Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Upacara Bendera, Ikrar Pelajar dan Menghadirkan Rasa Aman dalam Sekolah

Lombok Post Online • Kamis, 29 Januari 2026 | 10:55 WIB
BERIKAN KETELADANAN: Kajari Mataram saat menjadi inspektur upacara di SMPN 2 Mataram, Senin (20/10).
BERIKAN KETELADANAN: Kajari Mataram saat menjadi inspektur upacara di SMPN 2 Mataram, Senin (20/10).

oleh Naharuddin,S.S Kepala SMAN 1 Sukamulia dan Alumni UGM

Baru-baru ini telah keluar Surat Edaran Kemendikdasmen Nomor 4 Tahun 2026 tentang Upacara Bendera Hari Senin di Sekolah.

Kenapa ada SE bukankah sudah biasa sekolah melakukan upacara?

Setiap hari Senin sekolah melakukan upacara bendera, walau ada yang memilih tidak setiap hari Senin, namun sebagian besar melakukannya.

Upacara bendera hari Senin ada yang memandangnya sebagai runitinitas.

Ya, rutinitas ketika hanya berbaris di lapangan, dengan tidak memperhatikan aturan upacara.

Rutinitas itu hadir ketika upacara kehilangan roh ketika pemaknaannya luput dari perhatian peserta upacara.

Tidak jarang ditemukan sika berdiri dengan suasana tidak tegap.

Sikap istirahat saat tidak istirahat. Berbicara sesama peserta. Atau mungkin ada yang operasionalkan dan mengutak-atik HP ketika upacara berlangsung.

Suasana ini tentu bukanlah suasana ideal upacara.

Upacara adalah bagian penting menanamkan nilai karakter patriotisme, nasionalisme serta disiplin terhadap peserta didik.

Upacara bendera mengingatkan pada nilai perjuangan pahlawan dan pejuang.

Setelah kemerdekaan 17 Agustus 1945, mengibarkan Bendera Merah Putih harus menghadapii kaum kolonialisme.

Diiawasi dan penuh dengan ancaman jiwa untuk dapat mengibarkan bendera Merah Putih.

Bukalah catatan sejarah tentang Lapangan Ikada saat peringatan satu bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bendera adalah lambang negara, simbol kedaulatan sebuah negara.

Kapal perang berbendera suatu negara adalah wilayah kedaulatan dari negara.

Kedutaan negara Republik Indonesia di Malaysia berbendera Merah Putih adalah wilayah kedaulatan Republik Indonesia di Malaysia.

Upacara bendera hendak menanamkan nilai-nilai karakter pada peserta didik.

Pelaksaannya dalam sekolah dapat menjadi simbul pemahaman murid dan warga sekolah terhadap makna pelaksanaan upacara.

Upacara bendera dengan inti upacara pengibarannya seharusnya menjadi media kuat yang terus berfungsi menghadirkan karakter nasionalisme, patriotisme dan disiplin dalam diri murid.

Sejalan dengan peran itu maka kegiatan upacara kemudian melalui SE Nomor 4 Tahun 2026 Kemendikdasmen hendak menguatkan peran kegiatan upacara untuk penananman nilai itu.

Tentu saja kegiatan itu butuh perhatian dari Pembina dalam lingkup sekolah.

Menghadirkan nilai itu dalam diri peserta didik memerlukan sentuhan dan pengawalan yang tegas dalam pelaksanaan upacar terkait sikap dan atribut untuk penguatan disiplin murid.

Hadirnya Surat Edaran Kemendikdaksmen Nomor 4 Tahun 2026 yang didalamnya berisi Ikrar Pelajar Indonesia menjadi sebuah jalan menginternalisasikan Permendikdakmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Ikrar Pelajar yang harus di baca saat upacara bendera setelah pembacaan Pancasila dan UUD 45 sejalan dengan Permen Nomor 6 Tahun 2026.

Baca Juga: Peluk Hangat Sahabat dan Guru untuk Rasiya, Seragam Sekolah dan Buku Ikut Terbawa Air 

Sekolah aman dan nyaman adalah hal yang penting. Perilaku bullying di sekolah sering dan masih terjadi di lingkungan sekolah.

Bullying verbal adalah hal yang kadang tidak disadari oleh kawan terhadap kawan.

Kelahiran Permen Nomor 6 Tahun 2026 untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, bebas kekerasan, dan mendukung tumbuh kembang murid secara optimal.

Permen ini menghendaki pendekatan yang humanis dengan meminimalkan tindakan dengan sanksi keras terhadap murid.

Mengutamakan pendekatan edukatif dan partisipatif serta tidak diskriminatif.

Permen Nomor 6 Tahun 2026 menghendaki sekolah sebagai tempat yang aman, nyaman sehingga menjadi fondasi pembelajran dan karakter bagi murid.

Untuk internalisasi rasa itu, wadah upacara bendera menjadi hal penting.

Munculnya Ikrar Pelajar yang isinya ramai dalam diskusi terkait pilihan diksi dan kurangnya frasa yang berhubungan dengan religiusitas akan menguatkan upaya menghadirkan sekolah yang aman dan nyaman bagi murid dalam lingkungan sekolah.

Pembacaan yang dilakukan secara berulang-ulang dalam setiap upacara diharapkan akan berdampak baik bagi hadirnya nilai dan kesadaran menghargai dan menghormati sesama teman, hormat, guru, menghormati orang tua, belajar dengan baik dan mencintai tanah air Indonesia.

Poin-poin dalam ikrar selain perdebatan tidak adanya frasa berhubungan dengan nilai religious, merupakan keadaan yang terlihat pada diri murid akhir-akhir ini.

Di sinilah hadirnya roh Permendikdasmen tentang Sekolah Aman dan Nyaman diharapakan dapat lahir melalui haituasi pembacaan ikrar pelajar pada setiap kegiatan upacara hari Senin.

Sekolah adalah lembaga sosialisasi penting.

Peran sekolah sebagai lembaga sosialisasi membedakan kedudukannya dengan keluarga.

Sekolah dapat menghadirkan atturan yhangg tegas dalam menegakkan aturan untuk mencapai karakter peserta didik.

Peran guru sebagai role model dapat hadir dalam sekolah sehingga murid mengidentifikasikan dirinya dengan guru yang di gugu dan di tirunya.

Proses menghadirkan identifikasi murid hanya akan lahir dalam makna posisitf dengan contoh dan teladan.

Sekolah yang disiplin adalah tujuan, mengurangi bullying di ligkunagn pendidikan adalah harapan.

Itu akan hadir ketika warga sekolah memahami peran sekolah yang menghadirkan rasa aman dan nyaman.

Ini adalah harapan,  harapan semua, harapan guru,harapan murid dan harapan orang tua.

Harapan yang menghadirkan peran warga sekolah dan sinergi orang tua untuk mewujudkannya.

Sebagai lembaga sosialisasi penting sekolah dapat menghadirkan dengan berpedoman menghindari sikap diskriminatif, kekerasan dalam menghadapi dan menjalankan penguatan karakter. Semoga. (*)

Editor : Kimda Farida
#surat edaran #murid #upacara #kemendikdasmen #bendera