Temukan Beras Tanpa Label Mutu, Bapanas dan Bulog NTB Berikan Catatan Khusus Hasil Sidak

Nurul Hidayati • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 00:23 WIB
Bapanas bersama Satgas Pangan NTB saat melakukan sidak di pasar Kebon Roek Ampenan, Kamis (15/10).
Bapanas bersama Satgas Pangan NTB saat melakukan sidak di pasar Kebon Roek Ampenan, Kamis (15/10).

LombokPost – Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum BULOG Kantor Wilayah NTB menyoroti peredaran beras di pasar tradisional yang belum dilengkapi label mutu pangan.

Catatan evaluasi tersebut mengemuka usai dilakukannya pemantauan harga dan mutu beras di NTB selama lebih dari satu bulan, termasuk saat inspeksi mendadak (sidak) di Mataram, Kamis (15/10/2026).

"Hanya saja mungkin beras yang beredar masih dijumpai yang belum ada label mutu pangannya. Nah itu yang akan menjadi catatan kita," kata Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Bapanas, Aulia Sofyan, Ph.D.

Baca Juga: Harga Daging Ayam Dinilai Tidak Logis, Disdag akan Turun dengan Satgas Pangan

Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Bapanas, Dr. Rachmad Firdaus, mengungkapkan bahwa secara umum kualitas dan stabilitas harga beras di NTB berada dalam kondisi sangat baik.

Tidak ditemukan adanya beras rusak maupun berkutu di tingkat pedagang.

"Soal kualitas di sini sangat bagus, tidak dijumpai beras rusak atau berkutu di atas 10 hingga 12 bulan. Hanya saja, beras yang beredar di pasar-pasar masih dijumpai yang belum ada label mutu pangannya. Nah, itu yang menjadi catatan kita untuk ditindaklanjuti bersama Bulog dan dinas terkait," tegas Rachmad Firdaus.

Baca Juga: Satgas Pangan Polda NTB Pastikan Stok Bahan Pokok Aman, Pelaku Penimbunan Bakal Ditindak Tegas

Penegasan mutu pangan tersebut sejalan dengan langkah Bapanas dan Perum BULOG NTB yang dipimpin Pemimpin Wilayah (Pimwil) Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, bersama Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Bapanas, Aulia Sofyan, Ph.D, serta Satgas Pangan hadir Wadir Reskrimsus Polda NTB AKBP Wendy Andrianto untuk menjamin masyarakat menerima beras berkualitas sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan aturan yang berlaku.

Dari sisi ketersediaan dan pasokan, Pimwil Bulog NTB Mara Kamin Siregar memastikan stok beras yang dikuasai Bulog NTB sangat melimpah hingga menembus angka di atas 200.000 ton di gudang-gudang penyimpanan.

"Stok kita cukup aman sampai dengan 27 bulan ke depan. Kami mengimbau masyarakat tidak perlu panic buying. Setiap hari Bulog juga menggelontorkan beras SPHP antara 80 sampai 100 ton per hari dengan harga stabil sesuai HET Rp12.500 per kilogram, bahkan ada pedagang yang menjual di bawah HET," jelas Mara Kamin Siregar.

Baca Juga: Cegah Praktik Beras Oplosan, Satgas Pangan Harus Turun Tangan

Bapanas dan Bulog NTB mengandeng dinas teknis serta kepolisian untuk memperketat pengawasan label mutu pangan dan standardisasi komoditas beras di pasaran, agar konsumen terjamin mendapatkan produk pangan yang aman, layak, dan teruji mutunya.

Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Lombok Post Online
Label Mutu Beras NTB Sidak Beras Mataram satgas pangan Bapanas Bulog NTB