Harap Bersabar, Hujan Belum Akan Turun, NTB Masih Panas

Prihadi Zoldic • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:28 WIB
MINTA HUJAN: Pemkab Lobar menggelar Sholat Istisqa bersama masyarakat di Alun-Alun Giri Menang Park. (PROKOPIM LOBAR FOR LOMBOK POST)
MINTA HUJAN: Pemkab Lobar menggelar Sholat Istisqa bersama masyarakat di Alun-Alun Giri Menang Park. (PROKOPIM LOBAR FOR LOMBOK POST)

 

LombokPost - Warga Nusa Tenggara Barat (NTB) masih harus bersabar menghadapi cuaca terik. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan musim hujan di NTB mundur total 100 persen akibat El Nino kuat.

Kepala Stasiun Klimatologi NTB Nuga Putrantijo mengatakan, El Nino tahun ini berada pada indeks sangat kuat. Pasokan uap air berkurang drastis, musim kemarau jadi lebih panjang.

“Karena lebih panjang musim kemaraunya, otomatis datangnya musim hujan di Provinsi NTB mundur. Jadi 100 persen mundur di semua wilayah Provinsi NTB,” tegas Nuga, Rabu (8/10).

Baca Juga: MotoGP Mandalika, Putar Uang Rp 5T untuk NTB

Normalnya hujan mulai September. Tahun ini baru masuk akhir November 2026 untuk dua zona saja, yakni Zona Musim 1 (Kota Mataram, Lombok Barat) dan Zona Musim 10 (Lombok Tengah bagian barat-utara). Sisanya, 93 persen wilayah NTB baru hujan pada dasarian II dan III Desember.

Tidak hanya El Nino, Kepala BMKG Stamet ZAM Lombok Tri Widiarto menambahkan dua pemicu lain.

Gerak semu matahari yang saat ini melintas dari ekuator ke selatan melewati Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara sehingga radiasi meningkat, serta angin muson timur dari Australia yang membawa massa udara kering dan menghambat pembentukan awan.

Baca Juga: Pemprov NTB Satukan Ekosistem Keuangan Syariah

Akibatnya, langit cerah tanpa awan mendominasi. Sinar matahari tegak lurus menghantam. BMKG mencatat suhu hari ini di kawasan Bali-NTB 31-32°C tapi terasa seperti 38-39°C, kelembapan 68 persen, UV index 11 (extreme).

KETERANGAN BMKG: Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG NTB Nuga Putrantijo saat memberikan keterangan pers terkait prakiraan mundurnya awal musim hujan di wilayah NTB akibat dampak El Nino di Mataram. (FOTO: DOK. LOMBOK POST)
KETERANGAN BMKG: Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG NTB Nuga Putrantijo saat memberikan keterangan pers terkait prakiraan mundurnya awal musim hujan di wilayah NTB akibat dampak El Nino di Mataram. (FOTO: DOK. LOMBOK POST)

 

BMKG mengingatkan, jangan anggap remeh. Cuaca cerah berawan saat MotoGP kemarin saja sudah bikin puluhan penonton dehidrasi.

“Terkait dehidrasi dikhawatirkan dengan cerah berawan ini terik matahari juga berpengaruh. Jangan sampai senggol-senggolan mengakibatkan kekaosan,” kata Tri.

Baca Juga: Ruben Amorim Balik Kucing ke Formasi Andalannya, Pemain AC Milan Harus Sesuaikan Diri

Yang lebih berbahaya justru setelah panas. Nuga mengingatkan musim hujan yang pendek nanti intensitasnya justru lebih tinggi.

“Yang perlu diwaspadai kita memprediksi nanti curah hujan akan lebih tinggi intensitasnya. Jadi perlu waspada banjir dan longsor. Ini sudah kami sampaikan ke BPBD,” pungkas Nuga.

SALAT ISTISQA: Bupati Lombok Timur  bersama Kapolres Lotim dan sejumlah pegawai serta siswa di Kecamatan Selong saat melakukan salat Istisqa untuk meminta hujan di Lapangan Kantor Bupati Lotim.
SALAT ISTISQA: Bupati Lombok Timur  bersama Kapolres Lotim dan sejumlah pegawai serta siswa di Kecamatan Selong saat melakukan salat Istisqa untuk meminta hujan di Lapangan Kantor Bupati Lotim. 

 

Tips BMKG: Banyak minum air, hindari aktivitas di luar jam 11.00-15.00, pakai topi, dan jangan bakar sampah di musim kering ini.

Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : ai tools, Lombok Post
bmkg NTB cuaca