LombokPost - Bid Dokkes Polda NTB melakukan pendampingan kepada tim Atase National Police Agency (NPA) Kedutaan Besar Jepang dalam proses pengambilan sampel DNA pembanding, Kamis (15/10). Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan Gawah Malang, Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, mulai pukul 10.00 Wita.
Proses ini menyasar dua orang warga yang diduga merupakan saudara kandung dari korban meninggal dunia akibat bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Jepang pada 2011 silam. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode buccal swab atau usapan pada bagian dalam pipi untuk mendapatkan profil DNA yang akurat.
Kabid Dokkes Polda NTB Kombes Pol. dr. Iskandar, Sp.B., MARS., FQUA. menjelaskan, pengambilan sampel DNA ini bertujuan mendukung proses identifikasi korban bencana yang masih berlangsung. Pihaknya memastikan proses dilakukan secara profesional dengan tetap memperhatikan prosedur standar.
Baca Juga: Dua Terduga Pengedar Sabu di Gerung Terancam Paling Ringan 20 Tahun Penjara
“Pengambilan sampel DNA pembanding ini, menjadi bagian dari upaya membantu proses identifikasi korban bencana. Kami mendukung pelaksanaan kegiatan secara profesional, dengan tetap memperhatikan prosedur serta kondisi keluarga yang terlibat,” ujar Kombes Iskandar.
Pendampingan tersebut melibatkan personel Subbid Dokpol Biddokkes Polda NTB serta tim Laboratorium Dokkes Pusdokkes Polri. Selain itu, hadir pula perwakilan dari NPA Kedutaan Besar Jepang yang terdiri dari Atase Satoh Takuma dan Regional Security Officer Kuwamoto Akihiro.
Tim gabungan tersebut juga didampingi oleh Pembina Pusdokkes Polri, Anak Agung G. Raka Ardian S. Kehadiran pihak kepolisian Jepang menegaskan pentingnya kolaborasi internasional dalam upaya kemanusiaan untuk memproses identifikasi korban bencana skala besar.
Baca Juga: Realisasi Baru Rp 7,8 M dari Target Rp 18,5 M, Target Retribusi Parkir Mataram Akhirnya Direvisi
Kombes Iskandar menambahkan bahwa sinergi ini diharapkan mampu mempercepat proses identifikasi yang selama ini dinanti oleh keluarga korban. Hasil sampel tersebut nantinya akan digunakan sebagai pembanding data guna memastikan identitas korban secara lebih akurat.
“Kami berharap pengambilan sampel ini dapat mendukung proses identifikasi, sekaligus memberi kejelasan bagi keluarga yang menantikan informasi mengenai anggota keluarganya,” tutup Kombes Iskandar.
Editor : Marthadi