LombokPost-Wakil Ketua Umum VI Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Dewantoro Umbu Joka mendorong pemerintah melanjutkan penyelenggaraan MotoGP Mandalika.
Keberadaan sirkuit dan peluang ekonomi yang tercipta selama ajang berlangsung menjadi alasan penting untuk mempertahankan event tersebut.
“Menurut saya, sebaiknya dilanjutkan. Tentu dengan perbaikan-perbaikan sistem supaya ke depan lebih ramai dan benar-benar sesuai dengan harapan kita,” ujarnya.
Baca Juga: Setoran Pajak Usaha Pariwisata Masih Minim
Presiden Prabowo Subianto perlu melihat manfaat MotoGP secara menyeluruh bagi NTB. Infrastruktur yang telah dibangun dengan anggaran besar harus dimaksimalkan agar terus memberikan nilai ekonomi bagi daerah.
Ia berharap Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) maupun pihak yang memberikan masukan kepada Presiden, melihat langsung dampak penyelenggaraan MotoGP Mandalika terhadap masyarakat.
Dengan turun ke lapangan, pemerintah pusat dapat mengetahui aktivitas usaha yang tumbuh dan manfaat yang dirasakan pelaku ekonomi lokal.
Dewantoro juga menekankan pentingnya evaluasi penyelenggaraan MotoGP selama lima tahun terakhir. ITDC dan MGPA tidak hanya melihat jumlah penonton, tetapi juga asal pengunjung dan pola belanja mereka selama berada di NTB.
Wisatawan dari luar daerah berpotensi membawa tambahan perputaran uang melalui pengeluaran untuk penginapan, makanan, transportasi, hingga produk lokal.
Baca Juga: DPD ASITA NTB Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Desa Wisata Sade Rembitan
Sebaliknya, tingginya jumlah penonton belum tentu mencerminkan besarnya dampak ekonomi jika mayoritas berasal dari masyarakat setempat.
“Kalau bicara pertumbuhan ekonomi, kita harus melihat berapa banyak penonton dari luar yang datang,” katanya.
Selain itu, keberadaan MotoGP dapat dimanfaatkan pelaku perjalanan wisata untuk menawarkan paket yang lebih beragam. Kunjungan menonton balapan bisa dipadukan dengan perjalanan ke destinasi lain di Lombok maupun wilayah NTB lainnya.
Strategi ini membuka peluang memperpanjang masa tinggal wisatawan sekaligus memperluas manfaat bagi biro perjalanan, hotel, kuliner, transportasi, dan usaha suvenir.
Karena itu, promosi MotoGP perlu berjalan seiring, dengan penawaran pengalaman wisata di luar sirkuit.
Dewantoro mengingatkan, meskipun Dorna Sports telah mencantumkan jadwal MotoGP Mandalika 2027, penyelenggaraan tersebut tetap berpotensi berubah apabila pemerintah tidak melanjutkannya.
Pihak penyelenggara memiliki pilihan negara lain yang berminat menjadi tuan rumah, sehingga NTB perlu memaksimalkan kesempatan yang ada. “Sekarang yang membutuhkan MotoGP ini justru kita. Karena itu, kita harus bisa memaksimalkan manfaatnya,” tandasnya.
Editor : Redaksi Lombok PostSumber : Liputan