Dikepung Kemarau Panjang, Pemprov NTB Gelar Salat Istisqa Minta Hujan

Yuyun Kutari • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 20:05 WIB
Kepala Biro Kesra Setda NTB H Amir. (YUYUN/LOMBOK POST)
Kepala Biro Kesra Setda NTB H Amir. (YUYUN/LOMBOK POST)

 LombokPost - Pemprov NTB akan menggelar salat istisqa di halaman Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, pukul 07.00 Wita pada Jumat (16/10).

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda NTB H Amir mengatakan, pelaksanaan salat istisqa telah mendapat persetujuan dan arahan dari Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.

“Kita sudah mendapat restu dan arahan dari pimpinan. Insya Allah, Jumat pagi pukul 07.00 Wita di halaman Bumi Gora Kantor Gubernur,” katanya, Selasa (13/10).

Baca Juga: Pilu Petani Kakao di Desa Bebidas Lombok Timur saat Musim Kemarau

Pelaksanaan salat istisqa muncul setelah melihat kondisi cuaca di NTB sekarang. Sehingga salat sunah muakkadah atau ibadah yang sangat dianjurkan ini, dilakukan untuk memohon agar menurunkan hujan saat terjadi kekeringan atau krisis air.

Dengan ini, Pemprov NTB berharap Allah SWT segera menurunkan hujan. “Ini sebagai bentuk ikhtiar kita bersama,” katanya.

Mengacu data BPBD NTB per 7 Oktober, empat kabupaten/kota di NTB telah menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan, sedangkan empat kabupaten telah menetapkan status Tanggap Darurat Kekeringan. Sedangkan Provinsi NTB telah menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan.

Di Pulau Lombok, Lombok Timur menjadi daerah terdampak populasi terbesar dengan 32.728 KK atau 90.272 jiwa di delapan kecamatan, berstatus Siaga Darurat dan penyaluran 85.000 liter air. 

Lombok Tengah dengan status siaga darurat, mencatat 11.232 KK atau 33.695 jiwa terdampak di sembilan kecamatan dengan distribusi 555.000 liter air.

Kekeringan di Lombok Utara berstatus siaga darurat, berdampak pada 9.078 KK atau 29.003 jiwa, di lima kecamatan dan penyaluran 495.000 liter air, sedangkan Lombok Barat menetapkan Tanggap Darurat karena 8.451 KK atau 25.322 jiwa, di enam kecamatan terdampak kekeringan, dengan penyaluran 151.650 liter air.  

Baca Juga: Kemarau Panjang, Kementerian PU Suplai 100 Ribu Liter Air Bersih ke Warga Lombok

Di Pulau Sumbawa, kekeringan Sumbawa meluas di 13 kecamatan dengan status Tanggap Darurat, berdampak pada 10.703 KK atau 42.728 jiwa dan bantuan 640.000 liter air. 

Sumbawa Barat mencatat distribusi air tertinggi sebanyak 1.350.000 liter untuk 4.296 KK atau 14.770 jiwa di empat kecamatan, dengan status Tanggap Darurat. Bima telah menetapkan status Tanggap Darurat, karena kekeringan berdampak pada 9.222 KK atau 28.894 jiwa di 14 kecamatan dengan penyaluran 795.000 liter air. 

Sementara siaga darurat kekeringan di Dompu berdampak pada 2.235 KK atau 8.940 jiwa di empat kecamatan, dengan 505.000 liter air telah disalurkan. Untuk Kota Bima mencatat 2.866 KK atau 9.453 jiwa terdampak di lima kecamatan mengalami kekeringan.

Amir menegaskan, persiapan pelaksanaan salat istisqa juga terus dimatangkan, mulai dari menentukan imam dan khatib hingga sosialisasi. Pihaknya pun telah mengundang staf dan pimpinan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB.

Pemprov NTB mengajak siswa serta masyarakat untuk turut mengikuti salat istisqa bersama. Ajakan ini diharapkan dapat mendorong partisipasi bersama dalam upaya memohon kepada Sang Pencipta agar segera menurunkan hujan.

“Saya berharap masyarakat turut hadir dan bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun di NTB ini,” tandasnya. 

Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Liputan
Salat Istisqa kemarau krisis air Kekeringan NTB