LombokPost-Penyelenggaraan MotoGP Mandalika dalam beberapa tahun terakhir, dinilai turut meningkatkan daya tarik investasi di NTB.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB Irnadi Kusuma mengatakan, MotoGP menjadi salah satu faktor yang meningkatkan nilai jual NTB di mata dunia.
Karena itu, keberlanjutan ajang tersebut dinilai penting untuk mendukung promosi investasi daerah. “Kalau kita ingin NTB mendunia, event internasional seperti MotoGP memang harus berlanjut. Dunia mengenal NTB dan Mandalika salah satunya melalui MotoGP,” ujarnya.
Irnadi mengungkapkan, sejumlah investor yang ditemuinya turut menanyakan keberlanjutan penyelenggaraan MotoGP. Mereka melihat potensi investasi di Lombok, terutama Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang daya tariknya ikut terdongkrak oleh ajang tersebut.
Baca Juga: Pengalaman Manis Pelaku UMKM Binaan BI NTB Usai MotoGP Mandalika 2026
Menurutnya, investor tidak hanya datang untuk menonton balapan selama tiga hari, tetapi juga memanfaatkan momentum itu untuk melihat langsung potensi usaha di NTB.
Bahkan, terdapat investor yang menggelar kegiatan khusus setelah MotoGP untuk mempromosikan perusahaan sekaligus menjajaki peluang investasi.
“Nilai jual dari penyelenggaraan event ini cukup berpengaruh terhadap investasi. Investor melihat bagaimana NTB atau Lombok terdongkrak melalui kegiatan seperti MotoGP,” jelasnya.
Daya tarik sektor pariwisata dan jasa juga terlihat dalam capaian realisasi investasi daerah. Hingga Triwulan II 2026, sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mencatatkan porsi 7,2 persen dari total investasi Non-Usaha Mikro dan Kecil (Non-UMK) yang merupakan kombinasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Nilainya mencapai Rp 1,09 triliun.
Sementara itu, sektor Perdagangan menyumbang 2,6 persen dengan nilai realisasi Rp 390,19 miliar. Capaian tersebut menunjukkan sektor riil dan jasa turut menjadi penggerak penting dalam struktur investasi NTB.
Baca Juga: Ekonom Unram Desak Reputasi MotoGP Mandalika Dikonversi jadi Nilai Ekonomi Riil
Di samping itu, kata Irnadi, rekor jumlah penonton MotoGP tahun ini juga menjadi daya tarik bagi investor, khususnya di sektor pariwisata.
Tingginya kunjungan dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam melihat peluang pengembangan usaha di daerah. Momentum tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi investor untuk mengenali potensi NTB secara langsung.
Selain mendorong minat investasi, pengembangan usaha di sektor pariwisata dan perhotelan juga diharapkan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.
Menurut Irnadi, manfaat investasi yang masuk ke NTB juga diharapkan dapat dirasakan masyarakat melalui terbukanya kesempatan kerja. Pengembangan usaha, terutama di sektor pariwisata dan perhotelan, berpeluang memberikan ruang bagi tenaga kerja lokal untuk terlibat.
Di sisi yang lain, keberhasilan penyelenggaraan event internasional yang aman dan lancar, dapat membangun kepercayaan investor terhadap NTB.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai kesiapan daerah dalam mendukung kegiatan berskala internasional, termasuk dari sisi pelayanan dan keramahan.
“Mereka pasti berpikir, investasi yang dikembangkan juga akan berjalan sama, bisa sukses, tentu dengan hospitality yang sudah kita tunjukkan ketika ada event internasional ini,” jelasnya.
Baca Juga: Pemprov NTB Menanti Lanjutan Deru Kuda Besi MotoGP Mandalika
Irnadi berharap MotoGP Mandalika dapat terus berlanjut karena manfaatnya tidak hanya dirasakan penyelenggara, tetapi juga daerah sebagai tuan rumah.
Keberlanjutan ajang tersebut diharapkan memperkuat citra NTB, sebagai daerah tujuan wisata sekaligus kawasan yang menarik untuk pengembangan investasi.
“Event ini sangat menguntungkan untuk NTB, pada masa-masa yang akan datang,” tandasnya.
Editor : Redaksi Lombok PostSumber : Liputan