LombokPost – Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kabar duka menyelimuti Nusa Tenggara Barat.
Ulama kharismatik TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin yang akrab disapa Tuan Guru Bagu berpulang di RSUD Provinsi NTB, Kamis (15/10/2026) pukul 13.37 WITA dalam usia 90 tahun.
Pengasuh Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu, Pringgarata, Lombok Tengah itu wafat di ruang ICU setelah menjalani perawatan intensif beberapa bulan.
Baca Juga: Pemain AC Milan Alphadjo Cisse Ukir Sejarah, Orang Italia Termuda Hatrick di Liga Eropa
Jenazah disemayamkan di ponpes dan dimakamkan Jumat (16/10) pukul 15.30 WITA di Masjid Asrama Putri Yayasan Ponpes Qomarul Huda Bagu.
Sosok Tuan Guru Bagu bukan ulama biasa. Lahir 1 April 1936 dari keluarga Perwangse atau bangsawan Sasak - gelar "Lalu" di depan namanya menandakan kebangsawanannya.
Ayahnya, TGHL Badaruddin, merintis pesantren dari langgar kecil di rumah yang kini menjadi Qomarul Huda.
Baca Juga: AC Milan Mengamuk di Austria: Pesta Gol 4-0 di Kandang Red Bull Salzburg
Almarhum mengemban tiga amanah besar sekaligus: Pengasuh Ponpes Qomarul Huda, Rais Syuriyah PWNU NTB, dan Mustasyar PBNU.
Ia juga dikenal sebagai Mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah dan guru yang melahirkan ribuan santri dengan ajaran Islam Wasathiyah.
Kepergian Tuan Guru Bagu terasa begitu dekat bagi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Baca Juga: Kabar Duka, Ulama Karismatik NTB TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin Wafat
Sehari sebelum wafat, Rabu (14/10), Miq Iqbal menjenguk dan lewat Instagram mengajak masyarakat mendoakan: "Beliau adalah orang tua, guru, dan panutan bagi banyak orang di NTB."
Takdir berkata lain. Kamis siang, Miq Iqbal justru berada di sisi ranjang ICU bersama Direktur RSUD Provinsi NTB, menyaksikan langsung Tuan Guru Bagu mengembuskan napas terakhir dengan tenang.
"Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Provinsi NTB, saya menyampaikan duka cita yang mendalam. Kita kehilangan salah satu ulama besar yang telah mengabdikan hidupnya untuk pendidikan Islam, dakwah, dan pembinaan umat di NTB," kata Miq Iqbal.
Baca Juga: Polda NTB Tindak Tegas Pelaku Pengoplosan Beras, Stok Pangan Dipastikan Aman
Duka serupa disampaikan Bupati Lombok Tengah H Lalu Pathul Bahri yang juga Ketua PCNU Lombok Tengah.
"Beliau menjadi suri teladan dan contoh bagi kita semua yang ditinggalkan," ujar Pathul.
Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) juga menyampaikan belasungkawa: "Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, atas nama keluarga besar PBNU, kami berduka mendalam."
Baca Juga: Pemkab Lobar Sisir 18 Ribu KK Desil Nol
Bagi NTB, Tuan Guru Bagu adalah mata rantai terakhir dari ulama sepuh yang mengajarkan Islam dari langgar ke langgar.
Kini tiap wisuda Universitas Gunung Rinjani akan terasa sepi, Rektor UGR Basri Mulyani mengenang: "Tiap wisuda UGR, Datok selalu hadir. Kemarin itu kenangan terakhir."
Selamat jalan Tuan Guru. Al-Fatihah.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : ai tools, Lombok Post