MotoGP Mandalika 2026: SDM Lokal Mendunia, Gerakkan UMKM dan Pariwisata NTB

Kimda Farida • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 08:55 WIB
BERDAYAKAN UMKM: Ratusan UMKM dilibatkan selama gelaran MotoGP Mandalika 2026 di kawasan Mandalika International Circuit sejak 9-11 Oktober 2026.
BERDAYAKAN UMKM: Ratusan UMKM dilibatkan selama gelaran MotoGP Mandalika 2026 di kawasan Mandalika International Circuit sejak 9-11 Oktober 2026.

 LombokPost--Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 pada 9–11 Oktober di Pertamina Mandalika International Circuit tidak hanya menghadirkan persaingan balap kelas dunia.

Akan tetapi juga membuka peluang ekonomi, memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal, dan menggerakkan sektor pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB).

Lebih dari itu, ajang internasional ini menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dari tahun ke tahun.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, pengalaman penyelenggaraan MotoGP pada 2025 menjadi pijakan bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menghadirkan pelayanan yang semakin baik pada 2026.

Pembenahan tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari transportasi, pengelolaan lalu lintas, kebersihan, penyediaan informasi, hingga kenyamanan masyarakat dan wisatawan.

Pesan itu disampaikan Gubernur Miq Iqbal saat mengunjungi para jurnalis di Media Centre Indonesia pada hari terakhir penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026, Ahad (11/10).

Gubernur Miq Iqbal didampingi Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri dan Ketua Dekranasda NTB Sinta Agathia.

Baca Juga: Silaturahmi Gubernur NTB dan NTT Bersama Relawan Kemanusiaan, Perkuat Persaudaraan Dua Daerah

Keberhasilan MotoGP, dalam perspektif pembangunan daerah, tidak cukup diukur dari kelancaran balapan dan jumlah penonton.

Penyelenggaraan ini juga harus meninggalkan standar pelayanan yang semakin baik, kapasitas SDM yang semakin kuat, serta manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat.

Karena itu, evaluasi dari setiap penyelenggaraan menjadi penting untuk memastikan perbaikan terus berlangsung.

Perkembangan positif terlihat dari semakin besarnya kesempatan bagi tenaga lokal untuk terlibat dalam ajang internasional.

Pada 6 Oktober 2026, Gubernur Miq Iqbal bertemu dengan empat perwakilan marshal lokal, yakni Vincent Wijaya dari Kota Mataram serta Samsuri Ramdan, Doni Indrawan, dan Irdiansyah Yusuf dari Lombok Tengah.

Vincent menjadi contoh bagaimana pengalaman di Mandalika dapat membuka jalan menuju panggung yang lebih luas.

Setelah terlibat dalam penyelenggaraan MotoGP di Mandalika, ia memperoleh kesempatan menjadi marshal di Sirkuit Sepang, Malaysia, dan terlibat dalam ajang Formula E di Jakarta.

      “Dulu, untuk ngecat sirkuit itu harus dikerjakan bule-bule. Sekarang 100 persen orang lokal. Dulu marshal asli Lombok itu minoritas. Sekarang setelah diberi kesempatan, mereka bahkan dipakai di sirkuit lain, di ajang internasional lainnya,” kata Gubernur Miq Iqbal.

Baca Juga: ITDC Rebranding Masjid Nurul Bilad

Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman MotoGP 2026 Troy Reza Warokka menyampaikan bahwa seluruh volunteer dan marshal yang terlibat tahun ini berasal dari NTB.

Keterlibatan tersebut didukung proses pembinaan dan pelatihan untuk meningkatkan kesiapan tenaga lokal dalam memenuhi standar penyelenggaraan ajang internasional.

Manfaat ekonomi juga dirasakan pelaku usaha lokal. Sebanyak 134 UMKM berpartisipasi dalam Bazar Mandalika, sementara 500 UMKM dari 10 kabupaten/kota di NTB terlibat dalam Lombok Sumbawa Festival (LSF).

Kedua kegiatan tersebut membuka ruang pemasaran bagi produk lokal sekaligus memperkenalkan keragaman kuliner dan usaha masyarakat kepada pengunjung.

Baca Juga: Kisah Inspiratif di Balik Industri Pertambangan, Pemenang Cerita Sasambo AMMAN 2026  Diumumkan

Lian, salah seorang penjual makanan, mengaku bersyukur karena dagangannya mendapat sambutan baik.

“Alhamdulillah, jualannya lancar. Nasi sudah sampai empat kali kita masak,” ujarnya.

Pengalaman serupa disampaikan Yuni yang menceritakan bahwa dengan modal awal Rp2 juta, dirinya mampu menghasilkan Rp10 juta ketika pertama kali berjualan pada penyelenggaraan MotoGP, dengan berjualan pada Sabtu dan Ahad.

Sementara itu, Indra menyebut pendapatannya meningkat sekitar lima hingga enam kali lipat.

Pengalaman para pedagang ini menggambarkan peluang ekonomi yang terbuka selama kegiatan berlangsung, meskipun dampak secara keseluruhan masih perlu diukur melalui data yang lebih komprehensif.

Aktivitas pariwisata turut terlihat dari tingginya tingkat hunian akomodasi yang dilaporkan selama periode MotoGP.

Di kawasan Mandalika, Lombok Tengah, tingkat hunian hotel, penginapan, dan homestay mencapai 100 persen.

Hunian akomodasi di Senggigi juga dilaporkan penuh, sedangkan di Kota Mataram mencapai sekitar 95 persen.

Adapun Lombok Timur, Lombok Utara, dan sejumlah wilayah lainnya mencatat tingkat hunian rata-rata di atas 60 persen.

Baca Juga: Kenshi NTB Unjuk Gigi di Kejurnas Kempo Piala Bupati Badung 2026, Bawa Pulang Tiga Medali

Dari sisi mobilitas, jumlah penumpang shuttle bus selama dua hari pertama meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2025, jumlah penumpang tercatat 1.149 orang, sedangkan pada 2026 mencapai 1.806 orang.

Terjadi penambahan 657 penumpang atau meningkat sekitar 63,62 persen.

Pada hari pertama, jumlah penumpang naik dari 325 menjadi 533 orang, sedangkan pada hari kedua meningkat dari 824 menjadi 1.273 orang.

Pada hari pertama penyelenggaraan, kondisi lalu lintas dilaporkan kondusif.

Dinas Perhubungan bersama unsur kepolisian dan TNI bersiaga di sejumlah jalur untuk mendukung pengaturan arus kendaraan dan menjaga kelancaran mobilitas.

Kesiapsiagaan petugas menjadi bagian dari pelayanan yang perlu terus dievaluasi dan ditingkatkan pada penyelenggaraan berikutnya.

MotoGP Mandalika 2026 juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya NTB.

Museum tematik di kawasan sirkuit menampilkan Sekardiyu, patung kuda berusia ratusan tahun dari koleksi Museum Negeri NTB.

Pertunjukan budaya dan festival kuliner turut memberi warna pada pengalaman pengunjung.

Sementara itu, program Students Go to Paddock memberikan kesempatan kepada 50 siswa dan 10 guru dari sejumlah sekolah di Pulau Lombok untuk mengenal lebih dekat penyelenggaraan balap internasional.

Baca Juga: BIZAM Lombok Terapkan Tarif Parkir Flat khusus Selama MotoGP

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh, Badan Pusat Statistik (BPS) sedang melaksanakan survei komprehensif mengenai dampak MotoGP 2026.

Hasil survei tersebut diharapkan memberikan ukuran berbasis data mengenai pengaruh kegiatan terhadap perekonomian dan sektor lainnya.

Dengan demikian, evaluasi manfaat MotoGP dapat dilakukan secara lebih terukur dan menjadi dasar perbaikan kebijakan pada masa mendatang.

Bagi NTB, keberhasilan MotoGP Mandalika tidak berhenti ketika balapan berakhir.

Ukurannya juga terletak pada semakin terbukanya kesempatan bagi tenaga lokal, tumbuhnya usaha masyarakat, bergeraknya sektor pariwisata, serta meningkatnya kualitas pelayanan publik.

Baca Juga: PLN Tuai Apresiasi MGPA, ITDC, dan InJourney atas Keandalan Listrik MotoGP Mandalika 2026

Dengan evaluasi dan pembenahan berkelanjutan, pengalaman penyelenggaraan MotoGP diharapkan menjadi modal bagi NTB untuk semakin siap menjadi tuan rumah kegiatan internasional sekaligus memastikan manfaat pembangunan dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
UMKM NTB Ekonomi NTB MotoGP Mandalika 2026 NTB Lalu Muhamad Iqbal