LombokPost - Aparat Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) memilih waktu fajar untuk mendengar langsung keluhan dan suara masyarakat.
Melalui program Subuh Keliling, jajaran kepolisian menggelar dialog terbuka bersama jamaah di Masjid Al-Hidayah, Ampenan, Kota Mataram, Sabtu (24/10).
Agenda yang dimulai sejak pukul 04.00 Wita ini diikuti oleh warga sekitar masjid. Selain menunaikan ibadah salat Subuh berjamaah, ruang tatap muka tersebut dijadikan saluran resmi kepolisian untuk menjaring masukan dan kritik seputar keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Baca Juga: Setelah Pecah Rekor 157 Ribu Penonton, Apa Jadinya jika Prabowo Tak Lanjutkan Ajang MotoGP Mandalika
Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho menegaskan langkah ini selaras dengan program Kapolri bertajuk Polisi Bersama Masyarakat.
Pihaknya mengedepankan pendekatan yang humanis agar warga tidak segan menyampaikan persoalan nyata di pemukiman mereka.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat silaturahmi dan kebersamaan. Kami sangat terbuka terhadap masukan warga. Komunikasi seperti ini penting agar kepolisian bisa memahami kebutuhan dan persoalan riil yang dirasakan masyarakat," kata Brigjen Pol. Hari Nugroho usai acara.
Baca Juga: Presiden Prabowo Target Salurkan Kredit Rakyat Rp 400 Triliun, Gubernur NTB Hadiri Rakornas TPAKD
Selain mendengar laporan warga, jenderal bintang satu tersebut turut mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan antartetangga.
Ia meminta jemaah aktif mengantisipasi penyebaran paham radikal yang berpotensi merusak persatuan di tingkat akar rumput.
"Mari kita jaga kerukunan, saling menghormati, dan segera melaporkan kepada petugas jika menemukan potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing," tegas Hari.
Baca Juga: Pelaksana Proyek SPALDT Kota Mataram Jamin Kembalikan Jalan Seperti Semula
Melalui pendekatan dialogis ini, Polda NTB berharap partisipasi publik dalam menjaga kondusivitas wilayah terus meningkat seiring terbangunnya rasa saling percaya antara warga dan aparat.
"Kepercayaan masyarakat tumbuh melalui kehadiran, kepedulian, dan pelayanan yang dirasakan langsung. Kami ingin terus membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh lapisan masyarakat di Nusa Tenggara Barat," tutupnya.
Editor : Marthadi