Kegiatan interaktif ini dikemas melalui lima agenda utama untuk menekan risiko Kurang Energi Kronis (KEK) pada remaja.
Salah satu program unggulannya adalah Saber KEK (Sarapan Bersama) yang memanfaatkan produk inovasi pangan lokal berupa Nutribar Jago dan Choco Moringa Bites.
Baca Juga: Berantas Peredaran Gelap, Wakapolres Deklarasi Anti Narkoba di Desa Sengkol Pujut
Pelatihan Agen Teman Sebaya dan Praktik Masak
Guna memastikan keberlanjutan dampak program, tim pengabdi membekali 20 siswa terpilih sebagai agen teman sebaya.
Pelatihan berfokus pada dua area utama, yakni edukasi gizi seimbang serta pelatihan food handler (penjamah makanan).
Dalam materi food handler, para siswa diajarkan prinsip dasar penanganan makanan higienis, seperti sistem penyimpanan bahan makanan FIFO/FEFO, pencegahan kontaminasi silang, hingga pengawasan terhadap danger zone (suhu kritis penyimpanan makanan).
Baca Juga: Kemensos Prioritaskan NTB Tangani Katarak, Gus Ipul Tinjau Operasi Katarak di Pujut
Pengetahuan ini langsung diaplikasikan dalam praktik pembuatan Choco Moringa Bites.
Penerapan Standar APD dan Pemilihan Duta Gizi
Siswa juga mendapatkan edukasi ketat mengenai penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) penjamah makanan di kantin sekolah.
Penggunaan hairnet, masker mulut, celemek, serta sarung tangan atau penjepit ditekankan untuk mencegah kontaminasi fisik maupun biologis pada makanan.
Baca Juga: Yayasan Insan Peduli Umat Santuni Anak Yatim dan Lansia di Pujut, Ratusan Warga Hadir
Sebagai puncak rangkaian acara, kegiatan ditutup dengan Pemilihan Duta Gizi Remaja SMAN 1 Pujut.
Duta terpilih bertugas menjadi role model yang akan terus mengedukasi teman sebaya mengenai pola makan sehat, keamanan pangan, dan kebersihan lingkungan sekolah.
Sinergi akademisi ini diharapkan dapat mencetak generasi muda Pujut yang sehat, cerdas, dan sadar gizi secara berkelanjutan.
Editor : Redaksi Lombok Post OnlineSumber : Lombok Post Online