Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Diplomasi Anak Muda Dimulai dari Ruang Diskusi Dunia

Kimda Farida • Senin, 11 Mei 2026 | 13:18 WIB
Azra Aqila Yusni
Azra Aqila Yusni

 

Azra Aqila Yusni

(SMA Trensains Tebuireng Jombang Jawa Timur)

Peraih Most Outstanding AWMUN Korea Selatan 2026

LombokPost--Dunia hari ini bergerak sangat cepat. Konflik antarnegara, krisis kemanusiaan, perubahan iklim, hingga perkembangan teknologi kecerdasan buatan menjadi isu yang tidak lagi hanya dibahas oleh para pemimpin negara. Anak muda pun kini memiliki ruang untuk ikut bersuara, berdiskusi, bahkan menawarkan solusi.

Pengalaman itulah yang saya rasakan ketika mengikuti Asia World Model United Nations (AWMUN) di Korea Selatan pada 16–20 April 2026. Forum internasional tersebut mempertemukan ratusan delegasi muda dari berbagai negara dengan latar belakang budaya, bahasa, dan cara pandang yang berbeda. Namun di tengah segala perbedaan itu, kami dipersatukan oleh satu hal yang sama: keinginan untuk membuat dunia menjadi lebih baik.

Sebagai delegasi dari SMA Trensains Tebuireng dan putra daerah Mataram, saya menyadari bahwa forum seperti ini bukan sekadar ajang bergengsi atau pengalaman luar negeri semata. Lebih dari itu, AWMUN mengajarkan bagaimana pentingnya kemampuan mendengar, menghargai perbedaan, serta menyampaikan gagasan dengan argumentasi yang kuat dan elegan.

Dalam simulasi sidang internasional, setiap delegasi dituntut berpikir kritis sekaligus mampu mencari titik temu. Tidak cukup hanya berbicara lantang. Seorang delegasi juga harus mampu memahami kepentingan pihak lain. Dari sinilah saya belajar bahwa diplomasi sejatinya bukan tentang siapa yang paling keras bersuara, tetapi siapa yang mampu membangun solusi bersama.

Baca Juga: Malam Penentuan Indonesian Idol! Celyna, Niki, atau Rio yang Tersingkir di TOP 3?

Pengalaman berdiskusi dengan peserta dari berbagai negara juga membuka pandangan saya bahwa anak muda Indonesia sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar. Kita tidak kalah cerdas, tidak kalah kreatif, dan tidak kalah berani. Hanya saja, terkadang banyak anak muda yang masih ragu untuk tampil di level internasional karena merasa kurang percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki.

Padahal, dunia internasional justru membutuhkan perspektif dari generasi muda Indonesia. Negara kita kaya akan budaya, nilai toleransi, dan semangat gotong royong yang dapat menjadi contoh positif di tengah dunia yang semakin terpolarisasi.

Saya juga melihat bahwa kemampuan berbahasa Inggris saja tidak cukup untuk menjadi bagian dari forum global. Yang lebih penting adalah kemampuan berpikir terbuka, memahami isu dunia, serta memiliki empati terhadap persoalan kemanusiaan. Sebab pada akhirnya, diplomasi bukan hanya tentang politik, tetapi juga tentang kemanusiaan.

Mengikuti AWMUN membuat saya semakin yakin untuk terus belajar dan mengejar cita-cita menjadi seorang diplomat. Saya percaya, diplomasi tidak selalu dimulai dari ruang perundingan besar antarnegara. Diplomasi bisa dimulai dari ruang kelas, organisasi sekolah, forum diskusi, bahkan dari keberanian anak muda untuk menyampaikan ide dan gagasannya.

Karena itu, saya berharap semakin banyak generasi muda Indonesia, khususnya dari daerah, berani mengambil kesempatan untuk tampil di panggung dunia. Jangan takut berasal dari kota kecil atau sekolah daerah. Sebab mimpi besar tidak pernah ditentukan oleh dari mana kita berasal, melainkan oleh seberapa besar kemauan kita untuk terus belajar dan berkembang.

Baca Juga: Ifan Seventeen Terkejut Lihat Kaka Slank Keluar Musholla, Sebut Sosok Panutan

AWMUN di Korea Selatan mungkin telah selesai, tetapi semangat untuk belajar, berdiplomasi, dan membawa nama Indonesia ke forum internasional harus terus hidup dalam diri generasi muda hari ini.

Editor : Kimda Farida
#AWMUN 2026 #Asia World Model United Nations #Pelajar Indonesia #Diplomasi Anak Muda #Korea Selatan