,” ujar Yondri.
Dia menambahkan, semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan komitmen PLN untuk terus tumbuh bersama masyarakat dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Editor : Marthadi