LombokPost - Warga Nusa Tenggara Barat (NTB) masih harus bersabar menghadapi cuaca terik. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan musim hujan di NTB mundur total 100 persen akibat El Nino kuat.
Kepala Stasiun Klimatologi NTB Nuga Putrantijo mengatakan, El Nino tahun ini berada pada indeks sangat kuat. Pasokan uap air berkurang drastis, musim kemarau jadi lebih panjang.
“Karena lebih panjang musim kemaraunya, otomatis datangnya musim hujan di Provinsi NTB mundur. Jadi 100 persen mundur di semua wilayah Provinsi NTB,” tegas Nuga, Rabu (8/10).
Baca Juga: MotoGP Mandalika, Putar Uang Rp 5T untuk NTB
Normalnya hujan mulai September. Tahun ini baru masuk akhir November 2026 untuk dua zona saja, yakni Zona Musim 1 (Kota Mataram, Lombok Barat) dan Zona Musim 10 (Lombok Tengah bagian barat-utara). Sisanya, 93 persen wilayah NTB baru hujan pada dasarian II dan III Desember.
Tidak hanya El Nino, Kepala BMKG Stamet ZAM Lombok Tri Widiarto menambahkan dua pemicu lain.
Gerak semu matahari yang saat ini melintas dari ekuator ke selatan melewati Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara sehingga radiasi meningkat, serta angin muson timur dari Australia yang membawa massa udara kering dan menghambat pembentukan awan.
Baca Juga: Pemprov NTB Satukan Ekosistem Keuangan Syariah
Akibatnya, langit cerah tanpa awan mendominasi. Sinar matahari tegak lurus menghantam. BMKG mencatat suhu hari ini di kawasan Bali-NTB 31-32°C tapi terasa seperti 38-39°C, kelembapan 68 persen, UV index 11 (extreme).
BMKG mengingatkan, jangan anggap remeh. Cuaca cerah berawan saat MotoGP kemarin saja sudah bikin puluhan penonton dehidrasi.
“Terkait dehidrasi dikhawatirkan dengan cerah berawan ini terik matahari juga berpengaruh. Jangan sampai senggol-senggolan mengakibatkan kekaosan,” kata Tri.
Baca Juga: Ruben Amorim Balik Kucing ke Formasi Andalannya, Pemain AC Milan Harus Sesuaikan Diri
Yang lebih berbahaya justru setelah panas. Nuga mengingatkan musim hujan yang pendek nanti intensitasnya justru lebih tinggi.
“Yang perlu diwaspadai kita memprediksi nanti curah hujan akan lebih tinggi intensitasnya. Jadi perlu waspada banjir dan longsor. Ini sudah kami sampaikan ke BPBD,” pungkas Nuga.
Tips BMKG: Banyak minum air, hindari aktivitas di luar jam 11.00-15.00, pakai topi, dan jangan bakar sampah di musim kering ini.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : ai tools, Lombok Post