LombokPost – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Kantor SAR Mataram. Terkait keberhasilan mengamankan gelaran ajang balap internasional MotoGP di Sirkuit Mandalika.
Hal tersebut disampaikan saat memberikan pengarahan khusus di Kantor SAR Mataram, Senin (12/10).
Kunjungan kerja Kabasarnas yang didampingi Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan dan Kesiapsiagaan Basarnas Mayor Jenderal TNI (Mar) Edy Prakoso serta Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Noer Isrodin ini menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan kesiapsiagaan personel di daerah.
Dihadiri langsung oleh Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi beserta seluruh pegawai, Mohammad Syafii menegaskan pentingnya menjaga disiplin, meningkatkan kompetensi, dan memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
"Kebetulan dalam rangka pelaksanaan kegiatan MotoGP, saya selaku Kepala Badan SAR Nasional didampingi tim dari kantor pusat ikut hadir menyaksikan langsung pelaksanaan tugas Kantor SAR Mataram dalam mendukung program prioritas nasional," ujar Mohammad Syafii di hadapan awak media.
Baca Juga: Anak-Anak di Lombok Utara Ingin Diberi Kesempatan Lebih Luas Menyampaikan Pandangan
Ia menambahkan, pengamanan MotoGP berjalan aman dan lancar.
Meski sempat terjadi beberapa insiden di lintasan, tim SAR yang mengerahkan dua unit helikopter berhasil menjalankan tugas sesuai tuntutan standar internasional.
"Pengerahan dua helikopter yang dilibatkan bisa melaksanakan tugas sesuai tuntutan standar internasional yang dilaksanakan oleh penyelenggara event tersebut. Penanganan di lapangan sudah sesuai prosedur," terangnya.
Melihat pesatnya perkembangan pariwisata di NT , mulai dari aktivitas pendakian Gunung Rinjani hingga wisata bahari underwater Kabasarnas, menilai pentingnya respons cepat (quick response) saat terjadi kondisi darurat. Untuk itu, pihak Basarnas merencanakan penempatan armada udara secara permanen di wilayah Bali dan Mataram.
"Selama ini pesawat helikopter harus kita datangkan dari Bogor atau Surabaya. Ke depan, ini menjadi program kita untuk men-deploy armada udara yang standby di wilayah Bali dan Mataram. Kalau bicara kecepatan, tentu unsur udara harus kita kedepankan," jelasnya.
Baca Juga: Kemenkum Terima Hampir 500 Pengaduan, Kanwil NTB Perkuat Layanan Publik
Terkait kecukupan Sumber Daya Manusia (SDM) dan personel, Kabasarnas mengakui adanya kebutuhan penambahan anggota di Kantor SAR Mataram.
Namun, ia menekankan bahwa kekuatan operasi SAR tidak hanya bertumpu pada Basarnas semata, melainkan hasil kolaborasi lintas instansi.
"Bicara luas wilayah dan potensi ancaman, kekuatan personel tentu sangat dibutuhkan. Namun operasi SAR bersifat bersinergi dengan TNI, Polri, kementerian, lembaga, dan potensi SAR lainnya. Sesuai UU No. 29 Tahun 2014, Basarnas memegang kewenangan penuh untuk mengordinasikan seluruh kekuatan tersebut saat operasi berlangsung," pungkasnya.
Melalui pengarahan dan evaluasi berkala ini, kualitas pelayanan serta respon darurat Basarnas di wilayah NTB diharapkan semakin profesional dan efektif dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat maupun wisatawan.
Sumber : Lombok Post