Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BAIC Mulai Produksi Lokal BJ40 Plus, Siap Rakit Hybrid dan Mobil Listrik di Indonesia

Alfian Yusni • Rabu, 4 Juni 2025 | 22:28 WIB
Produksi lokal BAIC BJ40 Plus dilakukan dengan kapasitas awal 800 unit per bulan. (istimewa)
Produksi lokal BAIC BJ40 Plus dilakukan dengan kapasitas awal 800 unit per bulan. (istimewa)

LombokPost - Produsen mobil asal China, BAIC Indonesia, resmi memulai langkah besar di industri otomotif nasional dengan produksi lokal BJ40 Plus, SUV offroad yang tampil kekar dan tangguh.

Produksi perdana dilakukan di fasilitas milik PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Purwakarta, Jawa Barat.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen BAIC Indonesia untuk serius menggarap pasar Indonesia dengan menghadirkan BJ40 Plus sebagai model pertama yang dirakit lokal.

Investasi awal yang digelontorkan mencapai lebih dari Rp20 miliar, dialokasikan untuk peralatan khusus dan infrastruktur pendukung.

"Untuk peralatan dan lainnya, dari JIO nilainya mencapai Rp15–20 miliar, belum termasuk kontribusi dari HIM," ujar Chief Operating Officer BAIC Indonesia, Dhani Yahya.

Produksi lokal BAIC BJ40 Plus dilakukan dengan kapasitas awal 800 unit per bulan.

Lokalisasi produksi BAIC BJ40 Plus tak hanya akan meningkatkan daya saing produk, tapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan keahlian SDM lokal. (istimewa)
Lokalisasi produksi BAIC BJ40 Plus tak hanya akan meningkatkan daya saing produk, tapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan keahlian SDM lokal. (istimewa)

Model ini diposisikan sebagai SUV 4x4 premium yang dilengkapi fitur canggih seperti differential lock di roda depan dan belakang, jok elektrik, serta sistem hiburan modern.

Harganya? Rp698 juta OTR Jakarta, cukup kompetitif untuk kelasnya.

Tak berhenti di situ, BAIC Indonesia juga mengumumkan rencana merakit mobil hybrid BJ30 tahun depan, dan membawa mobil listrik Arcfox T1 pada Februari 2026.

 

Rencananya, kendaraan listrik tersebut akan dirakit lokal setelah tahap awal impor dari China.

“Kontrak kami dengan HIM selama tiga tahun. Setelah itu, kami pertimbangkan membangun pabrik sendiri jika pasar Indonesia terbukti positif,” jelas Dhani.

Sebelum memulai produksi lokal, tujuh tenaga ahli dari PT JDI dan mitra HIM dikirim ke pabrik BAIC di Beijing untuk mempelajari proses perakitan kendaraan offroad selama dua pekan.

Dhani meyakini, lokalisasi produksi BAIC BJ40 Plus tak hanya akan meningkatkan daya saing produk, tapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan keahlian SDM lokal.

Langkah ini sekaligus membuka potensi pasar ke instansi pemerintah seperti TNI, Polri, hingga swasta yang membutuhkan kendaraan serbaguna.

 "Selain hybrid BJ30, tahun depan kita bawa mobil listrik Arcfox T1. Targetnya launching di IIMS 2026," kata Dhani.

BAIC hybrid BJ30 ditargetkan launching di IIMS 2026. (istimewa)
BAIC hybrid BJ30 ditargetkan launching di IIMS 2026. (istimewa)

Dengan strategi bertahap ini, BAIC Indonesia berharap bisa menjadikan Indonesia sebagai basis ekspor ke Asia Tenggara.

Selain itu, BAIC kini telah menghadirkan dua model di Tanah Air: BJ40 Plus dan X55-II, keduanya menggunakan mesin bensin (ICE).

Komitmen kuat BAIC membuka peluang besar bagi pertumbuhan mobil hybrid dan listrik di Indonesia, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai pemain penting di industri kendaraan ramah lingkungan.

Dengan dimulainya produksi lokal BJ40 Plus, serta rencana rakit mobil hybrid BJ30 dan mobil listrik Arcfox, BAIC Indonesia menunjukkan keseriusan menjadikan Indonesia sebagai basis utama di kawasan.

Gebrakan ini layak dinantikan, terutama oleh pecinta otomotif dan pasar kendaraan ramah lingkungan di Tanah Air. (***)

 

Editor : Alfian Yusni
#Indonesia #baic #produksi lokal #BJ40 Plus #purwakarta #Mobil Listrik