LombokPost - Pemprov NTB menyiapkan enam program investasi untuk ditawarkan kepada calon investor, dalam Sasambo Investment Summit 2026 di Jakarta.
Kepala Bappeda NTB Baiq Nelly Yuniarti mengatakan, enam program tersebut merupakan hasil seleksi dari program yang diusulkan kabupaten/kota dan akan dipromosikan dalam forum yang digelar melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia (BI).
“Alhamdulillah sudah dipilih enam program yang akan kita promosikan, akan kita sampaikan kepada calon-calon investor yang akan diundang oleh BI. Insya Allah rencananya kita laksanakan tanggal 12 November di Jakarta,” terangnya, Senin (12/10).
Baca Juga: Investasi Data Center Melonjak, Pemerintah Didorong Kawal Transfer Teknologi dan Pasokan Energi
Bima mengusulkan Kawasan Industri Pengolahan Pangan Terpadu (Integrated Cold Storage Facility). Sumbawa menawarkan program pengembangan peternakan Sumbawa Beef.
Sementara Kota Bima meloloskan program pembangunan kawasan komersial Plaza Hybrid Kota Bima Mantika. Sumbawa Barat mengusulkan Penataan Kawasan Industrial Estate Sumbawa Barat.
Dari sektor akuakultur, Dompu menawarkan program Budidaya Udang Vaname. Sedangkan Lombok Barat mengusulkan pengembangan pariwisata Buwun Mas Eco Adventure & Savana Cliff Destination.
Nelly menjelaskan, proses penyiapan program telah dilakukan sejak pekan kedua Mei, melalui kegiatan membangun kesamaan persepsi dan memperkuat komitmen.
Selanjutnya, pada pekan kedua Juni dilakukan peningkatan pemahaman dan kapasitas pemerintah daerah, serta OPD terkait program investasi yang disiapkan.
Baca Juga: Dubes Tunisia Jajaki Investasi, Gubernur Miq Iqbal Siapkan NTB Capital
Pada Agustus, pendampingan dilakukan terhadap enam program agar memenuhi kriteria layak ditawarkan kepada investor. Pendampingan tersebut dilakukan langsung oleh BI. Kemudian pada pekan pertama dan kedua September, tim melakukan verifikasi lapangan terhadap program-program tersebut.
“Enam program ini langsung dicek ke lapangan. Habis itu baru pre-investment summit. Kita sudah langsung siapkan project owner-nya, masing-masing daerah untuk pemaparan, untuk kita sama-sama siapkan bahan dan sebagainya untuk nanti di November kita summit-nya,” jelasnya.
Menurutnya, komposisi paling banyak yang akan ditawarkan ke investor, memang paling banyak dari Pulau Sumbawa. Ini sejalan dengan arahan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang ingin mendorong investasi diarahkan kesana.
Sementara realisasi investasi di Pulau Lombok, dinilai sudah menunjukkan angka yang baik. “Artinya kita ingin investasi di Pulau Sumbawa juga bangkit. Karena kita tidak mungkin maju dengan kondisi fiskal saat ini. Kita betul-betul membutuhkan investor,” tegas Nelly.
Secara umum, enam program tersebut dinilai telah melalui penyaringan dari berbagai sisi, sehingga dinilai memenuhi kriteria untuk ditawarkan kepada investor.
Baca Juga: Wagub NTB: Kepastian Hukum Jadi Fondasi Kepercayaan Investor
Faktor utama yang menjadi pertimbangan adalah kesiapan program, mulai dari kesiapan lahan, legalitas hingga kesiapan pemerintah daerah, dan untuk mendukung penawaran tersebut, Pemprov NTB memastikan aspek konektivitas dan infrastruktur.
“Kalau yang enam ini kan konektivitasnya sudah luar biasa, jalur aksesnya sudah bagus karena semua di pinggir jalan besar posisinya. Tidak mungkin kita menawarkan hal yang tidak didukung oleh infrastruktur,” jelasnya.
Hal itu dilakukan agar program yang ditawarkan kepada investor benar-benar memiliki kejelasan, aman, dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. “Kita tidak asal menjual, semuanya harus clean and clear,” tambahnya.
Nelly menambahkan, pemerintah daerah juga didorong menyiapkan kebijakan insentif untuk program-program yang ditawarkan sehingga dapat meningkatkan daya tarik bagi investor.
Dari forum tersebut nantinya, Pemprov NTB berharap investor yang hadir tidak hanya berasal dari Jakarta. BI juga didorong mengundang calon investor dari Jawa Timur, mengingat secara geografis NTB memiliki kedekatan dengan wilayah tersebut dan investor besar juga banyak yang berasal dari Jawa Timur.
Baca Juga: Perubahan APBD NTB 2026 Disepakati, Layanan Publik Dijaga di Tengah Tekanan Fiskal
Sasambo Investment Summit menjadi forum bagi Pemprov NTB untuk membantu pemerintah kabupaten/kota mempromosikan program yang telah disiapkan.
Adapun pelaksanaan teknis investasi nantinya tetap berada pada masing-masing pemerintah daerah sebagai pemilik program. “Kita hanya membantu, memfasilitasi untuk mempromosikan, menjembatani,” tandas Nelly.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : Liputan