Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Nadia Padovani, “Ibu” Kedua yang Kembalikan Senyum Marquez Lewat Ducati Menuju Gelar Juara Dunia Ke-9

Hamdani Wathoni • Minggu, 28 September 2025 | 13:57 WIB
RAMAH DAN BERSAHAJA: Pemilik Gresini Racing Nadia Padovani selfie bersama wartawan Lombok Post Hamdani Wathoni di area paddock Sirkuit Mandalika pada gelaran MotoGP 2024 lalu.
RAMAH DAN BERSAHAJA: Pemilik Gresini Racing Nadia Padovani selfie bersama wartawan Lombok Post Hamdani Wathoni di area paddock Sirkuit Mandalika pada gelaran MotoGP 2024 lalu.

Catatan Wartawan Lombok Post

Oleh: Hamdani Wathoni

LombokPost – Musim MotoGP 2025 menjadi titik balik karier Marc Marquez. Setelah sempat terpuruk karena cedera dan performa motor yang menurun, pebalap berjuluk baby alien itu kembali bangkit dengan meraih gelar juara dunia usai balapan di Sirkuit Motegi Jepang, Minggu (28/9). Hari yang sangat istimewa bagi Marquez dan semua penggemarnya.

Di balik cerita sukses tersebut, ada satu sosok perempuan yang jarang tersorot. Dialah Nadia Padovani, pemilik sekaligus manajer tim Gresini Racing, yang kerap disebut Marquez sebagai “ibu” keduanya di lintasan balap.

Kepindahan Marquez dari Repsol Honda ke Ducati Gresini Racing Team awal 2024 sempat menjadi berita besar di dunia balap. Bagaimana tidak, setelah 11 tahun membela Honda dengan torehan enam gelar juara dunia MotoGP, Marquez akhirnya memilih hengkang. 

Banyak yang mengira ia akan langsung merapat ke tim pabrikan besar. Namun, justru tim satelit Gresini yang berhasil membawanya keluar dari situasi sulit.

Langkah itu tidak lepas dari campur tangan Nadia Padovani. Istri mendiang Fausto Gresini tersebut menjadi sosok penting yang meyakinkan Marquez untuk mencoba babak baru. 

“Alex (Marquez) yang pertama kali membuka jalan. Tapi Nadia lah yang memberi rasa percaya diri dan kenyamanan hingga Marc mau bergabung,” ungkap Carlo Merlini, Comm & Marketing Director Gresini Racing, saat jumpa pers di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, awal Februari 2024 yang kala itu dihadiri Menparekraf Sandiaga Uno.

Dalam kesempatan itu, Nadia sendiri tak menampik bahwa sang adik, Alex Marquez, punya peran vital. “Kami menduga Alex mempromosikan tim ini di dalam keluarganya. Dia menceritakan bagaimana suasana tim sangat hangat, familiar, dan nyaman. Mungkin dia juga sedikit membocorkan tentang performa motor kami. Jadi semuanya mengalir alami,” ujarnya sambil tersenyum.

Marc Marquez kemudian resmi diumumkan sebagai rider Gresini pada Januari 2024. Ia menggantikan Fabio Di Giannantonio yang kontraknya tidak diperpanjang. Keputusan itu sempat menuai pro dan kontra. 

Namun, waktu yang kemudian menjawab. Marquez tampil impresif sejak awal musim. Beberapa kali naik podium, bahkan menutup klasemen akhir MotoGP 2024 di posisi tiga besar.

Penampilan konsisten itulah yang membuat tim pabrikan Ducati Lenovo akhirnya melirik. Tanpa ragu, kontrak pun ditawarkan. Dan hasilnya, musim 2025 menjadi milik Marquez. Ia berhasil merebut gelar juara dunia setelah menang di sejumlah balapan, termasuk sprint race yang menentukan.

Bagi penggemar MotoGP, momen itu terasa istimewa. Pasalnya, sejak cedera parah pada 2019 dan operasi berulang, Marquez seperti kehilangan magisnya. Empat tahun penuh rasa frustrasi, jatuh bangun bersama motor Honda yang makin tertinggal, sempat membuatnya diragukan. Namun, bersama Gresini, senyum khasnya kembali terlihat.

“Semua orang bisa lihat Marc kembali menikmatinya. Itu karena dia merasa berada di rumah. Dan saya berterima kasih kepada Marc dan Alex yang sudah percaya kepada kami,” ujar Nadia.

Bagi Marquez, kehadiran Nadia lebih dari sekadar manajer tim. Ia adalah figur yang memberi kenyamanan emosional di tengah tekanan persaingan. Dalam banyak kesempatan, Marquez kerap menyapa Nadia dengan hangat. Bahkan setelah resmi pindah ke tim pabrikan Ducati, ia tetap menyempatkan diri untuk berterima kasih.

“Tanpa Nadia, saya mungkin tidak akan menemukan jalan ini. Dia membuat saya percaya diri lagi,” kata Marquez suatu ketika.

KEMBALIKAN SENYUMAN MARC: Nadia Padovani bersama Marc Marquez saat di Gresini Racing Team.
KEMBALIKAN SENYUMAN MARC: Nadia Padovani bersama Marc Marquez saat di Gresini Racing Team.

Sosok Nadia Padovani sendiri bukan orang baru di dunia balap. Setelah sang suami, Fausto Gresini, meninggal dunia pada 2021 karena Covid-19, ia melanjutkan tongkat estafet mengelola Gresini Racing. Awalnya, banyak yang meragukan kemampuannya. Namun, justru di tangan Nadia, tim satelit ini berkembang pesat.

Menggaet Ducati sebagai partner teknis terbukti menjadi keputusan tepat. Motor kompetitif itu membawa Gresini bersaing di level tertinggi. Dan puncaknya, mampu menarik nama sebesar Marc Marquez.

Tim kecil yang dulu dibangun Fausto Gresini sekarang menjadi rumah bagi juara dunia. Alex Marquez dan Marc Marquez.

Kisah Nadia bukan sekadar tentang strategi bisnis atau teknis balap. Lebih dari itu, ia menghadirkan sentuhan personal yang kerap hilang di dunia kompetitif seperti MotoGP. Ia mampu menciptakan suasana kekeluargaan, membuat pebalap merasa nyaman sekaligus termotivasi.

“Kalau di tim besar, tekanan bisa sangat tinggi. Di Gresini, saya merasa seperti di rumah. Itu yang membuat saya bisa fokus membalap lagi,” ucap Marquez dalam beberapa kesempatan saat masih membela Gresini Racing.

Kini, setelah gelar dunia kembali dalam genggaman, Marquez tidak lupa mengingatkan publik bahwa semua perjalanan itu bermula dari Gresini. Dari seorang Nadia Padovani yang berani memberi kepercayaan, bahkan ketika banyak pihak meragukan.

MotoGP musim 2025 pun akhirnya menjadi bukti: kadang bukan hanya mesin dan strategi, tetapi juga sentuhan hangat seorang “ibu” di paddock yang bisa mengembalikan senyum seorang juara.

Editor : Siti Aeny Maryam
#MotoGP #ducati #Mandalika #marquez #gresini ducati