Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

QALBUN SALIM : Hati yang Sehat

Redaksi Lombok Post • Jumat, 29 Desember 2023 | 23:34 WIB

TGH Muharrar Iqbal
TGH Muharrar Iqbal
“Jika dibacakan ayat-ayat Allah SWT yang maha pemurah kepada mereka. Mereka tersungkur dengan bersujud dan menangis”.  (QS.Maryam: 58)

 

Oleh : TGH.Muharrar Iqbal,MA

Pembina Yayasan Insan Kamil Kediri Lombok Barat

 

Dalam Kitab Riyadussalihin disebutkan ada tiga tawassul yang diperbolehkan agar doa Maqbul. Pertama, tawassul dengan asmaul husna atau nama Allah SWT yang baik. Kedua,  tawassul dengan amal jariyah, dan ketiga, tawassul dengan orang-orang saleh.

Mengapa orang begitu yakin dengan doa yang dipanjatkan oleh orang-orang saleh? Sebab, permintaan yang datang dari hati yang baik dan orang yang baik akan memudahkan terjawabnya doa dengan cepat. Sebaliknya, doa yang dipanjatkan dari balik hati yang keras akan menjadikan permohonan menjadi tertolak.

Karenanya Imam Ibnu Qoyyim dalam kitab Bada’I al Fawa’id  membagi hati menjadi tiga jenis. Pertama, Qalbun Maridh (hati yang sakit).

Qalbun Marid adalah hati yang diliputi oleh iri hati, dengki, sombong, dan ujub. Telah mendapatkan cahaya kebaikan namun cahayanya kurang terang, sehingga ada sisi di hatinya yang masih gelap dipenuhi oleh kegelapan syahwat dan hawa nafsu.

Orang yang memiliki hati yang sakit, selain tidak merasakan lezatnya ketaatan kepada Allah SWT, juga sering terjerumus ke dalam kemaksiatan dan dosa, baik besar maupun kecil. Hati yang seperti ini masih bisa terobati dengan resep yang bisa menyehatkan hatinya.

Namun tidak jarang, ia tidak bisa mengambil mamfaat dari obat yang diberikan kepadanya, kecuali sedikit saja. Apalagi jika tidak pernah diobati, penyakit bisa bertambah parah, yang pada akhirnya bisa berujung pada kematian hati.

Kedua, Qolbun Mayyit (Hati yang mati). Mati rasa, istilah orang sekarang. Tidak mau melakukan kebaikan. Itulah hati yang kosong dari semua jenis kebaikan. Ibadah wajib malas apalagi yang sunnah.

Hatinya keras membatu, sulit menerima nasihat karena egonya yang berlebihan. Sebabnya, setan telah menguasai hati sebagai tempat tinggalnya, berkuasa penuh atasnya dan bebas berbuat apa saja di dalamnya.

Inilah hati orang-orang yang ingkar dan tidak mau tunduk kepada Allah SWT. Jika Anda merasakan hati seperti ini, segeralah bertobat, perbanyak istigfar, mohon ampunan dan perbanyak bergaul dengan orang-orang saleh. Hati yang mati, bisa jadi disebabkan oleh kecintaan kepada perkara dunia yang terlalu berlebihan.

Ketiga, Qalbun Salim (hati yang sehat). Qalbun salim adalah hati yang tidak dipenuhi oleh penyakit iri hati, dengki, dendam, ujub, dan sombong.

Hati yang dipenuhi kebaikan dan keimanan telah hilang darinya syahwat dan kegelapan maksiat. Cahaya keimanan itu terang benderang di dalam hatinya. Orang yang memiliki hati semacam ini akan selalu merasakan nikmatnya beribadah (beramal jariyah, berzikir, membaca Alquran, salat tahajud dll) merasakan lezatnya berdakwah, merasakan enaknya melakukan amar makruf nahi mungkar.

Inilah hati yang diwariskan kepada orang-orang saleh. Maka, jika Anda merasakan dan memiliki hati seperti ini, bersyukurlah, itu artinya Anda telah diberikan rahmat dan nikmat yang agung oleh Allah SWT.

Alquran menggambarkan para pemilik hati seperti ini dengan firmanNya. “Jika dibacakan ayat-ayat Allah SWT yang maha pemurah kepada mereka. Mereka tersungkur dengan bersujud dan menangis”. (QS.Maryam: 58).

Sungguh, betapa nikmatnya memiliki Qalbun Salim. Karena hati yang sehat bisa membuat ketenangan dan ketentraman jiwa menjadi terwujud. Untuk teruslah merawat hati yang sehat karena itu juga bagian dari harta yang tidak ternilai harganya. Wallohu a’lam bishshowab. (*)

Editor : Redaksi Lombok Post
#alquran #dialog jumat #Muharrar Iqbal