Tinjau Pasar Kebon Roek Sama Satgas, Dirut Bulog Waspadai Kenaikan Harga Ayam dan Evaluasi MinyaKita

Nurul Hidayati • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 12:21 WIB
Dirut Bulog bareng Satgas Pangan NTB Pantau Pasar Kebon Roek, Bulog Gelontorkan Jagung SPHP dan Evaluasi Kemasan MinyaKita.
Dirut Bulog bareng Satgas Pangan NTB Pantau Pasar Kebon Roek, Bulog Gelontorkan Jagung SPHP dan Evaluasi Kemasan MinyaKita.

LombokPost – Perum Bulog bersama Satgas Pangan terus mengintensifkan pengawasan bahan pokok di pasar tradisional demi menjaga keterjangkauan harga masyarakat.

Hal itu ditegaskan Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani saat meninjau langsung kondisi pasokan dan harga di Pasar Kebon Roek, Mataram, Minggu (11/10).

Rizal menyampaikan bahwa pengawasan pasar kini tak hanya dilakukan menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN), melainkan secara rutin untuk melindungi konsumen dan memastikan stok tetap aman terkendali.

BBaca Juga: Bulog Siapkan Cadangan, Beras Diproyeksi Aman Hingga Panen Raya 2027

"Pengusaha boleh untung, tapi untungnya teratur dan tidak boleh berlebihan sampai merugikan konsumen. Kami bersama Satgas Pangan Polri berkomitmen menjaga stabilitas harga sepanjang masa," tegas Rizal di sela-sela peninjauan.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, komoditas beras dan kebutuhan pokok mayoritas relatif stabil.

Namun, harga daging ayam ras terpantau mengalami lonjakan dari kisaran normal Rp31.000–Rp32.000 menjadi Rp38.000 per kilogram.

Baca Juga: Cetak Rekor Sepanjang Sejarah, Pengadaan Beras Bulog Lampaui 4 Juta Ton di Era Prabowo

Kenaikan ini dipicu oleh tingginya harga pakan ternak berbasis jagung di tingkat peternak.

Menyikapi hal tersebut, Bulog mempercepat penyaluran jagung SPHP bersubsidi dengan harga Rp5.000 per kilogram—jauh lebih murah ketimbang jagung umum yang menembus Rp8.000 per kilogram.

Di Nusa Tenggara Barat (NTB), realisasi penyaluran jagung SPHP telah mencapai 85 persen dan akan diperkuat dengan tambahan kuota nasional sebesar 150 ribu ton untuk peternak mikro.

Baca Juga: Pangkas Dominasi Swasta, Bulog Tambah Pasokan Beras Premium 300 Ribu Ton demi Stabilkan Harga

Selain masalah pakan ternak, Bulog juga merespons aspirasi pedagang dan konsumen terkait kemasan minyak goreng program pemerintah, MinyaKita.

Banyak pedagang mengusulkan agar MinyaKita diprioritaskan dalam kemasan 1 liter ketimbang 2 liter agar lebih terjangkau.

Namun, Rizal membeberkan tantangan industri terkait tingginya biaya kemasan plastik akibat imbas dinamika geopolitik global yang menaikkan harga bahan baku biji plastik.

"Kami sedang mengevaluasi dan mencari solusi alternatif packaging agar biaya kemasan lebih murah. Harapannya, produsen bisa kembali memperbanyak porsi ukuran 1 liter sesuai harapan pedagang dan masyarakat," pungkasnya.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post Online
Jagung SPHP Harga Bahan Pokok perum bulog ahmad rizal ramdhani Pasar Kebon Roek